“Cara terbaik untuk keluar dari masalah yang rumit adalah tidak terlalu memikirkannya. Ubahlah paradigma dan carilah sudut pandang lain untuk menyelesaikannya”

Beberapa tahun terakhir, sedang marak-maraknya pemberitaan tentang Law of Attraction. Tak terpungkiri lagi, sudah banyak orang yang mengetahui hukum ini dan sudah banyak yang membuktikan keampuhan hukum ini. Dalam hal ini, saya akan mencoba membahas pengaplikasian hukum ini untuk pemberantasan korupsi.

Saya merasa cara ini merupakan terobosan baru yang cukup ampuh untuk mengatasi berbagai permasalahan di Indonesia (termasuk maraknya kasus korupsi) karena sampai detik ini, Law Of Attraction sudah dibuktikan oleh banyak orang. Mengingat ada kemungkinan pembaca yang belum mengetahui hukum ini, saya akan menjelaskan secara garis besar bagaimana hukum ini bekerja.

Secara umum, Law of Attraction yang dalam bahasa Indonesianya diterjemahkan menjadi hukum ketertarikan ini memiliki konsep bahwa kemiripan menarik kemiripan, seperti halnya sebuah magnet menarik benda-benda disekitarnya. Secara umum, hukum ini sesuai dengan pemahaman kita selama ini, yaitu orang yang berfokus pada suatu hal dan mencurahkan segalanya, baik itu waktu, tenaga, dan uang pada hal tersebut, maka ia akan mendapatkan apa yang ia inginkan. Tetapi, dalam konsep hukum ini lebih ditekankan pada pemikiran kita dimana pemikiran kita adalah segalanya.

Cara kerja hukum ini secara singkat yaitu, pemikiran yang paling dominan dan diulang berkali-kali dalam setiap waktu akan menarik pemikiran-pemikiran lain yang selaras sehingga tujuan yang kita pikirkan dan harapkan akan tercapai. Apapun tujuan tersebut, entah itu hubungan asmara, uang / kekayaan, jabatan, atau yang lainnyapun bisa dipadukan dengan hukum ini.

Untuk lebih memahami cara kerja hukum ini, saya menyarankan untuk menonton videonya di youtube dengan keyword: the secret law of attraction.

full movie : https://www.youtube.com/watch?v=baEei3HKGGg

cuplikan videonya : https://www.youtube.com/watch?v=iSJ_sVQa4lE

Video ini, saya rasa cukup bagus untuk ditonton, entah anda yang berkecimpung di dunia politik ataupun tidak karena memang hukum ini bisa diaplikasikan ke bidang apapun. Setelah memahami hukum ini, saya akan mengajak pembaca untuk mendiskusikan bagaimana menerapkan hukum ketertarikan ini demi kesejahteraan Indonesia pada umumnya dan menghilangkan korupsi untuk khususnya.

Sebelum pembahasan lebih lanjut, alangkah lebih bijaksana apabila kita menyelaraskan pemikiran terlebih dahulu sehingga pembaca akan lebih mudah untuk memahami apa yang saya kemukakan. Menurut pembaca, apa itu korupsi dan mengapa kita harus memberantas tindakan korupsi? Pasti tiap-tiap dari anda mempunyai pemikiran yang berbeda-beda untuk mendifinisikan apa itu korupsi.

Ada yang berpikir, korupsi adalah tindakan yang tercela karena merugikan negara. Ada pula yang mengutarakan, korupsi merupakan tindak kejahatan yang harus diberantas karena telah menyusahkan dan mengambil hak masyarakat. Juga, ada pula yang menjawab koruptor itu kayak tikus, semuanya diambil dan dimakan sendiri. Apapun yang anda kemukakan tersebut adalah benar dan dari sini, kita bisa menyimpulkan bahwa korupsi adalah tindakan yang tercela dan harus diberantas, setuju?

Lalu, satu hal yang ingin saya tanyakan, apa yang telah anda kontribusikan untuk mengurangi kasus korupsi? Kebanyakan dari kita akan bungkam, tak bisa menjawabnya karena bagi pemikiran sebagian besar masyarakat (orang awam), korupsi hanyalah wacana di koran dan televisi yang menjadi trending topik pada suatu saat dan akan mereda beberapa hari kemudian.

Sungguh miris memang menyadari kenyataan seperti itu, tapi ya sudahlah. Untuk meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai kasus-kasus politik, seperti halnya korupsi memang tidaklah mudah, tetapi hal itu bukanlah sesuatu yang mustahil. Oleh karena itu, perlu adanya perjuangan dan aksi yang hebat demi tercapainya tujuan tersebut.

Baiklah, karena tidak bisa menanyakan hal tersebut maka saya akan merubah pertanyaan saya. Mungkin ini sedikit menguras otak kita, tapi tak apalah. Pertanyaannya simpel seperti ini: apabila anda diberi kesempatan untuk menentukan sebuah kebijakan dalam hal upaya pemberantasan korupsi, maka apa yang akan anda lakukan?

Apabila upaya-upaya pemberantasan korupsi yang anda ajukan, seperti ini: menyelenggarakan kampanye anti-korupsi, mendemontrasikan tentang gerakan anti-korupsi, memikirkan hukuman dan sanksi yang berat untuk para koruptor, dan lain sebagainya. Apabila anda masih berpikiran seperti itu, saya sarankan anda menonton dan meninjau kembali video yang saya ajukan diatas karena anda belum memahami secara benar ‘Law of Attraction’ ini.

Perlu ditekankan sekali lagi bahwa apa yang difokuskan dari pemikiran kita, entah itu baik atau buruk, hal itu pasti akan terjadi. Oleh karena itu, langkah yang paling tepat untuk menghilangkan korupsi adalah jangan terlalu memikirkan tentang korupsi (seperti yang telah dijelaskan diatas, apabila kita memikirkan suatu hal, entah berharap masuk atau keluar darinya, kedua-duanya akan menghasilkan reaksi yang sama).

Lalu, timbul pertanyaan besar, apakah kita tidak harus memikirkan kasus korupsi, dengan kata lain membiarkan semuanya mengalir apa adanya? Bukan begitu yang saya maksudkan. Maksud saya adalah ubahlah fokus kita dari hal-hal negatif (korupsi) ke hal-hal yang berbau lebih positif.

Sebagai contoh, apabila kita mengetahui faktor terjadinya korupsi adalah ketidakjujuran sudah menjadi hal yang lumrah di masyarakat, maka tindakan yang harus kita lakukan adalah bagaimana menanamkan sifat jujur dengan melakukan tindakan-tindakan yang kongkret di masyarakat. Misalkan saja, dengan mengkampanyekan dan mensosialisasikan betapa pentingnya sifat jujur, mendidik generasi muda untuk selalu berperilaku jujur, memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang jujur agar bisa dicontoh masyarakat, dan sebagainya.

Secara nalar, tujuannya memang terlihat sama dengan kampanye anti korupsi, menempel poster anti kotupsi, membagikan brosur anti korupsi, dan anti korupsi-anti korupsi yang lainnya. Akan tetapi, apabila anda telaah lebih dalam, hasil akhirnya akan jauh berbeda.

Media massa pun turut andil dalam hal pengembangan kasus korupsi. Media massa akan ramai memberitakan pejabat-pejabat penting negara yang terlibat korupsi. Tahukah anda, hal itu malah membuat kasus korupsi semakin banyak dan terstruktur? Mungkin anda akan terkejut menanggapi hal ini, tapi baiklah akan saya jelaskan secara mudahnya.

Misalkan saja, seperti yang kita ketahui, berita di TV sering memberitakan kecelakaan lalu lintas, pembunuhan, dan lain sebagainya. Lalu, apa yang terjadi di dunia nyata, kecelakaan lalu lintas sering terjadi dan pembunuhan-pembunuhan karena hal sepele, betul? Tidakkah anda tahu, hukum ketertarikan berkali-kali terjadi di sekitar kita, hanya saja anda memahaminya atau tidak?

Cukup sekian yang bisa saya utarakan. Mohon maaf apabila tulisannya kurang menarik karena pada dasarnya, saya bukanlah orang dengan latar belakang menulis yang bagus, hanya seorang pengamat yang ingin menyampaikan ide dan berharap ide saya bisa diterima. Sekian dan terima kasih.

 #LombaEsaiPolitik