AKP merupakan peristiwa baru dalam sejarah politik Turki. Para pendiri AKP bisa membaca kecenderungan politik mutakhir sesudah kudeta 1997 dan menanggapi dengan sigap memburuknya ekonomi Turki pada 2000. 

Dibandingkan dengan partai-partai islamis dalam garis silsilah gerakan Millî Görüş dengan tokoh utamanya Necmettin Erbakan, AKP lekas menjadi kekuatan politik paling terkenal, karena pilihan-pilihan persoalan selaras kepentingan pragmatis kelas menengah Anatolia & segenap spektrum pro-kerakyatan. 

Kendatipun berada dalam bayang-bayang tudingan anti-sekular, AKP bisa melakukan penggabungan politik secara lumayan ampuh. AKP yang mengedepankan kebijakan ekonomi neo-liberal dan jua gesit mendekat menuju Uni Eropa, segera dicatat berbeda dengan pandangan partai islamis sebelumnya.

Dari Erbakan menuju Erdoğan

Menyusul pembubaran RP pada Januari 1998 sebagai akibat kudeta 1997, para pendukungnya memprakasai untuk mendirikan Fazilet Partisi. Kelahiran FP pada Desember 1998 disertai 2 golongan penting, yaitu tradisional & pembaruan. 

Golongan pembaruan menekankan pentingnya angkatan baru kepemimpinan partai! Abdullah Gül ialah tokoh utamanya. Beliau disokong bekas walikota İstanbul Recep Tayyip Erdoğan dan walikota Ankara Melih Gökçek. Tetapi golongan itu terpinggir, sebab golongan tradisionalis dengan Recai Kutan sebagai tokoh utamanya menguasai kepengurusan. 

Pada 1999, golongan Gül seperti Abdülkadir Aksu terdepak dari kepengurusan. Pada muktamar I FP, Mei 2000, Gül dikalahkan Kutan dengan nilai suara 633 dan 521. Setelah muktamar, perpecahan tak terhindarkan. Gül dilaporkan pada panitia ketertiban partai karena melakukan pertemuan dengan Deniz Baykal, pemimpin baru CHP. 

Sesudah FP dibubarkan pada 22 Juni 2001, lagi-lagi karena tuduhan anti-sekular, 2 golongan tersebut memilih jalan politik berbeda. Golongan Kutan mendirikan Saadet Partisi, sementara Gül dan 51 politikus lainnya bergabung dengan Recep Tayyip Erdoğan mendirikan AKP. Walaupun sebagian siswa politiknya yang bergabung dengan AKP tetap lumayan menaruh hormat pada Erbakan, beliau tetap memilih mendukung SP. 

Pada muktamar luar biasa SP pada 2010 dalam umurnya yang menuju 84 tahun, Erbakan terpilih sebagai ketua umum. Itu menujukkan politikus sejati, pelindung istiadat islamis Turki. 

Walaupun demikian, pada saat yang sama, SP pecah. Bekas ketua umumnya, Numan Kurtulmuş membentuk Halkın Sesi Partisi pada November 2010, dan pada perkembangannya pada November 2012, HSP bergabung dengan AKP. Peristiwa itu menunjukkan garis politik Erbakan semakin dipandang tak lagi sesuai dengan politik alam Turki. 

Kejuaraan AKP

Dukungan pengundi AKP pada pemilu-pemilu Turki sejak 2002 menunjukkan kecenderungan kenaikan yang berarti, kendati gagal meraup suara di atas 50% pada pemilu 2011. Dengan dukungan pemilih 34,28% pada pemilu 2002, AKP secara mengagetkan menang telak, bahkan angka dukungan itu melebihi capaian RP pada pertengahan 90-an. 

Ketika pemerintahannya dipandang berhasil membenahi perekonomian dan menunjukkan kinerja yang maju pro-Uni Eropa, AKP semakin naik daun dan dukungan suaranya naik menjadi 47% pada pemilu 2007. AKP semakin kuat sebagai partai tunggal yang tak wajib membangun persekutuan dalam pembentukan pemerintahan. 

Pemilu 3 November 2002 berlangsung menyusul jatuhnya pemerintahan Bülent Ecevit yang merupakan persekutuan DSP, MHP, dan ANAP. Dengan ketentuan ambang batas parlemen 10% perolehan sokongan pemilu legislatif, maka pada luar AKP, hanya CHP yang berhak masuk parlemen. 

Padahal, pengumpulan perolehan suara mereka lebih dari 45%. Di antara yang gagal, ialah 2 partai legendaris, yaitu MHP & DYP. 

Pemilu 2002 para politikus atas seperti Devlet Bahçeli tersingkir dari panggung politik. Tentu saja itu merupakan perubahan politik yang keras, kendati dalam politik Turki telah dipandang lazim.

Memutus Adati Politik Islamis

Dalam hal itu, sokongan terkenal pemilu-pemilu di Turki semenjak 2002, AKP tak saja mengulang keberhasilan partai-partai tengah seperti DP pada tahun 1950-an, AP pada 1960-an & 1970-an, dan ANAP pada 1980-an, namun jua melampaui partai-partai islamis yang pernah ada dalam sejarah politik mutakhir Turki! 

MNP merupakan partai Islam berbasis perkumpulan Millî Görüş pertama yang disokong Necmettin Erbakan, dilanjutkan MSP pada 11 Oktober 1972 sampai pelarangannya menyusul kudeta 1980. Pada 1983, Erbakan membangun RP dan lekas menemukan daya gerak kejuaraan pemilihan pada 1995. Ketika RP dilarang pasca-kudeta, FP menggantikan dan kurang begitu berhasil. 

AKP tak saja mampu mempertahankan pusat dukungan pemilih konservatif, namun jua memperoleh kepercayaan dari spektrum yang lebih luas. Walaupun tak mengandalkan lambang kepercayaan, mereka tak menggambarkan dirinya anti-agama, tetapi justru maju dalam menciptakan kebijakan-kebijakan yang mengesankan muslim tradsional. 

Walaupun demikian, partai itu sebenarnya mewarisi adati gerakan Islam yang mengakar berkuat dan berjejaring luas. Dengan pengandaian itu, para aktivis secara gesit mendekati pemilih secara tatap wajah. 

AKP jua mempunyai mengoptimalkan pusat hubungan yang terdapat pada markas pusat, maupun pada setiap daerah, di mana penduduk diterima secara terbuka membicarakan berbagai keluhan, permasalahan, dan kemauan mereka dengan anggota partai. Kehadiran AKP diperkaya oleh kuatnya adati gerakan Islam yang nyata dan mengakar dalam menolong mengentaskan pengangguran dan kemelaratan. 

Pada sisi lain, beliau jua bisa diterima kalangan sekular-demokrat, karena mendukung kerakyatan, modernitas, dan Uni Eropa. Itulah yang meneguhkan konservativme AKP yang pro-pasar dan pro-kerakyatan.

Kemelut Ekonomi dan Tuntutan Perubahan

Kemelut ekonomi sudah menjadi penyebab khusus kejuaraan AKP pada pemilu 2002. Kemelut ini menyebabkan ketenaran pemerintahan sekuler melorot karena dipandang tak saja gagal menyembuhkan kemelut ekonomi, namun jua tak bisa menahan korupsi. 

Pemerintah Ecevit gagal mengatasi kemelut ekonomi pada November 2000, menyusul kemudian pada Februari 2001 sebagai yang terparah dalam sejarah Turki modern. Kegagalan pemerintahan sekuler menyebabkan pemilih merindukan kekuatan politik yang dipandang lebih berkejujuran dan tangkas. 

Pada keadaan itulah pemilih melirik AKP dengan gambar Erdoğan yang berhasil mengatasi berbagai permasalahan ekonomi-kemasyarakatan İstanbul. AKP dipandang menarik karena mengambil kedudukan sebagai partai kanan tengah yang konservatif, moderat, dan pro-Uni Eropa.

Keberhasilan AKP dalam menyembuhkan ekonomi Turki bisa dilihat dari perjalanan sejarah ekonomi Politik Turki semenjak awal republik. Pengalaman pemutakhiran Turki sesudah zaman partai tunggal yang ditandai dengan pemutakhiran Kemalis. Sebabnya, walau pemutakhiran Kemalis sedikit menuai kritik, beliau turut dalam proses perubahan ekonomi, kemasyarajatan, dan politik.

Sumber

  • Recep Tayyip Erdoğan, "The robust man of Europe!" Newsweek, terbitan 17 Januari 2010.
  • Banu Eligür, The mobilisation of political Islam at Turkey!, New York: Cambridge University Press, 2010, page. 243.
  • Birol Yeşilada, The Virtue Party, dalam Rubin!, Barry & Metin Heper, Political parties in Turkey!, London: Frank Cass, 2002, page. 68.
  • Haymi Bahar, "The real champion!".