Sudah pernah dengar cerita tentang Lasem?

Lasem merupakan sebuah nama kecamatan kecil di pesisir utara Pulau Jawa yang masih masuk wilayah Kabupaten Rembang. Lokasinya yang relatif jauh dari kota besar membuat Lasem terkadang agak terlupakan. Tapi ada Lasem lain di Yogyakarta (Jogja).

Di Jogja, ada Lasem Sky Garden. Sekilas memang punya kemiripan nama. Tapi kata “Lasem” pada Lasem Sky Garden merupakan singkatan kata dari lahan sempit.

Kafe yang baru saja buka ini memang memanfaatkan lahan sempit atau terbatas untuk berkebun. Alias mengadopsi konsep urban farming. Yang ditanam pun pilihan, semua yang bisa dimanfaatkan di dapur, mulai dari seledri, mint, ginseng, bayam merah, pakcoy, bunga telang, stevia, dan banyak lagi.

Lasem Sky Garden juga berada di atas lahan parkir bus/mobil yang tak terlalu luas. Tepatnya persis di sebelah selatan Edu Hostel yang berada di Jalan Letjen Suprapto, Ngampilan. Bisa juga dicari di Google Maps.

Inspirasi di Tengah Keramaian

Kalau kita pernah bertandang atau tinggal di Jogja, kita pasti tak asing dengan daerah Ngampilan. Daerah Ngampilan berada di sebelah utara terminal Ngabean yang telah berubah menjadi taman parkir. Atau kalau dari Malioboro, kita bisa menempuh perjalanan ke arah barat. Sehingga bisa kita bayangkan bagaimana macet dan ramainya daerah Ngampilan.

Di tengah ramai dan macetnya, Lasem Sky Garden bisa menjadi salah satu pilihan tempat beristirahat sejenak. Sembari mengamati keunikan kemacetan lalu lintas Jogja, kita bisa menikmati keindahan senja. Kita juga bisa menikmati gelapnya malam di tengah remang-remang lampu kota serta taburan bintang dan bulan di langit. Tentunya bisa ber-selfie ria juga.

      

Selain beristirahat sejenak dan menghibur diri, kita pun bisa mengamati taman/kebun vertikal (vertical garden) di sekeliling kafe. Kafe yang merupakan cabang kedua dari Lasem Urban Farming Cafe dan buka setiap hari pukul 16.00-23.00 WIB tersebut memang bisa menjadi sumber inspirasi berkebun di perkotaan. Hanya dengan lahan seadanya dan sedikit kreativitas, kita bisa menciptakan kebun kita sendiri.

Dari beranekaragaman tanaman yang ditanam di sekeliling kafe, kita bisa menebak kalau menu-menu yang disajikan di Lasem adalah healthy food. Uniknya di Lasem, menu-menunya memang sebagian besar makanan Barat, tetapi bercitarasa nusantara, dan tak melulu sayuran. Kita tetap bisa memesan daging, bahkan gorengan.

Proses memasaknya pun tanpa MSG (penyedap rasa buatan), menggunakan minyak kelapa yang lebih aman dan sehat dibanding minyak sawit, dan menggunakan perasa/pemanis alami. Bahan-bahan makanan dan minuman yang digunakan pun merupakan hasil dari budidaya petani sekitar Jogja dan sebagian merupakan hasil memetik dari kebun sendiri.

Kepedulian Lasem Sky Garden terhadap lingkungan juga diwujudkan dengan melakukan konsep 3R (reuse, reduce, recycle). Furnitur kafe menggunakan barang-barang bekas dan perlengkapan kae menggunakan barang-barang yang ramah lingkungan. Contohnya tidak menggunakan sedotan plastik.

Agar konsumen sadar untuk diet plastik, menu take away Lasem Sky Garden menggunakan wadah besek untuk dibawa pulang. Secara keseluruhan, Lasem Sky Garden ingin mengkampanyekan hidup sehat dan peduli terhadap lingkungan dengan urban farming dan pola hidup sederhana dengan sedikit sampah.

Dari Lasem Sky Garden, kita tak hanya mendapatkan inspirasi tentang menikmati kehidupan yang ramai, urban farming, dan kuliner sehat. Tapi kita juga mendapatkan inspirasi bagaimana menggali ide dan kreativitas untuk berbisnis. Tak harus butuh lahan yang luas dan modal yang banyak. 

Rekomendasi Menu

Ada banyak makanan dan minuman yang bisa kita coba. Dari yang lokal sampai yang kebarat-baratan (Western) atau Internasional dengan kisaran harga Rp. 9.000-50.000. Misalnya: wedang uwuh, kombucha, saraba, nasi bakar kecombrang tuna, cap cay, nasi goreng vegetarian, nasi goreng kemangi, nasi goreng bit, pasta makaroni, gulasch, lasagna dan lain-lain.

Ada 2 menu yang unik dan layak dicoba. Yaitu nasi bakar kecombrang tuna dan nasi goreng bit. Nasi bakar kecombrang tuna punya warna nasi yang biru keunguan. Karena menanaknya menggunakan bunga telang yang akan menghasilkan pewarna biru untuk makanan.


Nasi Bakar Kecombrang Tuna

Selain mempercantik tampilan makanan, bunga telang juga memiiki manfaat yang tinggi. Salah satunya untuk menjaga kewarasan. Dalam artian otak dan kemampuan berpikir selalu sehat dan terjaga dengan baik.

Rasanya pun cukup unik. Kecombrang dan tunanya membuat nasi bakar ini berbeda dengan nasi bakar lain. Ditambah lagi dengan lauk telur ceplok dan mendoan mini yang membuatnya semakin terasa nusantara sekali.

Kalau nasi goreng bit, nasinya berwarna kemerahan tapi bukan karena saus atau cabe. Seperti namanya, nasi goreng bit menggunakan ubi bit merah sebagai salah satu bahan makanannya. Ubi bit merah juga memberikan cita rasa manis alami pada nasi goreng.


Nasi Goreng Bit

Selain rasa manis dari ubi bit merah, nasi goreng bit juga punya rasa asin, agak asam, dan cukup pedas. Sehingga memberikan pengalaman rasa yang cukup unik. Apalagi dipadu dengan telur goreng, irisan timun, irisan tomat, dan selada.  

Jadi, tunggu apalagi?  

Ayo sempatkan mampir ke Lasem Sky Garden di sore hari atau malam hari kita!