Sebelum pulang, sangat tak biasa kulihat seorang kawan berkemas sangat lengkap
Padahal, setelah peperangan di depan komputer seharian
Segalanya kerap teringgal dan dilupakan

Agak terlambat memang
Secangkir kopi dipesan saat senja sudah tak kelihatan
Menarik suatu simpul bahwa cukup lama pertarungan dipertahankan setengah tidur

Kubiarkan
Biarkan kernyit dahi berlalu dalam desing mesin kepulangan di jalanan
Kebenaran akan kopi yang tertutup print out iklan Agustusan itu masih besok siang
Jeda dan antara selalu dibutuhkan untuk menjelaskan rencana dan putusan

Semalam, di pintu sempat kudengar adu tentang waktu
Sesuatu yang sebenarnya sudah lama bisa direka demi tenggat dan cita
Syarat rukun yang masing-masing antara kau dan aku punya daftarnya

Sebenarnya, bukan tak kutangkap pula segala aduan dan keluhan
Begitupun sekadar ihwal harian yang seorang kawan kepada kawannya patut ceritakan
Tetapi hari ini semua masih sama
Perkara yang tersisa di meja adalah tumpukan lagu lama

Itulah mengapa aku lelah
Sepertimu yang merasa senantiasa sia-sia dan rindu rumah
Hanya, kau mesti tahu mengapa kopi di sudut meja masih harus kau siapkan
Bukan semata pagi selalu sepi harapan
Karena yang tak terduga dan mencuri kepala pasti lebih lihai

Lalu kau bertanya sebagai misal
Bagaimana merasakan jalan terjal tapi seolah tak ada satupun perihal
Sayang, kopimu kau biarkan