Era globalisasi dan perkembangan teknologi secara tidak langsung memberikan dampak terhadap kemudahan kelompok tertentu untuk melakukan berbagai aktivitas secara bebas melintasi batas-batas negara berdaulat.

Belakangan ini banyak terjadi akvitas kriminalitas termasuk Indonesia, yang terjadi dalam kurung waktu hampir bersamaan. Setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak berwenang, ternyata aktivitas tersebut merupakan bagian dari terorisme yang merupakan hasil dari radikalisasi terstruktur di suatu wilayah tertentu dan berpengaruh dibeberapa negara didunia termasuk Indonesia.

Radikalisme sendiri merupakan paham atau aliran yang mengingikan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau agresi. 

Esensi radikalisme adalah konsep sikap jiwa dalam mengusung perubahan. Sementara itu Radikalisme menurut beberapa sumber adalah suatu paham yang dibuat-buat oleh sekelompok orang yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara-cara kekerasan.

Apabila dilihat dari sudut pandang keagamaan, dapat diartikan sebagai faham mengacu pada fondasi agama yang sangat mendasar dengan konsep fanatisme keagamaan yang sangat tinggi, sehingga tidak jarang penganut dari paham/aliran tersebut menggunakan kekerasan kepada orang yang berbeda paham/aliran untuk mengaktualisasikan paham keagamaan yang dianut dan dipercayainya untuk diterima secara paksa.

Indonesia sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar didunia dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok radikal tertentu untuk menyebarkan pengaruhnya kepada beberapa kalangan masyarakat yang mudah didokrin untuk ikut terlibat dalam misi radikalisasi yang dirancang secara sistematis.

Bahkan beberapa bulan lalu proses radikalisasi yang berhasil tersebut menyebabkan terjadinya bom bunuh diri dibeberapa kota di Indonesia yang terjadi secara bersamaan.

Fenomena tersebut menyebabkan banyak dari para pekerja sosial yang berpikir untuk menghadirkan resolusi dari akar rumput sebagai sebagai bentuk pencegahan radikalisasi sejak dini dilevel paling bawah dalam struktur sosial yaitu Desa.

Konsep Desa Damai yang telah  diinisiasi oleh Wahid Foundation awalnya menyasar perempuan di tingkat akar rumput untuk bisa lebih mandiri dalam ekonomi maupun dalam kehidupan sosial. Program Desa Damai bertujuan untuk memberikan tingkat harapan hidup lebih besar dan lebih tinggi. 

Dalam program Desa Damai ini ada beberapa komponen yang harus ada. Di antaranya bahwa program tersebut adalah untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan memberi pelatihan wirausaha dan keuangan dan di sisi lain juga membimbing ibu-ibu untuk aktif terlibat menjadi agen perdamaian di desanya masing-masing. 

Ada beberapa indikator yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi Kampung Damai. Misalnya, ada kebebasan untuk menjalankan ajaran agama bagi semua warga, mekanisme penyelesaian masalah di tingkat akar rumput ketika terjadi potensi konflik dan lain-lain.

Program Desa Damai tersebut telah berjalan dan hingga saat ini Wahid Foundation sedang melakukan pendampingan terhadap sekitar 30 kampung damai di tiga Provinsi dan enam kota. Sebanyak sembilan di antaranya telah mendekarasikan diri sebagai Kampung Damai.

Konsep Desa Damai yang yang dirancang oleh Yenny Wahid melalui Wahid Foundation dengan tujuan untuk untuk membangun toleransi sejak dini dilevel masyarakat desa dengan memperoleh pengetahuan agama yang baik serta pemberdayaan ekonomi masyarakat ternyata menjadi perhatian dunia internasional.

Salah satu negara yang meirik konsep Yenny Wahid ini adalah negara Perancis. Yenny Wahid diundang ke sebuah forum yang dibuat oleh Presiden Perancis yaitu paris peace forum (forum Perdamaian Paris) untuk memperkenalkan dan menjelaskan mengenai konsep Desa Damai ini.

Yenny Wahid menjadi satu-satunya anggota Steering Committee Paris Peace Forum dari kawasan Asia Tenggara, Yenny Wahid juga diundang untuk  bicara dalam salah satu sesi tentang Women Deliver Peace, atau peranan perempuan dalam memperjuangkan perdamaian dimana dalam sesi tersebut Yenny Wahid juga memaparkan tentang program konsep Desa Damai. 

Melalui program Desa Damai masyarakat telah dilatih untuk menciptakan sistem deteksi dini ketika ada potensi radikalisme yang terjadi di lingkungan sekitar. Selain itu juga ada program pemberdayaan ekonomi, konsep program Desa Damai juga berisi ceramah mengenai agama.

Dengan menggabungkan kedua komponen ini yakni ekonomi dan agama maka akan mampu mengatasi persoalan mengenai paham radikalisme di pedesaan.

Konsep Desa Damai yang dilakukan dengan pendekatan dominan kepada kaum wanita menurut penulis sangat efektif dan strategis. Dengan pembekalan pengetahuan mengenai konsep perdamaian bisa dimulai dari hal yang paling kecil yaitu lingkungan keluarga.

Sehingga konsep perdamaian yang ideal dapat ditanamkan kepada generasi berikutnya sebagai fondasi yang baik untuk mencegah adanya peluang pihak luar untuk mempengaruhi ataupun mendokrin yang mengarah pada radikasisasi ektrem yang berakhir pada proses terorisme seperti yang telah terjadi selama ini.

Konsep Desa Damai dapat menjadi solusi yang efektif dan strategis untuk menangkal radikalisme jika dalam implementasinya didukung oleh berbagai pihak terutama pemerintah daerah setempat selain itu juga peran aktif setiap warga masyarakat untuk menjadi bagian dari resolusi perdamaian ini.

Konsep Desa Damai yang ditawarkan Yenny Wahid melalui Wahid Foundation menurut penulis dalam implementasinya dapat menjadi best practices in peace tidak hanya di Indonesia tetapi  diberbagai negara didunia terutama yang masyarakatnya beragam etnis dan agama sehingga toleransi sejak dini telah dipraktekan dengan baik.

Yang lebih penting dari itu adalah mencegah kelompok-kelompok extrimis untuk memanfaatkan setiap kondisi masyarakat untuk menjadikan lahan proses radikalisasi yang berujung pada terorisme yang dalam praktenya selalu menimbulakan korban jiwa umat manusia.

Desa Damai menurut penulis adalah salah satu resolusi saat ini dari Indonesia melalui Wahid Foundation untuk perdamaian dunia yang bebas dari radikalisasi yang berujung pada terorisme yang mengancam keselamatan umat manusia.