Apa kabar Indonesia yang katanya merupakan negara penuh kedamaian dan persatuan yang sangat kental, sehingga disegani oleh negara lain. Bagi mereka, dua perbedaan saja susah disatukan, sedangkan kita mampu bersatu walaupun memiliki banyak perbedaan suku, ras dan agama. Sekarang apakah Indonesia masih bisa bersatu seperti dulu? 

Di manakah persatuan rakyat indonesia yang dulu disegani oleh dunia? Sekarang hanya seperti tiang tanpa fondasi, yang mudah diruntuhkan oleh isu-isu kecil.

Di manakah para pemuda indonesia? Kata mantan presiden pertama Ir. Soekarno, sepuluh pemuda kita dapat mengguncangkan dunia. Sekarang ribuan pemuda cerdas hanya mampu diam bagaikan gambar burung garuda yang sekedar menjadi hiasan disetiap ruangan pendidikan dan instansi pemerintahan. 

Bagaimana bisa mengguncangkan dunia, sedangkan isu-isu kecil yang bisa memecah NKRI, para pemuda hanya diam dan tutup mata, bahkan banyak yang ikut serta dalam menebar isu-isu tersebut demi ego yang mereka miliki.

Jangan lagi ceritakan sejarah negara ini kepada para generasi selanjutnya. Persatuan yang menjadi kebanggaan bangsa ini, yang katanya Bhineka Tunggal Ika, kini hanya tinggal sejarah. 

Hentikan omong kosong sejarah itu, ketika dari rakyat hingga ke orang-orang yang duduk di kursi pemerintahan tidak bisa membuktikan persatuan itu kepada mereka. Ceritakan saja sejarah hari ini, tentang Indonesia yang kita cintai mulai rapuh, runtuh dan terpecah. Sehingga tak perlu lagi para negara tetangga untuk segani persatuan kita.

Semua bersatu, tapi bukan bersatu demi kemajuan bangsa. Silahkan kita berkaca pada diri kita masing-masing, kapan kita melihat indonesia bersatu selain dari menonton para TIMNAS sepak bola. Semua bersatu ketika ada suku, ras, agama masing-masing dilecehkan. Sehingga kita lupa filosofi bangsa ini, yang hanya menjadi pertanyaan dalam soal-soal ujian akhir nasional.

Wahai para petinggi negara, para pemimpin yang harusnya mampu menyatukan kita. Apakah kalian tidak bisa menoleh sedikit saja pada rakyatmu ini? Apakah rasa nasionalismu telah tertutup oleh pikiran-pikiran politik demi sebuah jabatan dan kekuasaan?

Tidakkah kalian sadar bahwa kita butuh arahan agar bisa menjaga kesatuan bangsa ini. Kenapa kalian malah membutakan kami dengan ego-ego kekuasaan yang sudah mulai mendarah daging hampir disetiap pemuda bangsa ini. Apakah haus kekuasaan itu yang kalian wariskan kepada kami para generasi bangsa ini?

Wahai para petinggi bangsa indonesia tercinta, berhentilah mempermainkan rakyatmu dengan janji-janji omong kosongmu. Kita para pemuda tidak semuanya buta dan bodoh dalam dinamika politik bangsa ini. 

Silahkan kalian membangun gerbong-gerbong elit kekuasaan, tapi lihatlah rakyatmu yang telah kau butakan demi setiap kepentingan gerbong-gerbong itu. Persatuan dan kecerdasan bangsa kita telah tergadaikan oleh ego kekuasaan kalian. Kita butuh sosok Soekarno yang baru, yang mengorbankan dirinya demi menyatukan bangsa ini. Kita butuh sosok Akbar Tanjung yang baru, yang berjuang demi bangsa ini tanpa haus kekuasaan.

Apakah ada yang sadar kondisi moral generasi saat ini? Para pendiri dan pejuang kemerdekaan bersama ibu pertiwi pun akan menangis melihat Indonesia yang semakin sulit menggapai cita-citanya. Ego suku, ras dan agama dijadikan politik identitas oleh para penguasa. Pendusta jika ada yang mengaku masih berbangsa satu, bertanah air satu, berbahasa satu, tapi masih memilih dengan cara memandang suku, ras dan agama. 

Wahai para generasi milineal yang cerdas, sampai kapan kita hanya menyimpan pengetahuan itu dalam selembar kertas yang kita jadikan pegangan demi mendapatkan sebuah pekerjaan? Bukankah sekarang saatnya kita mengabdikan diri dengan cara kita masing-masing? Menyatukan bangsa ini, bukan melebur dalam perpecahan. 

Bukankah banyak diantara kita telah sadar, bahwa negara ini sudah miskin karakter-karakter pemimpin yang cerdas. Lalu kenapa kita selalu diam? Apakah orang tua kita akan menyesal ketika anaknya berjuang demi bangsa tercinta ini?

Dengan perkembangan sains dan teknologi, yang membuat para generasi milenial dengan mudah menyentuh dunia, harusnya lebih mudah tercipta generasi-generasi cerdas yang mampu mengguncangkan dunia. Jangan hanya sekedar meninggalkan pengetahuan kita dalam selembar kertas, tapi tidak meninggalkan perjuangan untuk bangsa ini. Bukankah dari kecil kita diajarkan berjuang untuk bangsa?

Sekarang bukan sepuluh pemuda yang kita butuhkan agar mengguncang dunia. Tapi kita butuh kesadaran seluruh pemuda cerdas untuk menjaga Bhineka Tunggal Ika, agar dunia tetap terguncang karena persatuan kita. 

Wahai para pemimpin bangsa, kami tahu sejarah perjuangan kalian demi bangsa ini. Maka wariskanlah kepada kami kecerdasan, moral, serta keberanian dalam berjuang demi masa depan indonesia.

Kepada seluruh rakyat indonesia, berhentilah untuk saling menjatuhkan hanya karena berbeda pendapat. Kita adalah rakyat yang merupakan tolak ukur kemajuan bangsa, bukan dari mereka yang duduk dikursi pemerintahan. Biarkan mereka yang tidak bersatu demi kekuasaan, tapi jangan kita terpecah belah hanya karena perbedaan. Padahal perbedaan itu yang menyatukan kita hingga saat ini. 

Percayalah masih banyak yang peduli mencerdaskan bangsa, tanpa harus duduk dikursi pemerintahan. Mereka tidak akan buta dengan kondisi generasi saat ini, mereka adalah pejuang-pejuang cerdas yang akan membuktikan bahwa generasi berikutnya akan menjadikan bangsa ini lebih baik.