Kau,
Yang meneduhkan mata
Adakah benci dalam dirimu
Kekasih yang tak lagi beraga
Terhadap kami orang-orang biadab
Yang telah merampas cinta-cintamu

Kau,
Yang menentramkan jiwa
Adakah kau menangis pilu
Menanggung luka
Atas penghianatan kami
Manusia-manusia yang tak beradab

Atau aku telah salah kira, sebab
Kemasyhuran senyummu takkan sirna
Hanya karena laku gendeng kami
Manusia-manusia yang mengaku mencinta
Padahal telah mengingatmu dalam lupa

Kau,
Mengapa memaafkan kami begitu mudah?
Kau,
Apakah akan membiarkan ini semua?
Menjadi kisah antara "Pecinta" dengan "Pendusta"