Seperti yang kita tau kertas merupakan benda multi-guna yang secara berkala dibutuhkan manusia dan ikut serta dalam kemajuan peradaban dunia, semenjak diciptakan oleh Tsai Lun pria kebangsaan China pada saat itu juga kertas menjadi genderang penanda pergerakan peradaban dunia menjadi lebih maju.

Sebelum ditemukannya kertas, pesan dan komunikasi tulisan dipahat di dinding goa, lempengan batu, lempengan logam, batang bambu, kulit hewan, kulit kayu, hingga kain sutra. Melihat banyaknya temuan berupa tulisan di berbagai media membuat penulis berpendapat bahwa manusia adalah mahluk yang gemar menulis.

Sehingga saat kertas menyebar tidak sulit bagi kertas untuk diterima dan masuk di setiap tatanan masyarakat saat itu. 6 abad setelah China menggunakan kertas Kekhalifahan Islam di Baghdad berhasil mendapatkan teknik pembuatan kertas China, dan menyebarluaskan di wilayah arab.

Lalu 4 abad setelahnya Eropa pun mendapatkan teknik tersebut hasil dari interaksi mereka dengan peradaban Islam Arab, selama 10 abad lamanya kertas memegang peran penting dalam memajukan 3 peradaban besar itu.

Pada abad ke-17, Nicholas Lois Robert berhasil menciptakan Fourdrinier yaitu alat pencetak kertas paling modern saat itu dan pada abad ke 19 bersamaan ditemukannya alat tulis berupa pulpen dan pensil, harga kertas menjadi terjangkau dan buku-buku menjadi mudah didapat menjadi penanda dari ilmu pengetahuan dan peradaban dunia menjadi semakin berkembang.

Sejarah singkat yang penulis uraikan diatas sebagai bukti bahwa kertas telah berjalan begitu lama bersamaan dengan peradaban dunia yang semakin modern kegunaan kertas juga semakin bervariasi.

Zaman now adalah istilah yang berasal dari kata “kid’s zaman now” yang digunakan untuk menyinggung kelakuan remaja masa kini, penulis menggunakan istilah zaman now sengaja untuk menyinggung apakah di zaman ini kertas masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kita hidup di era-digital dimana setiap pekerjaan manusia tidak lepas dari bantuan teknologi seperti gadget, smartphone, laptop dan lain sebagainya. Kemajuan teknologi itu juga menggeser kegunaan kertas di kehidupan sehari-hari, seperti yang kita tahu sebelum adanya teknologi berupa Handphone untuk mengirim pesan kita sering menggunakan kertas untuk berkirim pesan, bahkan sampai terciptanya lapangan pekerjaan baru dari kegiatan kita berkirim pesan menggunakan kertas tersebut.

Semakin berkembangnya teknologi maka semakin dipermudahnya kegiatan manusia sehari-hari namun kemajuan teknologi juga berarti akan terjadinya penggeseran teknologi yang lama bahkan menggantikan peran manusia dalam suatu pekerjaan, hal ini dapat dikaitkan dengan efek negatif perkembangan teknologi.

Selama berabad-abad lamanya kertas telah ikut berperan dalam pekerjaan manusia contoh yang paling sering kita lihat yaitu kertas sebagai alat tukar atau yang sering kita sebut uang kertas, namun zaman now muncul istilah baru yaitu e-money yang menjadi penanda secara perlahan peran kertas dalam perekonomian akan tergeser.

Selain contoh yang penulis sebutkan diatas terdapat banyak peran kertas lain yang mulai digeser kegunaannya salah satu contohnya ialah kertas sebagai media ilmu pengetahuan yaitu buku, di zaman now muncul istilah e-book atau buku elektronik yang mempermudah manusia mendapatkan buku yang dia inginkan.

Seperti yang diuraikan penulis diatas menunjukkan bahwa peran kertas mulai tergeser oleh kemajuan zaman, lalu muncul sebuah pertanyaan di benak penulis “Apa kertas masih memiliki peran di zaman sekarang?”

Melihat zaman yang semakin maju dan seolah mempermudah kehidupan tampak jelas kalau generasi saat ini jauh lebih menyukai memegang gadget dari pada selembar kertas walau penulis tidak menampik bahwa gadget mempermudah kegiatan sehari-hari termasuk penulis, namun pantaskah anak-anak yang bisa dikatakan berusia belia lebih didominasi oleh gadget dari pada kertas.

Penulis berpendapat semakin majunya teknologi harus diiringi oleh majunya pemikiran individu dan menurut pengalaman penulis bahwa kertas jauh lebih baik dalam mengembangkan pemikiran seseorang dibandingkan dengan gadget, karena jika dilihat dari generasi sekarang yang didominasi oleh gadget mereka sangat minim bahkan hampir tidak pernah mendapatkan pengawasan dari orang yang lebih tua, padahal bukan hanya efek positif yang bisa didapatkan dari gadget tersebut.

Jika kita berbicara soal kertas maka kita berbicara mengenai sumber daya pemikiran, di setiap zaman selalu lahir filsuf dan para penemu namun di masa lalu mereka terbentur oleh sulitnya media penyebarluasan informasi, sangat disayangkan jika zaman now yang banyaknya penunjang berupa media penyebarluasan informasi tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Jika di masa lalu teknologi yang paling sering digunakan adalah kertas dapat membuat kemajuan pada peradaban dunia hingga seperti yang kita lihat sekarang seharusnya dengan banyaknya media penyebarluasan seperti saat ini seharusnya kita sebagai generasi yang hidup saat ini bisa memajukan peradaban lebih baik dari pada pendahulu kita.

Zaman now era dimana teknologi sudah sangat maju dan kehidupan manusia semakin dipermudah, meskipun banyaknya teknologi baru yang mencoba menggantikan kebutuhan kertas di masyarakat namun begitu kertas masih dibutuhkan dalam masyarakat, hal tersebut dapat dilihat dari masih banyaknya kertas di lingkungan sekitar kita.

Peran kertas di masyarakat juga tidak begitu saja digeser karena kertas sudah berabad-abad lamanya menemani perjalanan manusia, membuat beberapa manusia menjadi kecanduan akan bau kertas tersebut termasuk penulis, meskipun begitu terdapat kemungkinan akan terciptanya zaman dimana masyarakat benar-benar tidak menggunakan kertas lagi.

Peran Kertas di zaman now mengalami beberapa perubahan jika dulu kertas sering digunakan sebagai alat menulis, membaca, dan bertukar informasi, di era-digital seperti sekarang ini peran kertas sudah mulai tergeser oleh teknologi dari peran utama menjadi pendamping atau hanya sebagai alat menunjang kehidupan.

Hal ini dapat terlihat dengan pasti di kawasan perkantoran pada tahun 70’an saat kebutuhan akan kertas sangat tinggi karena mesin photocopy yang sempat booming saat itu, mari kita lihat kawasan perkantoran pada era-digital saat ini hampir semua kegiatan menulis, membaca, dan berbagi informasi yang sempat dilakukan dengan kertas sudah mulai digantikan dengan komputer dan teknologi modern lainnya.

Dengan banyaknya teknologi baru yang bermunculan keberadaan kertas di masyarakat akan semakin terancam, meskipun begitu yang pada kenyataannya kertas masih jadi primadona di kalangan masyarakat, hal ini dapat dilihat dari kegiatan transaksi atau jual beli dalam kehidupan sehari-hari lebih sering menggunakan uang kertas sebagai alat pembayaran dari pada e-money menunjukkan bahwa masyarakat belum menerima secara utuh system pembayaran elektronik atau e-money tersebut.

Dan dalam bidang pendidikan penulis berpendapat bahwa pembelajaran dengan metode buku jauh lebih aman dari pada menggunakan internet, terlepas dari pendapat penulis kertas selama berabad-abad lamanya sudah berhubungan dengan kalangan akademisi dab sudah sangat diterima di kalangan masyarakat yang lain.

Peran kertas sendiri pada zaman now yang penulis dapatkan ialah sebagai alat tukar (uang kertas), kertas bacaan atau buku, kertas pembungkus, kertas pembersih atau tisu, dan sebagainya. Meskipun begitu dengan kemajuan teknologi dan peradaban cepat atau lambat pasti akan terciptanya masyarakat tanpa kertas, terlepas baik atau buruknya kemajuan teknologi.

Penulis berpendapat bahwa kertas harus tetap ada sebagai penunjang kehidupan masyarakat dan inovasi akan teknologi baru harus tetap berjalan agar terciptanya kehidupan yang lebih baik lagi.

Meskipun begitu lebih mudah berbicara dari pada melakukan kertas sendiri terancam keberadaannya karena masyarakat berpaling dari kertas ke teknologi yang lebih baru, dengan semakin majunya teknologi yang ada kertas akan menjadi langka bahkan punah keberadaannya di masyarakat, maka pendapat penulis akan sulit untuk menjadi kenyataan. Walaupun pasti ada kalangan masyarakat yang tidak akan meninggalkan kertas tetapi lambat laun kertas pasti akan menjadi produk yang sulit didapat.

Kertas mulai menuju kepunahan yang menentukan tetap ada atau tidaknya kertas adalah masyarakat, apakah kertas harus dipertahankan atau ditinggalkan itu semua bergantung kepada masyarakat sendiri, penulis berharap yang terbaik yaitu kertas tetap ada dan tetap memiliki peran di kehidupan masyarakat bukan hanya sebagai pajangan yang menjadi koleksi Museum.