Kertas merupakan bahan tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari Pulp. Pulp adalah hasil dari pemisahan serat dan bahan baku berserat (kayu maupun non kayu) melalui berbagai proses pembuatannya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kertas merupakan barang lembaran dibuat dari bubur lumpur, jerami, kayu dan sebagainya yang biasa ditulisi atau untuk kertas pembungkus dan sebagainya.

Adanya kertas merupakan sebuah langkah revolusi baru di dalam dunia tulis menulis yang memberikan arti besar dalam peradaban dunia. Kertas sendiri mempunyai banyak fungsi seperti, media untuk menulis, mencetak, melukis, bahkan sebagai kertas pembersih (tissue).

Bangsa-bangsa dahulu sebelum ditemukannya kertas, mereka menggunakan tablet yang terbuat dari tanah lempung yang dibakar sebagai media tulis. Selain hal itu, pada zaman sejarah kuno/purbakala klasik sekitar tahun 105 sesudah masehi dan seterusnya, pembuatan media tulis dibuat dari berbagai tanaman yang berserabut.

China, Kertas, dan Kebangkitan Peradaban Dunia

Negara China sebelum menemukan kertas, menggunakan buku-buku yang terbuat dari bambu. Namun hal tersebut tidak efektif dan efisien karena buku-buku semacam itu mempunyai berat dan sulit untuk dibawa. Sedangkan di dunia barat, sebelum kertas diperkenalkan kebanyakan buku ditulis diatas perkamen atau vellum yang dibuat dari kulit domba atau sapi.

Tercatat dalam sejarah bahwa peradaban cina yang menyumbangkan kertas bagi dunia pada masa kekaisaran Dinasti Han (202 SM - 220 SM), Seorang pejabat bernama Tsai Lun merupakan orang pertama yang membuat kertas dengan menggunakan beberapa pohon. Seiring berjalannya waktu, produksi kertas disempurnakan dengan menggunakan bambu sebagai bahan baku dasar karena hal tersebut mudah didapatkan di daratan china.

Selama beratus-ratus tahun pada zaman sejarah kuno, peran kertas semakin intensif dilakukan penggunaanya merebak keseluruh china menggantikan peran lempengan bambu dan lembaran sutera, bahkan kertas dijadikan sebagi pembayaran retrebusi kepada pemerintah saat itu hingga kemudian proses pembuatan kertas menyebar ke Korea sampai ke Jepang di awal zaman pertengahan.

Cerita Kertas di Zaman Pertengahan

Teknik pembuatan kertas jatuh ditangan orang-orang arab pada masa Abbasiyah saat kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam pertempuran Sungai Talas tahun 751 Masehi (Zaman Pertengahan) dimana tawanan-tawanan perang China mengajarkan cara membuat kertas hingga akhirnya pabrik kertas pertama didirikan di Samarkand.

Pada abad ke-8 dan 9, Orang-orang Arab semakin berkembang dan intens dalam pembuatan kertas, Bangsa Arab juga menggunakan kertas untuk mendokumentasikan Ayat-ayat Suci dan karya-karya penting lainnya, dan menjilid buku dengan dijahit memakai benang sutra.

Peran kertas dalam membawa perubahan terhadap peradaban dizaman pertengahan menunjukkan kemodernan pada masa itu. Perkembangan industri kertas dan kebutuhan akan kertas yang semakin besar mengakibatkan berdirinya toko-toko buku di Maroko di abad 12.

Pembuatan kertas menandai sebuah revolusi sosial di dunia Arab, Masyarakat muslim menggunakan kertas untuk membuat buku. Buku-buku inilah yang kelak menjadi sarana pengembangan ilmu pengetahuan pada abad pertengahan. Jutaan buku dihasilkan oleh peradaban Islam yang hasilnya masih bisa dilihat sampai hari ini. Kertas telah menandai revolusi ilmu pengetahuan di dunia Islam pada masa itulah budaya literasi berkembang luas.

Pada masa kejayaan Islam, Buku merupakan barang  yang tidak dikenai pajak. Pada masa itu umat Islam menjadi masyarakat yang mempunyai kebiasaan membaca buku hal ini terjadi sebab peran  kertas dalam membawa perubahan dizaman pertengahan.

Peran Kertas pada Zaman Awal Modern

Pembuatan dan industri kertas di Eropa pada Zaman Awal Modern atau abad 13 - 18 bermula dari Spanyol dan Sisilia pada abad ke 10 oleh kaum muslim yang tinggal disana, Kertas kemudian mulai dikenal di Italia dan Selatan Prancis sampai di Jerman pada tahun 1400.

Pada masa abad pertengahan di Eropa, pembuatan kertas secara manual memanfaatkan tenaga air adalah penemuan teknologi percetakan printing press dan revolusi percetakan pada abad ke 15 yang berkontribusi atas penyebaran kertas yang sangat pesat di Eropa. Untuk pertama kalinya, Buku dapat diproduksi secara misal sehingga dibutuhkan kertas murah dalam jumlah yang banyak menggantikan perkamen yang mahal.

Untuk memenuhi permintaan yang meningkat ini, pembuat kertas dituntut untuk mempercepat dan meningkatkan produksi, tetapi tidak terlihat adanya terobosan hingga abad 17 ketika Nicholas Luis Robert dari Prancis mematenkan sebuah mesin yang menggunakan belt kawat mesh yang bergerak menggantikan fungsi cetakan kertas sehingga dapat dihasilkan kertas secara kontinu dan dalam jumlah besar.

Peranan kertas pada zaman awal modern telah mendorong pembuatan mesin cetak yang membawa perubahan terhadap peradaban sebelumnya saat menulis kertas secara manual.

Jejak Kertas di Zaman Modern dan Post-Modern

Pada tahun 1800, Matthias Koops dari London meneliti ide menggunakan kayu untuk membuat kertas, dan membuat bisnis percetakan setahun kemudian. Namun, usahanya gagal karena biaya tinggi pada waktu itu.

Selanjutnya pada tahun 1840-an, Charles Fenerty di Nova Scotia dan Fredrich Gottlob Keller di Saxony menemukan sebuah mesin yang sukses mengekstrak serat dari kayu dan membuatnya menjadi kertas. Kertas berbasis kayu menciptakan transformasi besar untuk ekonomi dan peradaban abad ke-19. Dengan murahnya harga , maka buku sekolah, buku fiksi/nonfiksi, dan surat kabar bermunculan pada tahun 1900.

Peran Kertas berbasis kayu juga memudahkan penyimpanan buku harian atau penulisan surat, sehingga pada tahun 1950-an para penulis menjadi sebuah profesi khusus dijaman itu dan pada tahun 1880-an, proses kimia dalam pembuatan kertas mulai digunakan. (Sumber : Wikipedia.org)

Di era post-modern, kehidupan manusia dimanjakan oleh teknologi dan tentunya ini akan mempermudah mereka dalam mengakses berbagai informasi yang diinginkan. Saat ini, Peran kertas menjadi saksi akan banyaknya sejarah dan peristiwa penting di Indonesia, diantaranya mengabadikanide dan buah pikir pada tiap lembarannya bahkan dalam proses belajar mengajar.

Peran kertas juga telah menjadi alat dari komunikasi antar manusia hingga saat ini bahkan selembar kertas menjadi saksi dari kemerdekaan bangsa Indonesia pada tahun 1945 dan masih banyak lagi catatan-catatan sejarah yang dituangkan dalam selembar kertas.

Hingga saat ini di era Post-Modern menggantikan era modern, peran kertas tehadap kontribusi pada perdaban dalam membawa perubahan masih tidak dapat dipisahkan sejak manusia lahir peristiwanya dicatat pula diatas selembar kertas, begitupula dalam proses pernikahan dan sebgainya.

Sinar Dunia yang merupakan salah satu produk kertas telah menemani bangsa ini kurang lebih dalam kurun waktu selama 40 tahun lamanya, menjadi sebuah media dalam berbagai bentuk ekspresi kepenulisaan di jaman post-modern ini. Sebagai penulis, tentunya tanpa peranan dari sebuah kertas maka bagaikan bernafas tanpa udara yang memberikan sebuah semangat dalam menuangkan goresan-goresan tangan pada lembaran-lembaran kertas.

Peran Kertas di era post-modern saat ini telah memberikan kontribusi yang nyata terhadap kemajuan dan perkembangan perekonomian masyarakat, pabrik-pabrik kertas yang dibangun mempekerjakan ribuan tenaga kerja yang berasal dari masyarakat sekitar, usaha fotocopy yang kian menjamur diberbagai kota menandakan arti peranan penting dari sebuah kertas, perkembangan rumah makan yang menjadikan kertas sebagai wadah dalam mengemasi serta penggunaan dan permintaan kertas dalam bentuk tisu yang semakin tinggi dikalangan masyarakat.

Tantangan Kertas dimasa mendatang akan semakin berat, dengan berbagai kemajuan teknologi membuat sebagian kalangan beropini bahwa peranan kertas mulai tergantikan meskipun demikian, keberadaan kertas masih sangat dibutuhkan. Penghapusan kertas juga bisa berdampak besar terhadap perekonomian, khususnya pada sektor usaha rumahan dan perdagangan.

Seperti yang dituturkan oleh ketua umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), Arya Warga bahwa permintaan kertas juga mengalami peningkatan seiring dengan kebutuhan dunia yang tumbuh pesat, terutama kertas karton untuk kemasan. walaupun permintaan kertas untuk penerbitan saat ini stagnan dan kertas Koran yang menurun, disisi lain kertas kemasan dan tissue mengalami pertumbuhan yang masih baik. (sumber : Bisnis.com).