Kertas adalah benda tipis yang dihasilkan dari pengolahan bahan baku kayu dan bukan kayu. Pada umumnya industri kertas cenderung menggunakan bahan baku kayu sebagai bahan baku pembuatan kertas. Bahan baku kayu yang digunakan untuk membuat kertas adalah kayu keras dan kayu lunak. Jenis kayu yang dibutuhkan untuk bahan baku pembuatan kertas merupakan jenis kayu yang mendandung komponen selulosa, hemiselulosa, lignin dan ektraktif.

Bahan baku pembuatan kertas yang bersumber dari kayu tentunya tidak boleh dihindari dari tindakan penebangan pohon. Penebangan pohon yang dilakukan oleh industri kertas kemudian membawa dampak terhadap pertumbuhan hutan dan mengancam kelestarian lingkungan hidup. Namun dari sisi lain, kertas memiliki fungsi yang sangat penting dalam kelangsungan hidup manusia.

Kertas merupakan media yang digunakan manusia untuk menulis, menggambar, melukis dan mencetak. Kertas juga merupakan bahan-bahan utama yang digunakan sebagai pembungkus berbagai jenis makanan. Bahkan selain kegunaan yang disebutkan di atas,  kertas masih memiliki banyak kegunaan penting.

Mencermati dan mengilas balik kedua hal di atas, di satu sisi perlindungan lingkungan hidup merupakan hal yang perlu kita jaga dan di sisi lain kita membutuhkan kenyamanan untuk kelangsungan hidup. Maka kita harus memikirkan solusi terbaik. Kita harus memikirkan bagaimana menjaga kenyamanan hidup dan bagaimana pula melindungi lingkungan hidup. Kita harus berdiri di tengah-tengah kedua hal ini.

Kehadiran era digital dan internet telah menggantikan banyak peran kertas dalam kelangsungan hidup manusia, seperti halnya kegunaan kertas sebagai media cetak, media baca dan pertukaran informasi.

Era digital dan internet berperan meminimalisasi penggunaan kertas, namun tidak berarti bahwa penggunaan kertas dalam fungsinya sebagai media menulis, menggambar, melukis dan mencetak serta fungsi lainnya dapat diakomodasi secara keseluruhan dengan kehadiran era digital dan internet.

Kondisi yang menyebabkan era digital tidak dapat mengakomodasi secara keseluruhan penggunaan kertas sebagai media menulis, menggambar, dan melukis adalah banyaknya daerah yang belum terjangkau oleh jaringan internet, perangkat digital yang belum tentu dimiliki oleh setiap individu dan banyaknya manusia yang belum mampu mengoperasikan internet atau menggunakan alat digital sampai sekarang ini. Ditambah dengan alasan kecenderungan atau kebiasaan personal yang  memilih untuk menulis, menggambar dan melukis di atas kertas.

Kehadiran taman bacaan masyarakat dan pustaka bergerak yang didirkan oleh relawan dan pegiat literasi di Indonesia akhir-akhir ini menunjukkan peran kertas yang tidak dapat diremehkan. Buku yang didonasikan oleh individu atau kelompok kepada taman bacaan dan pustaka bergerak merupakan hasil dari percetakan yang menggunakan kertas sebagai media utama.

Menurut data rekapitulasi kiriman buku gratis sehari melalui PT. Pos Indonesia mulai bulan Juni-November 2017 mencapai 71.794 Kg, belum termasuk pengiriman buku yang menggunakan jasa pengiriman lain. Kondisi ini mendukung pernyataan di atas bahwa digital dan internet dalam perannya sebagai media menulis, menggambar dan penyedia bahan bacaan belum dapat menyingkirkan peran kertas dalam kelangsungan hiudp manusia.

Berdasarkan pendapat di atas, dapat dikemukakan bahwa kehadiran era digital dan internet tidak dapat menjadi solusi satu-satunya untuk menggantikan peran kertas dalam kelangsungan kenyamanan hidup manusia. Karena kertas memiliki multi peran yang tidak dapat dipisahkan sebagai kebutuhan manusia.

Peran kertas dalam kehidupan manusia dan pentingnya melindungi hidup memacu kita untuk memikirkan upaya-upaya untuk menemukan solusi. Maka solusi alternatif yang dapat dilakukan untuk meminimalisasi penggunaan kertas dan mengurangi ancaman terhadap lingkungan hidup adalah:

Meminimalisasi Penggunaan Kertas

Upaya-upaya efektif untuk meminimalisasi penggunaan kertas adalah, sebagai berikut:

Memberdayakan perpustakaan daring sebagai wadah bahan bacaan bagi pengguna internet. Menyediakan berbagai bahan bacaan yang menarik dan mudah dikases.

Memkasimalkan penggunaan perangkat digital dan internet untuk mengakses dan menyampaikan informasi, seperti: mencari informasi melalui mesin pencarian Google, menyebarkan informasi melalui internet, mengirim surat dengan menggunakan surat elektronik dan lain sebagainya.

Menerapakan penyelesaian/persyaratan dokumen atau pemberkasan secara digital, seperti: menandatangani dokumen secara digital sehingga tidak perlu dicetak.

Menghadirkan perangkat digital dan internet secara merata di berbagai daerah, seperti membangun akses jaringan telepon atau internet.

Menggunakan kertas dua sisi, seperti: mencetak dokumen dengan menggunakan dua sisi kertas.

Menggunakan kertas pembersih dengan efektif dan tepat guna, seperti: penggunaan tisu untu membersihkan wajah harunya dapat digunakan secara timbal balik.

Menyederhanakan/Meminimalisasi penggunaan kertas sebagai alat pembungkus, seperti: pembungkus nasi tidak perlu dilapis, membungkus kado dengan kertas koran lama atau membungkus nasi dengan daun pisang.

Memanfaatkan kertas bekas sebagai media pembelajaran, seperti: penggunaan halaman belakang kalender yang tidak terpakai untuk mengganti peran kertas plano atau kertas manila dalam kegiatan pembelajaran.

Di samping kedelapan solusi alternatif tersebut di atas yang merupakan wujud tindakan nyata dalam meminimalisasi penggunaan kertas, upaya lainnya yang dapat dilakukan dalam meminimalisasi penggunaaan kertas yakni memberikan dukungan moril terhadap komunitas atau organisasi  yang menyuarakan gerakan meminimalisasi penggunaan kertas karena kehadiran mereka mendorong pengetahuan masyarakat terhadap damapak penggunaan kertas terhadap lingkungan hidup.

Meminimalisasi Ancaman Lingkungan Hidup

Sebagaimana dipaparkan di atas bahwa bahan baku kertas yang bersumber dari kayu tidak dapat dihindarkan dari tindakan penebangan pohon, maka solusi pengendalain yang dapat dilakukan untuk melindungi lingkungan hidup dan memnimalisasi ancaman adalah sebagai berikut:

Perusahaan/Industri kertas menggunakan bahan baku bukan kayu sebagai bahan baku pembuatan kertas, seperti tanaman padi, rumpu alang-alang, tifa dan batang pisang dan lain sebagainya (Yudi, 1998).

Perusahaan/Industri kertas perlu melaksanakan tindakan nyata penanaman pohon untuk mengimbangi penebangan pohon atau menjaga/melindungi kelangsungan hidup manusia.

Pemerintah wajib melakukan pengawasan ketat terhadap lingkungan sehingga dapat meminimalisir kegiatan perusahaan/industri kertas yang kemungkinan dapat melakukan penebangan habis terhadap hutan primer seperti yang dikritik oleh kelompok pemerhati lingkungan yaitu Natural Resources Defence Council.

Pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap kegunaan kertas dan pemerintah harus menyadari pula bahwa perlindungan lingkungan hidup sangat penting sehingga pemerintah wajib merumuskan peraturan atau undang-undang yang mengambarkan batasan yang jelas dan pedoman tindakan yang dapat dilakukan oleh industri kertas dalam penebangan pohon, seperti: UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi  Alam Hayati dan Ekosistemnya, UU No. 5 tahun 1994 tentang Konvensi PBB mengenai Keanekaragaman Hayati, UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Masyarakat wajib menyadari bahaya ancaman lingkingan hidup atas penggunaan kertas dan upaya yang seharusnya dilakukan untuk melindungi lingkungan hidup, seperti: melaksanakan program penanaman pohon.

Melaksanakan keempat upaya tersebut di atas dapat meminimalisasi ancaman lingkungan hidup yang diakibatkan oleh penebangan pohon untuk kebutuhan pembuatan kertas. Dengan kata lain, persedian kertas dengan multi perannya tetap dapat memberikan kenyamanan bagi kehidupan manusia.

Melindungi lingkungan hidup merupakan tanggung jawab kita bersama bukan hanya tanggung jawab perusahaan atau pemerintah, karena penikmat produk kertas adalah kita. Kertas adalah pendukung kenyamanan kelangsungan hidup manusia.

Sehingga upaya-upaya pendendalian wajib dlakukan oleh semua pihak untuk mengimbangi penebangan pohon oleh perusahaan kertas dan menikmati manfaat kehadiraan kertas. Upaya dalam sisi lain yang harus dilakukan adalah melakukan tindakan nyata untuk meminimalisasi penggunaan kertas dalam kehidupan kita.