Kertas adalah benda tipis yang dihasilkan dari proses pengolahan bahan baku yang berasal dari kayu. Kertas merupakan produk yang memiliki multi fungsi dalam kehidupan manusia sehingga kertas mustahil kehilangan fungsinya dalam kehidupan manusia. Istilah Frederick Wilfrid Lancester yang meramalkan bahwa akan hadir sebuah masyarakat yang tidak lagi menggunakan kertas sebagai medium tulis, baca, dan pertukaran informasi bahkan belum dapat kita terima secara mutlak.

Masyarakat Pulau lompat batu yang dikenal dengan nama Pulau Nias termasuk masyarakat yang mungkin belum dapat menerima secara mutlak istilah Frederick Wilfrid Lancester. Di samping pulau Nias, mungkin beberapa daerah terpencil atau tertinggal lainnya di wilayah Indonesia akan memiliki pendapat yang sama. Tidak dapat menerima secara mutlak istilah yang dimaksudkan oleh Frederick Wilfrid Lancester disebabkan oleh alasan-alasan yang logis dan dapat diterima. Masyarakat pulau lompat batu hingga detik ini masih menggunakan kertas sebagai medium tulis, baca dan pertukaran informasi. Fungsi kertas masih berada jauh di atas perangkat digital dan internet. 

Fungsi kertas sebagai medium utama

Fungsi kertas untuk menulis, membaca dan menukar informasi memegang peran utama dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat atau anak-anak di tanah pulau lompat batu. 

Kertas adalah medium utama untuk menulis pada berbagai tingkat pendidikan. Wujud kertas sebagai media tulis tersebut dapat kita lihat dalam wujud buku tulis atau buku gambar anak-anak sekolah. Sampai saat ini tidak ada satu sekolah pun di pulau Nias yang melaksanakan proses pembelajaran secara tetap dengan menggunakan alat digital atau internet bahkan sekolah di daerah perkotaan yang kemungkinan memiliki ketersediaan akses digital atau inernet masih melaksanakan kegiatan menulis dengan menggunakan medium kertas. 

Kertas adalah medium utama untuk membaca. Penghuni pulau lompat batu masih didominasi oleh masyarakat yang belum mampu menggunakan perangkat digital dan mengakses internet. Ditambah banyaknya masyarakat yang belum memiliki perangkat digital dan akses internet yang dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi, sehingga kebanyakan orang masih melakukan kegiatan membaca dengan menggunakan buku yang merupakan gabungan lembaran-lembaran kertas. Anak-anak yang rata-rata belum layak umur ataupun belum mampu menggunakan internet menggunakan berbagai buku untuk membaca baik sebagai kesenangan maupun untuk kebutuhan pengetahuan. 

Kertas adalah medium utama untuk menukar informasi. Dalam kehidupan masyarakat pulau lompat batu bertukar informasi kebanyakan dilakukan dengan menggunakan medium kertas. Kondisi ini disebabkan oleh faktor yang sama dengan faktor yang digambarkan di atas yakni banyaknya masyarakat yang belum mampu menggunakan perangkat digital dan mengakses internet atau belum memiliki perangkat digital dan akses internet yang dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi.

Kertas dengan fungsi lainnnya seperti bungkusan, kemasan, kantongan, medium cetak, dan alat pembersih hingga saat ini tidak dapat terselesaikan dengan kehadiran era digital dan internet.

Keempat fungsi kertas di atas memberikan gambaran realita terhadap fungsi kertas yang sangat mendukung kehidupan masyarakat atau anak-anak pulau lompat batu. Keempat fungsi tersebut juga menjadi alasan pendukung pernyataan di atas terkait tidak dapat diterimanya secara secara mutlak istilah masyarakat tanpa kertas di era digital ini.

Kerinduan terhadap kertas 

Pulau Nias yang dikategorikan oleh Pemerintah Indonesia  dengan istilah daerah tertinggal, terdepan dan terluar bukan merupakan keputusan yang bertujuan merendahkan. Ini adalah realita dan keadaan yang sejujurnya untuk menyatakan kondisi pulau Nias yang terkenal dengan lompat batunya. Di pulau ini kemajuan tidak berjalan pesat seperti yang dirasakan oleh daerah-daerah maju. Begitu pula dengan kehadiran era digital dan internet yang perkembangannya cukup lambat di pulau ini.

Kenikmatan era digital dan internet sebagai media yang menyediakan berbagai wadah pengetahuan tidak dapat dinikmati oleh kebanyakan masyarakat. Lalu, bagaimana kami tidak merindu buku dengan lembaran-lembaran kertas yang berisi kelucuan, cerita, informasi dan pengetahuan. Masyarakat pulau Nias tentu tidak ingin didiskriminasi dalam hal mendapatkan akses terhadap informasi dan pengetahuan. 

Kehadiran beberapa taman bacaan dan perpustakaan telah menjadi wadah untuk membantu anak-anak pulau dalam mendapatkan informasi, pengetahuan dan menikmati kesenangan melalui ketersediaan buku. Buku yang berisikan karya tulis yang menarik dan berkualitas memberikan mereka makna dan nikmat kehidupan. Banyak anak-anak pulau yang terus merindukan buku-buku yang dapat membantu kemajuan mereka termasuk dalam hal menggunakan perangkat digital dan internet pada masanya. 

Masyarakat dan anak-anak yang memiliki kondisi kesulitan dalam mengakses atau memperoleh perangkat digital dan internet serasa tidak adil jika tidak diperhatikan. Masyarakat dan anak-anak yang dapat mengakses atau memiliki perangkat digital mungkin tidak merindu kertas sebagai medium tulis, baca dan menukar informasi tetapi masyarakat  dan anak-anak yang kesulitan dalam mengakses atau memperoleh perangkat digital dan internet sangat merindu kehadiran kertas sebagai medium mereka untuk berekspresi.

Perlindungan Lingkungan Hidup

Zaman tanpa kertas merupakan harapan semua manusia terhadap perlindungan lingkungan hidup. Kertas yang berbahan baku kayu dan berasal dari penebangan pohon tentu dapat membawa dampak atau bahaya terhadap kerusakan lingkungan hidup, bahkan berpotensi mengancam keselamatan manusia. Upaya-upaya perlindungan dan pencegahan terhadap lingkungan hidup harus dilakukan karena upaya tersebut merupakan kepentingan seluruh manusia.

Namun kita juga tidak mungkin menutup mata terhadap realita fungsi kertas dalam kehidupan manusia hingga zaman ini. Di terima atau tidak, kertas memiliki multi fungsi dan tak mudah dipisahkan dari kehidupan manusia. Di sisi lain, manusia membutuhkan lingkungan yang aman demi kelangsungan ketentraman hidup sehingga upaya melakukan perlindungan lingkungan perlu dilakukan. Salah satu contoh upaya dimaksud yaitu dengan melakukan penanaman pohon dan meminimalisasi penggunaan kertas. Meminimalisasi penggunaan kertas dimaksudkan menggunakan kertas secara efektif dan efisien sehingga bahan baku kayu yang digunakan semakin rendah.

Anak pulau dan perlindungan lingkungan hidup

Sebagai masyarakat dan anak-anak pulau yang sangat merindukan dan membutuhkan kertas, tidak dapat dipungkiri bahwa kepedulian terhadap perlindungan lingkungan hidup merupakan bagian penting yang harus dipikirkan dan dilakukan. Dengan kata lain, anak-anak pulau yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap kertas tidak berarti dapat mengabaikan upaya perlindungan lingkungan. Upaya perlindungan lingkungan hidup dengan menanam pohon atau meminimalisasi penggunaan kertas merupakan tindakan yang harus didukung dan dilakukan secara bersama-sama. 

Masyarakat atau anak-anak pulau lompat batu dan daerah-daerah tertinggal, terdepan dan terluar yang sungguh membutuhkan kertas harus memiliki komitmen tinggi untuk turut serta memikirkan dan bertindak dalam perlindungan lingkungan hidup. Perlindungan lingkungan hidup adalah tentang ketentraman hidup dan kertas adalah tentang kenyamanan hidup. Kedua hal ini dibutuhkan oleh manusia dan sudah sepatutnya berjalan dengan baik.

Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa di pulau lompat batu atau pulau Nias, fungsi kertas sebagai medium tulis, baca dan bertukar informasi di tengah masyarakat masih berada tinggi di atas perangkat digital dan internet. Di samping itu, kertas dengan multi fungsi lainnya masih sangat berperan hingga pada era digital dan internet ini, baik di daerah tertinggal maupun daerah maju. Maka dapat dikatakan bahwa fungsi kertas masih membumi. Di sisi lain, semua manusia harus memberi perhatian dan melakukan berbagai upaya terhadap perlindungan lingkungan hidup demi menikmati ketentraman hidup.