Perkembangan ekonomi global berpengaruh cukup berarti terhadap perekonomian Indonesia. Pada tahun 2017 dan 2018, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan lebih tinggi dibanding tahun 2016 yang besarnya sekitar 2.3 persen. Perekonomian domestik Indonesia diperkirakan tumbuh sebesar 5,1 – 5,5 persen, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan membaiknya perekonomian global.

Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi nasional tidak sepenuhnya memberikan dampak yang positif dalam hal pemerataan kemakmuran. Indikasi ini tampak dalam Berita Resmi Statistik yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Maret tahun 2017, mencapai angka 0,393. 

Artinya, saat ini satu persen kelompok orang terkaya menguasai 39,3 persen aset nasional. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa distribusi kekayaan dari pertumbuhan ekonomi yang terjadi tidak tersebar merata dan hanya dikuasai oleh sekelompok golongan tertentu.

Hal yang juga memperihatinkan adalah angka kemiskinan versi Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Laporan Profil Kemiskinan di Indonesia pada bulan Maret tahun 2017 yang mencapai 10,64 persen dari total penduduk Indonesia. 

Walaupun angka ini turun 0,52 persen dari tahun lalu, namun setidaknya masih terdapat 27.77 juta jiwa penduduk Indonesia yang memiliki penghasilan dibawah garis kemiskinan versi Badan Pusat Statistik (BPS), yakni rata-rata sebesar Rp 374,478 per kapita per bulan.

Pada saat yang sama, Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap dampak bencana alam baik yang bersifat alamiah seperti gunung merapi, gempa bumi, dan tsunami, maupun bencana alam yang bersifat kesalahan pembangunan seperti banjir, longsor, dan kebakaran hutan. 

Kondisi rawan bencana ini memberikan dampak yang signifikan dalam penciptaan kondisi kemiskinan baru sebagai dampak dari bencana yang terjadi, seperti kehilangan aset, sumber pekerjaan, maupun akses terhadap jaminan sosial yang disediakan oleh negara.

Dalam upaya pengurangan kesenjangan sosial, pengurangan kemiskinan serta mencapai kesejahteraan rakyat, pemerintah melalui APBN menekankan program prioritas nasional antara lain infrastruktur konektivitas, kedaulatan pangan dan energi, kemaritiman, pariwisata, pengurangan kesenjangan serta pertahanan untuk memperbaiki kualitas pembangunan. 

Secara spesifik agenda pemerintah terkait penanggulangan kemiskinan diamanatkan kepada Kementerian Sosial dalam tugas penyelenggaraan urusan dibidang rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, perlindungan sosial, dan penanganan fakir miskin.

Sejak tahun 2014, Kementerian Sosial mencanangkan empat Strategi Penanggulangan Kemiskinan yang meliputi peningkatan akses kesempatan berusaha melalui pemberian modal usaha, pemenuhan kebutuhan dasar berupa pangan (makanan) dan papan (rumah), peningkatan kapasitas melalui pemberian pelatihan dan keterampilan, dan pendampingan sosial dalam rangka memberikan bimbingan kepada penerima manfaat (beneficiaries) serta mempercepat proses pemberdayaan ekonominya.

Berangkat dari hal tersebut Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sangat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada, terutama dibidang sosial kemasyarakatan. Di era reformasi, pemerintah berupaya untuk menyempurnakan sistem pengelolaan zakat ditanah air agar potensi zakat dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi bangsa yang terpuruk akibat resesi ekonomi dunia dan krisis multidimensi yang melanda Indonesia.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) adalah lembaga nonstruktural yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. 

Pembentukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) pertama kali ditetapkan dengan Keputusan Presiden No 8 Tahun 2001 tentang Badan Amil Zakat Nasional sesuai amanat Undang-Undang No 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat yang berlaku saat itu. Setelah perubahan regulasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berstatus sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang bersifat mandiri dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Agama.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan satu diantara sedikit lembaga nonstruktural yang memberi kontribusi kepada negara dibidang pembangunan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan melalui pengelolaan dana zakat. Dikaitkan dengan amanat UUD 1945 pasal 34 bahwa “fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”, maka peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sangat menunjang tugas negara. 

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berperan sebagai penyedia bantuan jaminan sosial bagi fakir miskin ditanah air. Kehadiran lembaga ini menopang tugas negara dalam mensejahterakan masyarakat, sehingga sewajarnya disokong oleh pemerintah.

Peran dan kontribusi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kepada masyarakat, khususnya umat Islam, tidak hanya dalam ukuran yang bersifat kuantitatif, tetapi juga ukuran yang bersifat kualitatif, terutama peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam menyebarluaskan nilai-nilai zakat ditengah-tengah masyarakat, yaitu nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, etos kerja, etika kerja dalam mencari rezeki yang halal dan baik, serta nilai-nilai zakat yang terkait dengan pembangunan karakter manusia (Character Building) sebagai insan yang harus memberi manfaat bagi sesama.

Salah satu bentuk program penyaluran zakat yang ada di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) adalah Penyaluran zakat melalui Konter Layanan Mustahik (KLM) kepada masyarakat yang tergolong dhuafa diberikan dalam bentuk bantuan langsung (santunan) untuk pemenuhan kebutuhan dasar, seperti biaya hidup, sewa rumah, biaya pendidikan, biaya pengobatan, biaya transportasi, pembayaran hutang konsumtif, dan biaya operasional panti/pondok pesantren/ yayasan sosial.

Selain Konter Layanan Mustahik (KLM), program kemanusiaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meliputi mitigasi bencana, seperti kebakaran, banjir, gempa bumi, tanah longsor dan bencana alam lainnya. 

Dalam bidang pendidikan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)  memiliki program beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) dan Dana Infak Anak Negeri (Dinar). Program beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) tersebar diperguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi agama Islam negeri (PTAIN) seluruh Indonesia.

Sedangkan dibidang ekonomi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)  memberdayakan masyarakat melalui program Zakat Community Development (ZCD) yang mencakup pemberdayaan komunitas berbasis wilayah dan komunitas berbasis sosial. Penerima manfaat dana zakat, infak dan sedekah yang disalurkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)  harus memenuhi kriteria sebagai mustahik. 

Secara umum tugas Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meliputi dua hal, yaitu sebagai operator dan koordinator pengelolaan zakat nasional. Untuk itu keamanahan, transparansi dan akuntabilitas menjadi perhatian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)  sejak awal berdiri.

Pelaksanaan tugas Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)  di pusat merupakan satu sistem dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)  provinsi, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)  kabupaten/kota serta LAZ. Undang-Undang Pengelolaan Zakat secara normatif mengatur semua operator pengelola zakat melaksanakan tugas secara terintegrasi (Unified System) dibawah koordinasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) serta pembinaan dan pengawasan dari Kementerian Agama.

Pada tahun 2017, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) juga telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Sosial dalam hal penyelarasan data kemiskinan serta kesepakatan untuk mendayagunakan sumber daya dan meningkatkan koordinasi dalam peningkatan kesejahteraan sosial fakir miskin dan mustahik.

Secara praktikal, strategi penanggulangan kemiskinan yang diusung oleh pemerintah tersebut diimplementasikan dalam sejumlah program, diantaranya; Jaminan Kesehatan Nasional, Kartu Keluarga Sejahtera, Program Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan, Raskin, dan Kredit Usaha Rakyat. 

Begitu juga sebaliknya kehadiran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) diharapkan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa di tanah air, baik dari sisi infrastruktur, kemiskinan, ekonomi kerakyatan, maupun dibidang lainya.