Menurut George P. Murdock, keluarga adalah kelompok yang bercirikan tempat tinggal yang sama, kerja sama dalam berbagai bidang ekonomi, perlindungan, dan melahirkan anak (reproduksi).

Di dalam teori, keluarga merupakan tempat anak untuk belindung dari segala macam bentuk kekerasan dan kejahatan. Keluarga adalah tempat di mana anak bisa menceritakan segala masalah yang didapatkan, entah itu masalah di sekolah atau masalah dengan teman lingkungannya. Keluarga juga merupakan sumber ekonomi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan membiayai anaknya untuk pendidikan sehingga anak bisa berkembang dan dapat bersosialisasi dengan dunia luar.

Semua orang yang sudah berkeluarga pasti menginginkan keluarga yang harmonis, tidak ada pertengkaran di dalam keluarga, dan memiliki keluarga yang damai dan sejahtera. 

Di dalam keluarga, ayah dan ibu pasti menginginkan anaknya menjadi seseorang yang dapat membanggakan, dengan kepribadian dan sikap yang baik di dalam masyarakat. Sehingga di dalam sebuah keluarga, ayah sebagai kepala keluarga berusaha membentuk keluarganya menjadi keluarga yang bahagia dan tetap harmonis tanpa adanya pertengkaran yang membuat anak menjadi takut bahkan hingga depresi.

Semua keluarga tidak menginginkan hal yang buruk terjadi di dalam keluarga mereka, namun tak semua keluarga yang ada mampu menjaga keharmonisan keluarganya

Bagaimana jika keluarga justru membuat anak menjadi susah diatur, memiliki pergaulan yang tidak baik, membangkang terhadap orangtua, dan bahkan bisa menyakiti orangtuanya sendiri? Tak sedikit anak yang merasa tidak nyaman dengan orangtua mereka dan memutuskan untuk pergi dari rumah. Akibatnya, sang anak pun menjadi susah untuk diatur karena orangtua yang tidak bisa mendidik anaknya dengan baik.

Ada beberapa faktor yang membuat keluarga menjadi tidak harmonis. Yang pertama adalah faktor ekonomi. Mengapa ekonomi mampu membuat keluarga menjadi tidak harmonis?

Apakah kalian tahu bahwa ekonomi di keluarga itu sangat penting sehingga jika di dalam suatu keluarga mengalami kesulitan dalam ekonomi maka dapat memicu pertengkaran yang ada? Tanpa ada ekonomi yang lancar, keluarga menjadi tidak bisa memenuhi kebutuhan yang diperlukan untuk hidup, tidak mampu membiayai anaknya sekolah di sekolahan yang layak.

Yang kedua, kurangnya komunikasi di dalam keluarga. Di dalam sebuah keluarga, tentunya diperlukan komunikasi yang lancar. Saling terbuka satu sama lain dan tidak ada yang disembunyikan di dalam sebuah keluarga.

Fungsi dari keluarga adalah tempat untuk sharing mengenai hari ini atau membicarakan mengenai masa depan anak. Sehingga orangtua bisa mengarahkan anaknya agar tidak salah memilih jalan.

Namun banyak telah terjadi bahwa fungsi keluarga yang positif  berubah menjadi negatif di dalam sebuah keluarga. Pertengkaran hebat yang selalu terjadi di dalam rumah tangga, bahkan sampai kekerasan rumah tangga pun sudah banyak terjadi.

Kejadian-kejadian tersebut sudah tidak lagi di belakang anak-anaknya, namun sudah banyak orangtua yang mempertontonkan pertengkaran antara suami istri di hadapan anak-anaknya. Akibatnya apa? Anak menjadi keras dan ingin memberontak. Secara tidak sadar, orangtua pun melampiaskan kemarahannya kepada anaknya karena tidak tercapainya suatu tujuan di dalam keluarga.

Anak-anak yang di bawah umur pun menjadi pecandu alkohol, rokok, bahkan narkoba. Bahkan tak sampai di zitu saja, anak-anak pun bisa terjerumus ke dalam pergaulan bebas dan juga seks bebas.

Sadarkah kalian bahwa anak menjadi rusak akibat ketidakharmonisan dalam sebuah keluarga? Anak ingin mencari perhatian dengan melakukan hal-hal yang tidak baik untuk melepaskan beban stres yang mereka alami di rumah. Anak pun menjadi cenderung pendiam dan menutup dirinya dari lingkungan bersosialisasi bahkan sampai depresi.

Orangtua yang terlalu sibuk dengan pertengkarannya tak lagi memperhatikan anaknya yang membutuhkan kasih sayang dan perhatian. Akhirnya anak pun menjadi stres dan melakukan pelanggaran-pelanggaran di sekolah, mencari kesenangan sendiri tanpa melihat baik atau buruk. Tak ada lagi pengawasan dari orangtua.

Seharusnya para orangtua sadar bahwa fungsi sebuah keluarga untuk mendidik anaknya menjadi anak yang cerdas, berprestasi, dan memiliki kepribadian yang baik. Karena ketidakharmonisan dalam sebuah keluarga, anak pun memiliki kepribadian yang buruk dan sering melawan orangtua.

Oleh karena itu, keluarga harus berusaha untuk membangun keluarga yang harmonis sehingga anak-anaknya tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang buruk dan juga pergaulan yang buruk. Berikan perhatian yang lebih kepada anak sehingga anak menjadi nyaman dengan adanya keluarga yang terjalin. Anak pun menjadi terbuka untuk bercerita dengan keluarga sehingga tidak ada kesalahpahaman di dalam sebuah keluarga.

Jika ingin mengambil sebuah keputusan di dalam sebuah keluarga, alangkah baiknya jika berdiskusi dengan anggota keluarga sehingga terjalinlah rasa keharmonisan keluarga. Semua keluarga tidak menginginkan keluarganya terpecah. Karena keluarga yang tidak harmonis dampaknya sampai kepada psikologis anak.

Jangan biarkan keluarga yang kita sayangi menjadi tidak harmonis dan membuat anak menjadi terluka.