Seorang wanita berusia 33 thn cenderung tempramental, berburuk sangka dan curiga membuat saya tertarik untuk mengulik kisahnya. Dia bertanya kepada saya secara detail dan butuh sekali jawaban dan terkesan memaksa.

pernahkah saya ditinggal ibu saya sejak kecil, pernahkah saya dikucilkan di dalam keluarga, pernahkah saya dibully oleh adik dan kakak saya, pernahkah saya dipukul?. Pertanyaan itu membuat saya terheran heran sekaligus prihatin.

Tentu kita pernah melihat orang yang seperti ini melampiaskan kebencian dan dendamnya di masa lalu, melukai siapapun yang ada di sekitarnya dengan caranya masing masing.

Seolah dunia ini tempat yang sangat membosankan baginya dan setiap manusia harus menanggung hal yang sama seperti yang dialaminya. Menyakiti dengan sesuka hatinya hingga puas hati, orang sering menyebutnya Luka Batin

Perilaku yang tidak sehat itu cenderung menularkan perilaku yang sama kepada orang lain. Itulah yang disebut Trauma, Pikiran yang terlalu menyakitkan di masa kecil itu akan tersimpan bertahun tahun tanpa ada upaya untuk mengobatinya.

Mungkin juga tidak paham cara mengobatinya sehingga membiarkannya hingga usia tua. Keadaan itu akan mempengaruhi mental dan perilaku seseorang dikemudian hari. 

Perilaku orang orang yang trauma mudah sekali terdeteksi dapat terlihat dari sikap anti sosial. Sering kali merasa tidak suka melihat orang lain bahagia, tidak mudah merasakan kebahagiaan. 

Emosi yang mudah meluap dan meledak ledak, selalu merasa jadi korban, iri dan dengki, sering menangis tanpa sebab, merasa jenuh di manapun, dll. Mengapa demikian ?

System Limbic (otak emosi) pada manusia yang berada di tengah fungsinya berkaitan dengan emosi, perilaku, motivasi dan memori jangka panjang. Limbic system ini menyimpan memori positif dan negatif. 

Ketika pembentukan otak di dalam Rahim pada usia 0th semua informasi yang berasal dari sang ibu akan masuk terekam di memori Limbic. Mengapa kita harus berkata baik kepada diri sendiri dan orang lain? karena memori  menyimpan informasi!.

Itu mengapa di usia janin 4 bulan baik untuk mendengarkan ayat suci Al-Qur’an atau ucapan sayang dan cinta dari sang ibu. Otak manusia terdiri dari dua bagian yaitu bagian kiri dan kanan. 

Otak kiri sering disebut alam sadar (conscious mind) dengan kemampuan menyimpan memori 10%-12%. Sedangkan otak kanan atau alam bawah sadar (sub conscious mind) dengan kemampuan menyimpan memori 90%-88%. 

Otak kanan yang menyimpan informasi tersebut cenderung tercetus bila terpancing dengan kejadian yang pernah dialami. 

Alam bawah sadar menekan alam sadar untuk melampiaskan luka itu kepada siapapun. Efek dari trauma itu sangat merugikan si pemilik trauma dan lingkungannya.

Banyak contoh kasus di dalam rumah tangga sering terjadi teriakan antara ibu dan anak, suami ke istri, istri ke suami, KDRT, anak terkena narkoba. Bahkan berdampak  kepada terjadinya pembunuhan. 

Perceraian rumah tangga juga dampak dari trauma masa kecil yang menyakitkan hingga pasangan tersebut tidak dapat saling menghormati dan menghargai.

Ada pula sesama tetangga merasa iri dan dengki melihat kebahagiaan tetangga yang lain. Apa penyebab bullying? Terjadinya bullying akibat trauma dari orang yang terabaikan, perilaku keji yang tertular dari orang lain. 

Perilaku ini akan terus turun dan menularkan. Apa yang harus dilakukan? apakah harus menjauhinya atau tetap berteman dan memakluminya?

Menjauhlah sejenak hingga semuanya menjadi baik baik saja karena penularannya kepada batin dan pola hidup sangat kuat dan cepat seperti wabah penyakit.

Penyakit menular yang sangat berbahaya dan mampu merubah kepribadian menjadi tidak stabil. Setiap perilaku yang sangat kuat tersebut menempel pada alam bawah sadar seseorang mempengaruhi kehidupannya di masa yang akan datang.

Apakah dia akan menjadi orang yang bahagia ataukah dia mudah sekali murung bahkan marah. Menangkap sesuatu diawali dengan pikiran yang negatif dan mengisolasi diri dari keramaian. 

Penderitaan yang mereka rasakan sangat luar biasa menghantam kehidupan sosialnya bahkan hingga depresi karena tertekan oleh alam bawah sadarnya.

Alam bawah sadar berperang dengan alam sadarnya, muncul dan tercetus lalu merubah kebahagiaan menjadi duka yang panjang dalam kehidupan. 

Membawa orang banyak untuk mengalami luka yang sama terus dan turun kegenerasi berikutnya, berkecil hati dan minder kepada dirinya. Mereka sulit menemukan kelebihan yang ada pada dirinya sendiri.

Mari kita melihat diri kita apakah trauma itu tidak dapat ditoleransi lagi, bila tidak segeralah mengobatinya carilah ahlinya seperti psikolog atau hypnoterapis. 

Buang sampah pikiran itu dan sehatkan batin dari luka tersebut, lepaskan dan maafkan mereka yang menyakiti dengan ikhlas, yang sudah terjadi itu adalah takdir.

Tanpa luka itu kita tidak akan pernah terlatih untuk menjadi manusia yang tangguh, yang belum terjadi adalah misteri ilahi. Milikilah harapan kepada hidup. Berpikirlah positif, ingatlah bahwa Allah maha pengasih dan penyayang dan akan selalu menolong orang yang mau menolong dirinya.