Berada di kelas 12 adalah masa-masa bimbang antara ingin melanjutkan studi ke tingkat lanjut atau berhenti dan mencari pekerjaan. Semua orang yang sudah melewati masa itu pasti tau bagaimana situasinya. Situasi yang selalu mendesak pikiran untuk memilih dan mengambil keputusan yang tepat demi masa depan yang terkadang banyak orang menyepelekan dan menganggap itu hal yang biasa. 

Sebagai anak perempuan pertama yang dilahirkan dari keluarga sederhana menjadikan aku selalu overthinking setiap hari tentang bagaimana nasibku kedepannya. Setiap hari aku berdoa kepada Tuhan untuk meminta petunjuk dan memberikan yang terbaik untukku. Hingga suatu hari datanglah sebuah lembar kertas yang menjadi penentu hidupku di masa depan. Kertas dari guru BK yang berisi formulir datang di setiap ruang kelas dan menjadi perhatian orang-orang. 

Ya, tidak dihiraukan lagi setiap menjelang pendaftaran masuk Perguruan Tinggi pasti guru BK gencar-gencarnya mendesak anak-anak kelas 12 untuk segera mengisi formulir dan meminta mereka untuk memilih apa keputusan yang akan diambil kedepannya.

Sesampainya di rumah aku menunjukkan kertas formulir dari guru BK tersebut kepada kedua orang tuaku dan meminta pendapat mereka tentang apa yang harus kupilih karena memang guru BK juga menyuruh untuk mengisi formulir itu dirumah dan harus minta persetujuan kedua orangtua hehe. 

Kusodorkan selembar kertas tersebut kepada mereka 

"Pak Bu, enaknya aku milih apa ya?"

Bapak dan Ibuku masih diam sambil membaca-baca kertas putih itu. Sampai tiba-tiba bapakku berkata 

"Ya terserah kamu mau milih apa, yang punya pilihan untuk masa depan kan kamu sendiri, orang tua hanya bisa mendukung"

Mendengar kata-kata tersebut aku semakin risau, gelisah, dan overthinking. Keputusan yang berat untuk memilih antara lanjut ke jenjang kuliah atau berhenti dan mencari kerja. Sampai tiba-tiba bapakku berkata lagi kepadaku kalau mau kuliah ya silahkan asal sungguh-sungguh dan bapak ibu usahakan siap membiayai. 

Haahhh.... speechless aku kaget karena dulu orang tuaku masih ragu-ragu kalau aku mau lanjut kuliah yang membuatku pesimis dan selalu menghindar jika ada yang membas tentang kuliah. Dan tiba-tiba hari itu datang yang membuatku semangat kembali untuk mengejar masa depanku. Akhirnya selembar kertas putih itu menjadi saksi awalku untuk kembali bangkit dan semangat lagi. 

Selang beberapa minggu setelah pengumpulan formulir tersebut tiba-tiba guru BK membawa informasi kembali mengenai pendaftaran SNMPTN, dan aku masuk ke dalam siswa elligble untuk mendaftar SNMPTN. Syukur aku panjatkan karena seleksi SNMPTN ini tidak membutuhkan biaya apapun walaupun persaingannya sangat ketat dan peluang lolosnya sangat kecil, tetapi aku tidak pesimis lagi. 

Jadwal pendaftaran SNMPTN pun datang, aku memilih Universitas dan jurusan yang sesuai dengan yang aku inginkan. Orang tuaku juga sudah setuju karena sudah kita bicarakan bersama mengenai hal ini. Setiap hari aku selalu berdoa dan melakukan ibadah-ibadah sunnah yang lain dengan harapan apa yang aku inginkan bisa terwujud. Setiap malam aku melihat orang tuaku selalu bangun dan melakukan sholat tahajud kemudian berdoa. Aku yakin doa tersebut adalah doa untuk anaknya supaya mendapatkan hasil yang terbaik. 

Selang menunggu kurang lebih 2 bulan tiba-tiba hari itu datang. Hari dimana pengumuman SNMPTN bagi siswa kelas 12 di seluruh Indonesia yang bisa dilihat pukul 15.00 WIB. Aku tidak berani membuka karena takut hasilnya mengecewakan. Aku hanya termenung di dalam kamar sambil menanyakan kabar dari teman-teman yang lain. Banyak dari teman sekelasku yang mendapatkan warna merah yang menandakan tidak lolos.

Aku semakin ragu-ragu dan semakin berpasrah diri. Tepat pukul 15.00 WIB aku mencoba mengakses web LTMPT tetapi tidak memasukkan data untuk mengeceknya. Karena jantungku sudah deg-degan dan perut sudah mules aku mencoba mengontrol diri sambil terus berdoa semoga hasilnya yang terbaik untukku.

Pukul 15.05 WIB aku mencoba memasukkan data diri dan bersiap untuk mengecek hasilnya. Mulutku tidak henti-hentinya untuk mengucap doa dan setelah kupencet ternyata warna biru...... dengan tulisan besar diatas "SELAMAT! ANDA DINYATAKAN LULUS SELEKSI SNMPTN 2021"

Speechless, tidak bisa berkata-kata dan air mataku tiba-tiba menetes. Kupanggil ibuku yang sedang masak di dapur 

"Ibu, aku lolos SNMPTN!" kataku sambil menangis

"Mana? (sambil ku tunjukkan hasilnya) Alhamdulillah!" sahut Ibuku sambil mata berkaca-kaca

Aku masih tidak percaya, masih shock dan terus bersyukur. Aku belum memberitahu bapakku karena bapakku belum pulang bekerja.

Pukul 16.50 WIB bapakku pulang dan ibuku segera memberitahu, kemudian aku yang masih dikamar tiba-tiba didatangi bapakku dan bapakku bilang

"Mana, katanya lolos"

Setelah kutunjukkan hasilnya, bapakku bilang Alhamdulillah sambil mencium keningku dan aku merasa sangat terharu dan bersyukur kepada Tuhan.

ALHAMDULILLAH