Pada seorang kekasih di ujung jalan
Masih banyak tanya yang mesti kau jawab
Sebab dikau akan ditanya bagai sejuta mulut
Layaknya kawan-kawan menagih janji pada sang penguasa
Yang sukanya berkoar demi sebuah simpati

Wahai wanita yang sebentar lagi jadi kekasih
Jangan anggap dikau disamakan dengan si penguasa
Sebab penguasa hanya bisa menguasai negeri

Engkau adalah sang penguasa hati para perjaka
Engkaulah penguasa tunggal di dunia meski tak sampai akhirat
Tapi, dikau masih sama dengan si penguasa yang berkuasa
Dikau mengendalikan hidup para perjaka yang fanatik mencintaimu

Begitulah si penguasa memperdaya hidup
Bagi siapapun yang tak bertanya atau berontak
Akan mati dalam kebisuan yang hina

Maka jangan dikau merasa takut
Bila perjakamu menuntut cintamu

Mungkin mereka muak memberimu cinta
Sedang engkau tak memberi jawaban

Berkatalah tentang perasaanmu yang semestinya
Sebab, berdusta bukanlah sifat bidadari sepertimu