Akhir-akhir ini media sosial dipenuhi  meme Nurhadi-Aldo yang merupakan pasnagan capres fiktif nomor urut 10 yang bentuk kampanyenya beda dari pada yang lain. Sampai artikel ini ditulis akun instagram @Nurhadi_aldo sudah mengantongi 463 ribu pengikut.

Quotes-nya yang nyeleneh, program kerjanya yang amburadul dan singkatan-singkatan kampanyenya yang bikin geleng kepala inilah yang tampaknya malah menarik simpati dari masyarakat luas terutama anak-anak muda yang gerah dengan sistem politik yang berlaku dan cara kampanye calon penjabat yang formatnya itu-itu aja.

Nurhadi-Aldo muncul menjadi angin segar dalam kebosanan ini dan tampil sebagai capres yang cara kampanyenya tidak dapat ditiru oleh calon capres manapun. 

Eksistensi yang luarbiasa dari munculnya capres fiktif ini tentu menarik perhatian media nasional dan yang pertama membawa pak Nurhadi secara langsung ranah layar kaca televisi adalah program Rosi yang ditayangkan di Kompas TV, Selain mengangkat latar belakang terbentuknya paslon fiktif ini ada suatu opini menarik yang coba diangkat dalam acara ini. Bahwa pasangan Nurhadi-Aldo berpotensi menjadi penyebab meningkatnya angka golput di Indonesia.

Menurut pendapat saya, Nurhadi-Aldo memang terlahir dalam bentuk meme, yang isinya adalah penyegar yang kita tanggapi dengan komedi, sangat jenaka jika kita menseriuskan meme ini menjadi gerakan untuk golput didunia nyata, jika ada maka mereka sangat bocah sekali.

Lagi pula kehadiran Nurhadi-Aldo adalah bentuk kritik terhadap cara pandang masyarakat Indonesia yang terlalu tegang terhadap politik, terlalu mendewakan elit-nya padahal sesuai kodratnya elit tersebut juga manusia yang kita tidak tahu kapan bisa salah.

Bentuk kritik yang disampaikan oleh Nurhadi-Aldo juga sangat dekat dan dirasakan oleh masyarakat, karena itu menarik simpati dan masyarakat terasa terwakilkan.

Jika kita cerdas dan cermati dengan kaca mata positif, semua konten-konten yang disajikan Nurhadi-Aldo memiliki kritik tak langsung. Seperti quotes nyeleneh yang tidak bisa elit politik pada umumnya sampaikan. 

Program mereka yang salahsatunya adalah menggaji pengangguran dan OP Warnet juga merupakan bentuk kritik, dimana secara dunia nyata kita pandang program tersebut sulit untuk jadi nyata dan hanya guyonan belaka, seperti hanya janji-janji manis elit politik yang tak jadi nyata dan hanya jadi guyonan ditengah masyarakat.

Kenapa Nurhadi-Aldo bisa sangat Trending ?? Sebab banyak anak muda kreatif dan penuh keresahan akan kondisi Indonesia saat ini. Bentuk penyajiannya ang komedik membuat siapa saja bisa ikut bergabung dan merasakan politik dengan suasana yang lebih segar.

Lagi pula memang kondisi politik saat ini memang memaksa siapapun untuk ikut pusing, bahkan orang-orang yang menolak untuk terjun kedalamnya. Seakan-akan tidak punya tempat untuk kabur media pun seakan dengan memasung kita dengan mencekoki drama yang terjadi di politik kita yang kadang sebenarnya kita tidak butuh itu. Kita hanya butuh mana program yang terbaik dengan cocok dengan keadaan Indonesia, bukan masalah masa lalu, partai politik atau masalah personal apapun yang tidak penting untuk masuk ketelinga kami.

Media sekali lagi saya katakan suka drama, dibanding menyediakan segmen terpisah masing-masing calon untuk menyampaikan visi-misi serta programnya lebih detail, media lebih memilih mempertemukan kedua pendukung yang saling bersebrangan, saling beradu argumen hingga tidak jangan saling menjatuhkan satu sama lain yang tidak langsung mempertontonkan seberapa kekanak-kanakkannya masyarakat ini dalam menyikapi politik.

Seberapa bocahnya kita dalam menyikapi politik makin terlihat di tahun-tahun menuju pesta demokrasi ini. Cukup lihat grub Whatsapp keluarga anda dan lihat seberapa banyak yang bermusuhan hanya karena berbeda junjungan politik yang jelas-jelas bukan nabi atau rasul atau bahkan keluarga kalian, entahlah kalau memang keluarga kalian... tapi mereka semua tetap manusia biasa seperti kita semua. 

Bisa kalian bayangkan dari sekarang bila kalian terlalu fanatik terhadap junjungan politik yang kalian dukung dan suatu saat orang tersebut melakukan kesalahan sebagaimana manusia pada umumnya, betapa kecewa dan malu yang anda rasakan, belum lagi anda menggiring banyak orang kelembah yang sama.

Jadi, bisakah kita lebih adem dalam melewati tahun politik ini ? Tidak mudah saling memaki hanya karena berbeda pandangan politik ? Fokus mensosialisasikan program sendiri bukan menjatukan lawan ? Memilih memang karena kesesuaian program bukan karena paksaan atau hutang budi ?

Dan kini, bila anda yang menyatakan terang-terangan golput karena mendukung  Nurhadi-Aldo, maka anda perlu lebih dewasa lagi dalam bersosial media.

Dan bila anda sebagian kelompok dari kubu politik yang lehernya menegang akibat ketakutan akan munculnya Nurhadi-Aldo mengambil suara elit politik anda, artinya anda harus intropeksi diri bagaimana cara anda menyampaikan program paslon anda dan menciptakan suasana politik yang lebih adem.

Berkacalah dari Nurhadi-Aldo, karena didalamnya terdapat representif masyarakat Indonesia yang jenggah dengan wajah politik Indonesia

#TronjalTronjol #MahaAsik #SmackqueenYaqueen