Bodoh menurut KBBI memiliki arti: tidak lekas mengerti; tidak mudah tahu atau tidak dapat (mengerjakan dan sebagainya), tidak memiliki pengetahuan (pendidikan, pengalaman). Bodoh merupakan suatu penyakit yang bisa diderita semua makhluk hidup. Dan tentu saja manusia termasuk makhluk yang mudah terkena penyakit bodoh. Menurut beberapa penelitian, bodoh itu dibedakan menjadi 2, yaitu bodoh secara psikologis atau bodoh medis.

Bodoh secara medis merupakah bodoh karena suatu penyakit atau genetik. Bodoh bawaan lahir, jenis ini bisa diderita oleh siapa pun sejak lahir ataupun sejak dalam kandungan. Biasanya disebabkan oleh penyakit sejak didalam kandungan.

Contoh paling mudah adalah mereka yang memiliki IQ rendah. Orang awam menyebut mereka idiot. Mereka yang menderita penyakit ini akan sangat sulit memahami segala macam inputan kedalam otak mereka. Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh keluarga penderita. Selain harus ikhlas dan berusaha sebaik-baiknya untuk merawat titipan Sang Kuasa.

Ada juga bodoh karena kecelakaan, atau suatu penyakit. Contohnya adalah penderita amnesia, karena benturan keras di kepala, membuat orang tersebut lupa semuanya,bahkan untuk mengingat nama diri sendiri saja tidak bisa. Hal ini bisa bersifat sementara ataupun selamanya. Tergantung seberapa parah kerusakan otak penderita.

Secara medis penyakit ini bisa disembuhkan. Tapi tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan juga waktu yang lama untuk sembuh. Walaupun kesembuhannya jarang mencapai 100%, minimal setelah sembuh sudah biasa beraktivitas normal.

Bodoh secara psikologis adalah bodoh karena dibentuk oleh diri sendiri ataupun lingkungannya. Orang yang mengidap penyakit ini bukanlah orang yang bodoh sejak lahir. Disadari ataupun tidak, para penderita tidak pernah mengetahui kalau dia sakit. Sehingga sulit untuk disembuhkan atau mungkin mereka tahu,tapi tidak mau disembuhkan.

Penyakit ini pun mudah menular dan menjadi wabah. Bahkan orang yang memiliki tingkat intelegensi tinggi, bisa terkena walaupun di tes tingkat IQ-nya akan tetap saja tinggi.

Masih segar peristiwa terbongkarnya kasus kanjeng Dimas. Di era modern seperti ini,masih saja banyak orang yang percaya pengandaan uang. Dari orang biasa, hingga anggota dewan yang bergelar Ph.D, percaya dan meyakini bahwa kanjeng Dimas bisa mengandakan uang.

Bahkan masih saja banyak yang tetap tinggal di padepokan, menunggu cairnya dana hasil pengandaan. Sedangkan sang kanjeng sudah menginap di hotel prodeo karena kasus pembunuhan dan penipuan berkedok pengandaan uang. Bukankah itu sangat bodoh.

Mereka dapat menjadi bodoh seperti itu karena psikologis mereka sakit. Mereka ingin kaya tapi tidak mau bekerja keras. Mereka ingin uang datang dengan sendiri dan cepat. Kebodohan itu mereka ciptakan karena kerakusan dan ketamakan mereka. Mereka bodoh karena uang. Karena uang mereka kehilangan logika dan akal sehat mereka, dan menjadikan mereka manusia bodoh.

Bodoh karena cinta. Ini sering terjadi di masyarakat kita. Sering kita lihat di berita, kasus bunuh diri karena ditinggalkan pujaan hatinya, atau cintanya di tolak. Atau mungkin ada yang merusuh pesta pernikahan mantan pacarnya. Apa yang sebenarnya mereka pikirkan ketika melakukan hal tersebut?

Apakah mereka sudah kehilangan akal sehat mereka? Mengorbankan harga diri, bahkan nyawa mereka demi hanya untuk menarik perhatian orang yang sama sekali tak memikirkan mereka.

Ada lagi kasus KDRT. Banyak korban KDRT yang umumnya itu perempuan, tidak mau melaporkan perbuatan kejam suaminya. Dengan alasan karena cinta, malu, menjaga nama baik keluarga, dan berbagai macam alasan klise lainnya. Padahal inti dari ketakutkan mereka bukan itu, tapi soal uang.

Bagaimana memenuhi kebutuhan hidupnya kalau suaminya masuk penjara. Apakah karena uang harus melakukan tindakan bodoh, dengan suka rela hidup seperti budak, hidup bertahun-tahun dengan seorang psikopat. Yang hanya membutuhkanmu untuk memenuhi segala keinginannya, keinginan atas ego dan syahwat dari seorang psikopat.

Bodoh karena agama. Sebenarnya cukup ragu saya untuk membahas ini. Takut dibilang menistakan agama ... hahahaha. Tapi mau bagaimana lagi, saya tidak bisa untuk tidak membahas ini. Karena penyakit bodoh karena agama ini banyak diderita oleh manusia bumi ini. Mulai yang paling simpel, dan mungkin sadar dan tak sadar kita lakukan.

"Aminkan agar bapak ini cepat memperoleh rejeki. Yang mengaminkan semoga banyak rejeki dan masuk Surga". Dan anda bisa lihat berapa ribut komen "amin", berapa ribu "like" di postingan tersebut. Padahal setelah ada ribuan orang yang menyukain fanspage tersebut. Akhirnya mereka juga dengan harga jutaan. Apakah anda yang komen "amin", dan memberi "like" bisa dapat rejeki? Kalau kita gak kerja ya gak dapat rejeki. Benar, kan?

Sebagai orang beragama, kita sering sekali percaya bahkan langsung percaya setiap ucapan para pemuka dan ahli agama. Bahkan bukan hanya percaya, tetapi percaya buta. Tidak sedikit pemuka agama yang berbual, mengaku pernah dibawa oleh Yang Kuasa untuk melihat-lihat Surga dan Neraka. Dan para pengikutnya langsung percaya. Anda hanya manggut-manggut mendengar bualannya soal bagaimana Surga dan Nereka itu.

Bukankah itu hal bodoh? Otak anda seketika mati ketika mendengar bualan soal akhirat.

Bom dan teroris merupakan produk dari orang yang bodoh karena agama. Kenapa orang bisa dengan tenang dan mudah melakukan perbuatan keji dan kejam atas dasar agama? Lalu siapa yang bodoh dalam hal ini? Tentu saja manusia yang mempelajari agama tersebut. Mempelajari dengan serampangan. Mungkin anda bisa bilang, "Kenapa, kok, gak minta diajari oleh ahli agama?"

Kita kembali ke poin di atas bahwa manusia akan mudah percaya perkataan ahli agama. Jadi, jika anda bertemu ahli agama yang baik. Anda jadi baik. Jika ketemu yang gak benar? Bisa dilihat kan hasilnya. Berjuta-juta orang jadi korban terorisme.

Sebenarnya masih banyak yang lainnya. Tapi dari semuanya terdapat satu inti yang sama. Yaitu bahwa hal paling bodoh adalah tidak menggunakan otaknya, logikanya. Manusia adalah makhluk mulia di hadapan Sang Pencipta. Letak kemuliaan manusia dibanding mahkluk lainnya adalah di otak dan logika. Jangan jadikan bodoh dan kebodohan menjadi budaya. Terima kasih.