kebaikan dan ingatan masa kecil

pintu-pintu surga telah dibuka dengan amarah;
luka dan darah.
jalan-jalan kebaikan begitu lambat
keramahan adalah kekalahan
kedamaian adalah tafsir tentang kebohongan.

dan amarah begitu meriah
dirayakan di jalan-jalan
di sekolahan-sekolahan
di tempat-tempat kerja
di rumah-rumah ibadah.

adakah surga yang dilahirkan kemarahan?
ialah perih luka yang terus menganga diciptakan kebencian.

kebaikan, kau tahu, hanyalah ingatan tentang masa kecil
cinta dan perihal lain yang serupa, adalah sesuatu yang
tak mungkin kau jumpai saat dewasa.

sebab, tak akan kau dapatkan surga dengan cinta
atau perihal kebaikan-kebaikan dan kedamaian hari ini
selain dengan amarah dan perihal lain yang menyakitkan,
yang menyedihkan.

menyedihkan!


kebaikan tak akan menjadi pilihan

barangkali tak ada yang benar-benar beriman
saat kebencian menjadi jalan
meski doa-doa terus dipanjatkan.

adakah yang tahu
di mana letak kebaikan
saat luka kembali dijatuhkan?

di kepala, di dada.
atau di angkasa?

di segala tempat,
kebaikan tak akan menjadi pilihan
sementara kebencian telah memberimu api,
pisau, senapan dan tuhan.


dengan luka

kebaikan hanyalah cerita para nabi
selebihnya hanya tafsir dan perkiraan-perkiraan
tentang tragedi dan ayat-ayat suci.

lalu kita seolah-olah paling mengerti
tentang surga dan neraka.
padahal tak satupun kita pernah tahu
segala di balik rahasia.

rahasia barangkali memang serupa semak belukar
yang menumbuhkan risau pada pagar.
kita tak pernah benar-benar berhasil membersihkannya.

dan di antara risau
amarah seringkali disederhanakan
orang-orang ke dalam agama

dengan luka
dan surga.