Di kala senja kutermenung. Kuterpaku di sudut kota. Duduk-duduk manja di pinggir jalan. Memandang sang Surya yang mulai meninggalkanku. 

Entah... Kenapa ia meninggalkanku. Mungkin ia bosan berteman denganku. Mungkin ia jenuh, telah menemaniku seharian ini. Tapi, biarlah sang surya memilih jalannya. Mungkin itu yang terbaik, buatku dan dia. Dia pergi membawa kenangan. Ia pun juga pergi membawa sejuta inspirasi. 

Dia cerminan dari inspirasiku. Melalui senja... Hadiah terakhir dari sang Surya kepadaku. Dari perjalananku seharian ini bersamanya. Ternyata, inilah kado spesial yang diberikan olehnya kepadaku. 

Dia pesan kepadaku. Jangan terlalu mencintai kepadaku. Karena ada saatnya, aku akan pergi dan meninggalkanmu. 

Aku berpesan satu lagi kepadamu, duhai kekasihku... Ketika aku perlahan sedikit demi sedikit menghilang dan menjauh. Jangan sekali-kali, kau berkaca-kaca sampai Mata air keluar darimu. Jangan lakukan itu...!! 

Karena kepergianku bukan suatu hal yang harus kau tangisi. Jangan menangis..!! Karena itu akan membuatku pun bersedih. 

Tersenyumlah kepadaku..!! Yakinlah dalam dirimu. Aku si Surya, yang telah memberikan hal terindah dari separuh hidupmu. 

Hal yang harus kau lakukan. Hanya menjalani separuh hidupmu. Seperti yang telah kita lakukan. Tapi bukan denganku lagi. Kelak setelah ini, akan kukirim kepadamu. 

Ia adalah rembulan. Ia juga sahabatku yang akan menemani kesepianmu.