Setelah mengawali musim yang tak begitu mulus sampai pada akhirnya dikalahkan Manchester City di pekan ke 4 liga Inggris di Old Trafford hingga menghuni peringkat 6 klasemen liga Inggris. Manchester United perlahan mulai bangkit dan mengubah catatan-catatan buruk di awal musim ini. Manchester United di bawah komando spesial one Jose Mourinho kini mulai membaik dengan catatan 15 kali beruntun belum tersentuh kekalahan di liga Inggris.

Hal ini seiring dengan ditemukannya formasi atau skuat yang betul-betul di inginkan oleh Mourinho yang sedari awal belum ditemukan oleh mantan pelatih Chelsea tersebut. Performa pemain-pemain seperti Marcus Rojo, Phil Jones juga semakin membaik meskipun banyak sekali pihak yang meragukan kedua pemain tersebut mampu main maksimal dibawah asuhan Jose Mourinho.

Sejak kedatangan pelatih anyar sekelas Jose Mourinho, Manchester United tentu berharap sangat banyak untuk mengembalikan pamor klub berjuluk setan merah tersebut. “Saya tau United memiliki masa yang cukup sulit selama 3 tahun ini selama sepeninggal Sir Alex Ferguson yang pensiun, untuk itu saya datang untuk menunjukkan siapa Manchester United sebenarnya” begitu la kira-kira ungkapan Jose Mourinho pertama kali datang ke Old Trafford.

Hal pertama yang dilakukan oleh seorang pelatih baru tentu adalah melihat kedalaman skuat yang dimilikinya, itu juga lah yang dilakukan seorang Jose Mourinho di MU. Mendatangkan gelandang kreatif seperti Henrikh Mkhitaryan dari Dormuntd, sosok bek tangguh di diri Eric  Baily dari Villareal dan mendapatkan Zlatan Ibrahimovic dari PSG dengan gratis. Dan tentu sosok yang begitu fenomenal si anak yang hilang Paul Pogba pemilik pemain sepakbola termahal dunia melewati Gareth Bale.

Melihat kondisi tersebut, banyak kalangan menilai bahwa Jose Mourinho bakal banyak melakukan perombakan skuat di dalam tim utama MU, semua mata tertuju pada sosok Juan Mata, ya pemain bertubuh mungil tersebut adalah mantan anak buah Jose Mourinho sewaktu membesut Chelsea. Beberapa pihak langsung mengklaim bahwa ini akan menjadi musim terakhir pemain spanyol tersebut berseragam setan merah.

Kedalaman Skuat MU

Klub sekaliber Manchester United tentu memiliki pemain-pemain berkelas dunia, sejak kedatangan Jose Mourinho dan pemain barunya banyak orang yang meragukan keberadaan seorang Juan Mata, pemain kebangsaan Spanyol tersebut adalah pemain yang di datangkan dengan nilai transfer yang besar saat itu (2014) dengan 38,5 jt Founds dari Chelsea mantan klub Jose Mourinho.

Ya pemilik no 8 MU tersebut adalah pemain yang dipinggirkan oleh Jose Mourinho di klub lamanya Chelsea. Hal tersebut pelak menjadi tantangan buat Juan Mata untuk membuktikan bahwa Mourinho salah membuangnya. Kehadiran Mkhitaryan, masih adanya Martial dan Rashford serta masih ada Wayne Rooney, Lingard dan Depay menjadi saingan Juan Mata untuk mengamankan pos gelandang dalam skuat Jose Mourinho yang mengusung Formasi 4-2-3-1.

Ada 3 pemain yang berada di belakang stiker yang sudah pasti milik Zlatan Ibrahimovic. 3 nama yang begitu sulit di terapkan oleh Jose yang hingga Pekan ke 24 liga Inggris masih bergonta-ganti. Mengusung Martial-Rooney-Lingard saat Community Shield, kemudian Lingard diganti Juan Mata di pekan pertama liga Ingris dan sukses membungkam Bournemouth 1-3 ketika itu dan Mata mencetak gol pertama United di EPL musim ini.

Hampir nyaman dengan komposisi itu kemudian Mourinho mengganti komposisi itu menjadi Lingard-Rooney-Mkhitaryan dan berujung kekalahan 1-2 dari sang tetangga yang kian berisik Manchester City. Dan dari kekalahan tersebut United kian terpuruk setelah kemudian kalah dari Walford dan Feynoord di ajang Uefa yang membuat Jose Mourinho mencatatkan namanya dan MU menerima kekalahan 3 kali berurut-turut sepanjang karir dan sejarah Manchester United.

Dengan berbagai rentetan buruk tersebut Jose Mourinho akhirnya merubah komposisi 3 gelandangnya itu dan berani mencadangkan kapten serta pemegang rekor gol terbanyak klub sepanjang masa yaitu Wayne Rooney dan menempatkan Pogba mengisi pos tersebut (Martial-Pogba-Mata), atau (Martial-Pogba-Mata/Rashford).

Komposisi tersebut masih belum mampu membangkitkan United hingga ditemukannya Pakem (Martial/Rashford-Pogba-Mata/Mkhitaryan) ya memulai kemenangan melawan Tottenham 1-0 di Old Trafford dengan gol tunggal Mkhitaryan membuat MU mencatatkan 7 kemenangan beruntun di semua ajang sebelum di patahkan Liverpool. Hingga kini MU masih betah memakai formasi 4-2-3-1 dan mencatatkan 15 pertandingan tanpa kekalahan di EPL.

Sebuah Pembuktian Juan Mata

Ada yang berbeda dari MU di laga ke 24 EPL saat bertandang ke King Power Stadium markas sang Juara bertahan Leicester City, ya 3 pos gelandang di belakang Ibrahimovic sedikit mengalami perubahan, Mourinho akhirnya berani mencadangkan gelandang veteran Michael Carrick dan terpaksa menurunkan Paul Pogba untuk bergeser sedikit mengisi pos tersebut bersama Ander Herrera pemain MU yang tak tergantikan di musim ini.

Rashford-Mkhitaryan-Mata, trio yang pertama kali dipasang oleh Mourinho dari menit pertama MU berlaga. Pada pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 0-3, MU bermain fantastic dan nyaris sempurna, kerjasama Micky dan Mata juga sangat apik dimana kedua nama tersebut mencatatkan nama mereka di papan skor bersama Zlatan Ibrahimovic yang sudah mencetak 21 gol musim ini untuk MU.

Juan Mata yang dipercaya jadi starter dalam pertandingan tersebut ingin membuktikan pada Mourinho bahwa ia sangat layak berada dalam skuat inti musim ini dan menjawab keraguan semua pihak bahwa ia takkan mungkin sukses bersama sang Spesial one. Dengan tambahan satu gol nya kemarin Juan Mata berhasil mencetak 43 gol semenjak ia di datangkan Januari 2014 silam.

Sebuah jawaban yang fantastic dari seorang Juan Mata, ia tidak perlu berkata banyak bahkan meminta kepindahan sejak Mourinho didatangkan. Yang ia lakukan adalah berusaha dan bekerja keras menampilkan permainan terbaiknya saat di percaya menjadi starter mengisi 3 pos yang akan selalu berubah.

Belum banyak trofi yang di berikan Mata untuk MU sejak kedatangan, nyaris hanya Trofi FA CUP yang berhasil didapatkan musim lalu, berbanding terbalik dengan prestasinya di Chelsea yang telah berhasil meraih Trofi Liga Champions dan Uefa Cup, Fans united hanya bisa berharap magic Juan Mata tertular ke MU, dan hanya dengan trofi lah sesungguhnya Juan Mata membuktikan bahwa ia sangat layak berseragam Setan merah. Good Luck Juan.