Nama Joko Widodo mulai terkenal ketika mencalonkan diri sebagai calon Gubernur DKI Jakarta tahun 2012 silam. Beliau merupakan mantan Walikota Surakarta selama dua periode. 

Perjalanan Jokowi menuju Ibukota dengan menggunakan partai politik, yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) cukup sukses. Jokowi dipasangkan dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dari Partai Gerindra untuk dicalonkan menjadi calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta melawan petahana Fauzi Bowo. Keduanya pun sukses menjadi pemenang dengan perolehan suara 53,82%.

Jokowi Jadi Tukang Ojek Payung

Jokowi lahir di Surakarta, Jawa Tengah dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo. Beliau datang dari keluarga yang bisa dibilang sederhana, namun hal itu tak membuatnya minder dan takut untuk bermimpi tinggi.

Pendidikan Jokowi dimulai dari SD Negeri 111 Tirtoyoso. Dengan berbagai kesulitan yang dialami, Jokowi kecil sampai harus membantu orangtuanya berdagang, mengojek payung, hingga jadi kuli panggul untuk membiayai keperluan sekolah dan uang jajan.

Setelah lulus, Jokowi melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 1 Surakarta dan kemudian lanjut ke SMA Negeri 6 Surakarta. Tidak putus sampai di situ saja, Jokowi melanjutkan pendidikan ke jenjang tertinggi dengan masuk Universitas Gajah Mada, Jurusan Kehutanan.

Jokowi Bebas Korupsi

Karier Jokowi di dunia politik cukup sukses dan mendapat simpati yang luar biasa pada kalangan masyarakat. Sejak terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, namanya cukup dikenal dan popularitas yang sangat tinggi. Berbagai kebijakan yang diterapkan di Ibukota mendapat tanggapan yang positif dari masyarakat Jakarta.

Dalam perjalanannya, tentu ada seorang Wakil Gubernur yang selalu setia mendampingi beliau untuk mengurus ibukota. Saat masih menjadi Walikota Solo, Jokowi sama sekali tidak tersandung kasus korupsi. Oleh sebab itu, masyarakat Jakarta memberikan mandat untuk mengurus Ibukota selama lima tahun.

Tidak hanya sampai ibukota, masyarakat Indonesia menginginkan Jokowi untuk menjadi Presiden. Harapan rakyat Indonesia sangat merindukan sosok pemimpin yang merakyat dan mampu membangun perekonomian yang lebih baik dan Jokowi adalah yang diharapkan oleh Rakyat. Jokowi dinilai sebagai pemimpin yang bersih, bebas dari kasus korupsi ,serta dianggap sebagai seorang yang pekerja keras.

Demi kepentingan bangsa dan Negara, Jokowi bersedia Maju sebagai calon Presiden pada tahun 2014 silam dan posisi Gubernur digantikan oleh wakilnya Ahok untuk meneruskan kepemimpinan di DKI Jakarta.

Jokowi Bebas dari Isu HAM

Nama Jokowi hampir tidak pernah ada dalam daftar nama pemimpin yang tersandung dengan urusan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Jokowi yang berasal dari kalangan rakyat biasa dan sederhana menjadi motivasi bagi banyak orang agar menjadi seorang pemimpin bukan hanya dari kalangan orang kaya, namun rakyat biasa juga bisa jadi Presiden. 

Dalam perjalanan hidup masa lalu Jokowi hingga menjadi seorang pemimpin rakyat, Jokowi sama sekali tidak pernah terlibat dalam pelanggaran HAM. Jika dibandingkan dengan lawan Jokowi saat Pemilihan Presiden tahun 2014, Prabowo selalu diisukan dengan kasus HAM masa lalu, tepatnya ketika beliau menjabat sebagai Pangkostrad. Isu yang selalu beredar bahwa Prabowo terlibat dalam penculikan dan penghilangan paksa para aktivis Mahasiswa tahun 1998.

Jokowi yang Terhebat

Nama Jokowi sangat populer di masyarakat saat ini. Namanya selalu ada di mana-mana. Bahkan sampai ke seluruh pelosok tanah air, semua pasti mengenal sosok manusia langkahtersebut.

Dalam perjalanan karier sebagai pemimpin, mulai dari menjabat sebagai Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta hingga Presiden, Jokowi sering memperlihatkan gaya kepemimpinan yang sederhana layaknya masyarakat biasa. Selama menjabat sebagai Walikota dan Gubernur, Jokowi sama sekali bebas dari kasus korupsi.

Selain kasus korupsi, Jokowi juga bebas dari isu Pelanggaran HAM masa lalu yang di mana isu tersebut selalu dijadikan sebagai salah satu isu yang sangat hangat menjelang Pemilihan Presiden.

Oleh sebab itu, nama Jokowi masih kuat dan berpeluang untuk memenangkan pertarungan pemilihan presiden 2019 mendatang. Jika calon presiden 2019 hanya dua orang saja, yaitu kembali mempertemukan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, maka peluang Jokowi untuk menang sangat tinggi. 

Selain bebas dari isu korupsi dan isu HAM, Jokowi juga berasal dari kalangan sipil biasa. Anak tukang kayu yang pernah menjadi tukang ojek payung akan membuktikan dirinya bahwa rakyat biasa juga bisa menjadi seorang Presiden, dan Jokowi akan kembali membuktikan pada ajang pemilihan presiden tahun 2019 mendatang.