Selamat Hari Sumpah Pemuda.

Pemuda yang tempat kelahirannya di desa terpencil meranti, pada tahun 1991 dan pemuda itu bernama Hamidun. Pemuda ini pernah bersekolah di SDN 09 Meranti, MI Raudlatul I Meranti, MTs Raudlatul Ulum I Meranti, MTs, Hidayatul Muhsinin, SMA Hidayatul Muhsini, dan Kuliah di IAIN Pontianak.

Pemuda ini dilahirkan pada tanggal 11 Februari 1991 tepatnya didesa meranti, beliau dilahirkan dari pasangan suami istri (Abdurrahman & Samaniyah). sekitar tahun 1998 dia memasuki sekolah dasar SDN 17 yang berubah menjadi SDN 09 Meranti, ketika dia kelas 2 SD dia belajar agama di MI Raudlatul Ulum I meranti, hinggal sampai kelas 3 dia tinggal dengan kakeknya karena sekolahnya jauh yang kurang lebih 4 km.

Kelas 3 dia udah tinggal dengan kakeknya di dusun meranti, setelah 3 tahun meninggalkan orang tua, dia kembali kerumahnya ketiaka hendak melaksanakan ujian nasional. Setelah lulus dia bingung mau melanjutkan dimana sekolahnya. Hingga hari terakhir pendaftaran di MTs Raudlatul Ulum I Meranti.

Waktu itu dia pasrah dengan Allah karena belum bisa melanjutkan sekolahnya. Pagi pagi bapaknya pergi dari rumah. Dan diapun tidak tahu bapaknya mau kemana...

Tiba tiba ayahnya datang sekitar jam 11. 00 wib dengan membawa kabar gembira kalau dia bisa melanjutkan sekolah di MTs Raudatul Ulum I Meranti, diapun bertanya kepada bapaknya. Bapak dapat dari mana bapak uang pendaftarannya, bapaknya tersenyum dan menjawab pertanyaannya, dengan perkataan yang lembut, ya nak bapak belum bayar uang pendaftaraannya bapak hanya minta izin dulu dengan kepala sekolah agar kamu sekolah dulu. Ternya bapaknya belum bayar uang pendaftarannya.

Tapi dia terharu dengan jawaban bapaknya yang tanpa malu mendatangi sekolah untuk anak nya, pada waktu itu dia bertekat untuk tidak akan mengcewakan orang tuanya.

Hari demi hari terus berjalan, ulangan umum semester ganjil pun telah datang dan dia membuktikan kepada orang tuanya dengan meraih juara satu dikelasnya hingga di semester genap. Dan diapun naik kelas 2 MTs.

Orang tuanya merasa bangga dengan prestasi yang diperolehnya, hingga pada waktu itu dia di transfer ke Pondok Pesantren Hidayatul Muhsinin tepatnya di kota baru ujung pada hari Rabu, 03 Agustus 2005 dengan tujuan agar anak nya bisa memperdalam ilmu agamanya.

Sebelum berangkat banyak omongan omongan yang kurang bagus yang di lontarkan masyarakat kepada keluarganya, ada yang bilang orang miskin mau kemana nanti paling paling berhenti ditengah jalan kayak bapaknya. Karena perkataan itu dia merasa tertantang untuk menjadi orang yang sukses, dia betekat “ saya harus sekolah sampai keperguruan tinggi” ujarnya.

Waktu terus berjalan mengiringinya dalam langkah perjuangannya di pesantren. MTs, dan SMA dia selesaikan di pesantren itu. Hingga dia dinyatakan lulus Sebagai Mahasiswa STAIN Pontianak pada tahun 2010.

Dengan perekonomian orang tuanya yang tidak mencukupi, dia mencari biaya kuliahnya sendiri, banyak pekerjaan pekerjaan yang dia lakukan, jual donat dikampus, menjadi pelayan di kantin kampus, menjadi loperkoran dan menjadi pedagang kaki lima.

Perjuangannya yang sungguh sungguh hingga dia pun berhasil menyandang gelas Sarjana Pendidikan Agama Islam (S.Pd.I) pad tanggal 14 Juli 2015.

Tidak ada hasil yang menghianati usahanya bagi orang yang besungguh sungguh. Janjinya ketika hendak masuk MTs kini tercapai dan terbukti bahwa orang miskin juga bisa sekolah hingga keperguruan tinggi.

Dengan izin Allah dia lulus sebagai Guru Relawan Dompet Dhuafa dalam program sekolah guru Indonesia (SGI) tanggal 09 November 2015 dia berangkat kebogor di training 3 Bulan, 2 bulan di asramah 1 bulan di tasikmalaya dan penempatan 1 tahun. Kini dia menjadi Guru Konsultan Dompet Dhuafa yang di tempatkan di daerah terpencil tepatnya di desa Engkrengas Kapuas Hulu Kalimantan Barat.