Secrecy is an ethos. Our names, like God's, are not to be spoken. It's our way. 

Khas "agama" Hollywood, kebebasan dan privasi, seperti kutipan di atas, maka untuk pertama kali pula Hollywood memperkenalkan propagansa Israel yang disebut dengan Aliyah (Law of Return).

Aliyah adalah sebuah tawaran bagi siapa saja berkeyakinan Yahudi atau fansnya yang tersebar di seluruh dunia untuk kembali ke tanah airnya, Negara Israel. Para Aliyah yang terpanggil hati nuraninya ini kemudian dijadikan atau bergabung dengan kombatan IDF (Israel Defense Force). 

Program Aliyah ini bebas, suka-suka, dan global. Artinya, walaupun mereka sudah menjadi warga negara asing, Israel siap menerima. 

Aliyah yang diplotkan dalam film Jarhead: Law of Return merupakan propaganda program-program brilian Zionisme yang melibas perbedaan ras dan batas negara. Program ini merupakan taktik jitu untuk menggemukkan kekuatan militer Israel dengan diversifikasi keuntungan dari keunggulan ras-ras yang berbeda dalam sebuah kekuatan.

Tentunya para imigran Aliyah minim sudah membawa sejumput rahasia negara yang pernah didiami. Bagi intelijen militer, ini adalah kunci. 

Film ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan judul serupa karya Sam Mendes tahun 2005, Jarhead atau salah satu dari sekuel-sekuel lainnya yang serupa. Tentunya juga kualitasnya jauh di bawah karya Sam Mendes.

Film gabungan dua negara ini (Amerika dan Israel) mengawali syutingnya saat perayaan Hari Raya Sukkot, sebuah perayaan pengucapan syukur bagi Israel atas hasil panen yang dirayakan selama tujuh hari pada bulan purnama di antara September dan Oktober.

Pada Hari Raya Sukkot ini, setiap keluarga Yahudi membangun sebuah pondok (shelter) beratap ranting palem dan dedaunan. Pondok-pondok tersebut disiapkan untuk menyambut tujuh ruh tamu-tamu Tuhan, yaitu Ibrahim, Ishak Yakub, Musa, Harun, Yusuf, dan Daud yang dipercaya akan datang ke pondok yang dibuat itu selama festival berlangsung.

Dalam Film Jarhead: Law of Return, diceritakan bahwa pasukan elite Marinir Amerika Serikat yang dipimpin oleh Sersan Dave Torres berjuang mati-matian sekuat tenaga mempertaruhkan hidup saat bergabung dengan kombatan IDF dalam sebuah misi operasi pembebasan sandera gabungan MARSOC-IDF.

Adapun sanderanya adalah seorang Aliyah yang berkebangsaan Amerika Serikat, Mayor Ronan Jackson (Devon Sawa), yang ditembak jatuh dan ditawan oleh kelompok teror radikal yang menamakan dirinya sebagai "Brigade Kebebasan Golan".

Selain propaganda Aliyah, film ini berkaitan erat dengan masalah krusial yang berkaitan dengan Suriah serta hubungan sosial dan politik yang harmonis dan kompleks antara Amerika Serikat dan Israel. 

Dengan begitu, mudah kita temukan karakter-karakter kombatan Islam dalam film ini. Karakter-karakter tersebut adalah kombatan Hezbolah yang khas bandana kuning dan Hamas dengan khas bandana hijaunya.

Namun, inti dari film ini, sebagaimana telah disebut di atas, adalah memperkenalkan dan menggenjot propaganda program Aliyah IDF Israel. Program Aliyah ini sangat erat kaitannya dengan program "Lone Soldier". Untuk pendalamannya, silakan baca tulisan yang berjudul Jangan Ngaku Libertarian.

Dari laman resmi World Zionis Organization, telah disebutkan bahwa program Aliyah (Law of Return) merupakan motivasi dan bantuan dalam mempersiapkan imigran untuk berimigrasi. Mereka menyebutkan bahwa hari ini setiap orang memiliki hak untuk repatriasi dan datang ke Israel kapan saja. 

Misi mereka adalah untuk mengembalikan makna asli ke konsep "Zionisme". Keputusan untuk berimigrasi adalah langkah pertama dalam perjalanan untuk kembali ke tanah air.

Disebutkan juga, dalam mendukung program "Aliyah" ini, siapa saja harus giat belajar Bahasa Ibrani, mengevaluasi prospek persyaratan profesional, memilih tempat tinggal, mengetahui status dan hak-hak imigran baru, membuat program penyerapan pribadi.

Imigran yang datang ke Israel dengan pengetahuan bahasa Ibrani akan mampu menyesuaikan diri mereka jauh lebih cepat dan lebih sukses. Juga dapat memperkuat ikatan antara orang-orang Yahudi diaspora dan Negara Israel. 

Dengan garapan sutradara Don Michael serta produser Jeffrey Beach dan Phillip J. Roth serta distributor Universal 1440 Entertainment, serta alaur-alur khas argumentatif, maka film berdurasi 103 menit ini dianggap sebagai film propaganda yang beranggaran rendah. 

Oleh karena ini adalah film propaganda Israel, maka tentunya dipenuhi aktor dan aktris Israel, seperti Yael Eitan (Neta Lurie), Tsahi Halevi (Sgt. Razor), Shanti Ashanti (Avigail), dan lainnya.

Dukungan aktor dan aktris laga lainnya, seperti Nicholas Aaron (Benedetti), Ben Cross (USMC General Betz), Amaury Nolasco (Sergeant Dave Flores), Robert Patrick (Senator Jackson), Jeff Pierre (Sgt. Johnson), Udi Razzin (Major General Yairi), Devon Sawa (Major Ronan Jackson), Amos Tamam (Brodetsky),dan George Zlatarev (The Ghost).

Di setiap gaung propaganda pasti ada yang ditakutkan dan dicemaskan hingga muncul usaha propaganda tersebut, sebagaimana kutipan di dalam film seperti di bawah ini:

Damascus will fall into the hands of Moscow and the Iranians, which will be a total nightmare for the Jewish state and, by proxy,the United States.We have to prevent this at all costs.