Dari banyak masalah yang ada di negeri saat ini salah satunya adalah masalah publikasi informasi atau berita yang kurang objektif, yang menyebabkan masyarakat salah faham karena kurang diteliti atau kurang membandingkan dengan berita lainnya.

Masyarakat hanya mengandalkan ketertarikan judul berita yang sangat menarik dan menurutnya penting dan dianggap lebih menarik kalau semua orang tahu, sehingga masyarakat suka membagikan berita kepada masyarakat lain yang belum tahu betul berita itu benar atau tidak.

Kita ambil contoh yang sekarang ini banyak beredar yaitu masalah vaksinansi Covid-19, banyak sekali kontroversi dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 saat ini, sehingga membuat masyarakat masih takut melakukan vaksinasi karena terpengaruh informasi hoaks yang beredar di media sosial bahwa ada beberapa masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi mengalami gangguan kesehatan mulai dari demam bahkan sampai kematian.

Di berbagai media sosial, mulai dari Facebook, Grup Whatsapp dan yang lainnnya beredar bahwa vaksinasi Covid-19 sampai bisa menyebabkan kematian, masyarakat masih banyak yang  belum bisa selektif dalam mengambil informasi dan bisa percaya begitu saja terhadap informasi itu. 

Dari berita hoaks yang sudah beredar kemana-mana sebernarnya yang mau disalahkan siapa?, Kita sebagai masyarakat Indonesia seharusnya bisa menanggapi hal tersebut dan yang terjadi saat ini sepertinya sampai saat ini tidak ada satu orangpun yang bertanggung jawab pada hal tersebut, seperti kesalahan yang dibiarkan dan sengaja untuk terulang kembali.

Sepertinya hoaks apapun motifnya dibiarkan dan tidak ada satupun dari masyarakat yang mempunyai rencara dalam pencegahan hoaks secara umum, masyarakat masih mengandalkan keamanan untuk diri sendiri, misalnya masyarakat diperintahkan untuk selektif dalam membaca berita, sepertinya hanya itu saja yang diterapkan dalam menghadapi hoaks sekarang ini.

Kalau terus dibiarkan begitu saja bisa jadi negeri ini berlimpah dengan informasi dan bacaan-bacaan hoaks hingga sulit untuk dibedakan dan dibenahi kembali. Dari saking banyaknya hoaks masyarakat tidak bisa membedakan mana yang hoaks dan mana yang benar, dan itu sebenarnya masalah besar yang akan berdampak besar  pada negara.  Kelihatannya sangat kecil dan kurang diperhatikan oleh masyarakat lain, tapi sangat membahayakan.

Tiga cara pencegahan hoaks

Menurut pengamat media sosial Nukman Lutfhie, terdapat tiga cara dalam pencegahan informasi palsu, atau hoax yang sering beredar di media sosial. Pertama, dengan menegakan hukum, negara kita adalah negara hukum, tinggal ditegakkan.

Negara Indonesia ini memiliki sejumlah instrument untuk mengatasi berita bohong, seperti Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE) dan KUHP. Menurutnya dengan menegakkan hukum terkait penyebaran informasi hoaks dengan cara memberi sangsi pada pembuatnya bukan hanya orang yang menyebarkan saja.

Kedua, dengan melibatkan penyelenggara  platform, seperti yang kita lihat informasi hoaks banyak sekali terjadi di media sosial, untuk pencegahan informasi hoaks yang paling penting adalah dengan melibatkan penyelenggara platform, sehingga dapat terkendali dengan baik. 

Penyelenggara platfrom memberi tindakan langsung pada akun-akun penyebar hoaks, bisa dengan menghapus postingan atau dengan membelokir akunnya.

Ketiga, Edukasi masyarakat, dalam edukasi masyarakat ini sangatlah penting sekali, karena kalau hanya dipasrahakan pada pemerintah maka dengan jumlah penduduk yang sangat besar ini.

Pemerintah akan kewalahan dalam menjalaninya, sehingga membutuhkan dukungan dan bantuan dari masyarakat lain untuk menjalankannya dengan maksimal, misalnya pemerintah menyediakan kolom pengaduan yang tersedia dan bisa diakses oleh masyarakat umum untuk melaporkan pelakunya lewat internet atau yang lainnya.

Dari pencegahan diatas sebenarnya mulai dari dulu sudah tersedia dan banyak opini-opini lainnya yang membahas mengenai problem ini, cuman seara implementasi belum secara maksimal untuk diterapkan dengan baik, padahal problem ini sebenarnya sangat besar, dan sebagian besar konflik di negera ini terjadi karena masyarakat dipengaruhi oleh informasi atau berita hoaks, sehingga terjadi konflik yang menyebabkan ketidak satu tujuan dan membuat satu perlawanan yang tidak baik.

Oleh karena itu dalam mengendalikan masalah ini membutuhkan strategi yang sangat kuat. Seharusnya ada yang membuat lembaga atau instansi tertentu untuk mengatasi hal ini, banyak sekali dampak dari informasi atau berita hoaks yang sudah terjadi

Seperti halnya konflik akan menjadi-jadi, adu domba dan caci maki akan terus berlanjut yang akan membuat  media sosial akan menjadi termpat yang tidak baik bagi generasi selanjutnya. Ini tidak bisa dibiarkan, harus terkendali sebagai mana yang problem yang lain.

Kalau dilihat, media sosial yang sekarang ini mempunyai potensi yang  sangat bagus untuk memakmurkan negara ini, cuman kalau tidak diatur dan tidak diawasi dengan baik akan menjadi hal yang menggu kemajuan negara ini, dari itu terlihat sangatlah butuh pengawasan tertentu yang fokus untuk menjadikan media sosial sangat bermanfaat, jangan sampai kesempatan ini dikuasi orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Wallahu a’lam.


Referensi

https://www.kominfo.go.id/content/detail/8998/3-langkah-penting-untuk-memerangi-hoax/0/sorotan_media