Kawasan Bojonegara-Puloampel termasuk dalam wilayah Kabupaten Serang Provinsi Banten, yang memiliki luas wilayah keseluruhan sekitar 6.700,2 hektar dan dihuni hampir 75.000 jiwa. Bojonegara merupakan daerah kawasan industri, pabrik-pabrik banyak berdiri di kawasan ini. 

Proyek-proyek pertambangan bahkan reklamasi mulai menyentuh daerah ini. Namun sayangnya, sejauh ini industri-industri yang berkembang di Bojonegara masih kurang memperhatikan penanganan dampak lingkungan atau AMDAL. Utamanya kegiatan penambangan batu dan pasir.

Aktivitas penambangan batu dan pasir dikawasan Bojonegara-Puloampel, Kabupaten Serang kian menghawatirkan, penambangan yang tak ramah lingkungan itu menyebabkan rusaknya bukit-bukit, gundulnya hutan serta makin minimnya ruang terbuka hijau. 

Di samping itu, pembabatan bukit-bukit yang dilakukan oleh para penambang sangat tidak bijak mengingat kawasan Bojonegara adalah daerah garis pantai, bukit-bukit dan pegunungan yang mengelilingi daerah tersebut selama ini menjadi pasak sekaligus juga sebagai jalur evakuasi jika ada bencana tsunami sewaktu-waktu. Kini bukit-bukit itu tak ada lagi, yang tersisa adalah tandai landai yang kian hari makin gersang.

Aktivitas pertambangan yang tak ramah lingkungan itu, juga mengakibatkan resapan air menjadi berkurang, drainase yang ada tersumbat oleh limbah kegiatan tambang. 

Akibatnya, ketika hujan lebat mengguyur, sejumblah ruas jalan utama terendam banjir. Seperti yang terjadi di Desa Puloampel kampung Candi, beberapa waktu lalu terjadi genangan air setinggi 50 cm, menyebabkan jalan tertutupi pasir, lumpur dan tumpukan sampah.

Buntut panjang dari persoalan banjir ini adalah ketika jalanan yang terendam air hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan itu akhirnya akan merusak jalan (berlubang). 

Hal ini ditambah lagi dengan wara-wirinya kendaraan pengangkut hasil tambang,  karena akibat aktifitas truk bertonase over load dan bagian-bagian kendaraan yang terbuat dari logam seperti velg, kenalpot dan sebagainya, menyumbang kerusakan jalan yang makin parah.

Efek dari jalan yang berlubang akan menimbulkan terjadinya kecelakaan, ditambah lagi jalan yang berlubang cukup dalam yang  tergenang air yang menutupi jalan tersebut, sangatlah riskan apabila sepeda motor yang terperosok kelubang kemungkinan bisa tertabrak kendaraan yang dibelakangnya ataupun berakibat kecelakaan tunggal oleh karena jatuhnya speda motor kedalam lubang tersebut.

Selain kecelakaan, hal yang terjadi pada saat jalanan tergenang air yaitu mogoknya mesin speda motor, jika sudah terjadi mogok maka dapat dikatakan bahwa mesin kendaran dalam keadaan mati total dan harus dilakukan perbaikan dibengkel. 

Aktifitas warga sekitar yang hendak berangkat kerja, sekolah juga terganggu apabila terjadi mogok maupun terjadi kemacetan Panjang, permasalan ini berdampak terhadap faktor ekonomi, pendidikan, sosial dan lingkungan.

Para warga mengeluhkan kondisi ini pada setiap musim penghujan, dan ditambah minimnya penerangan di sepanjang jalan Bojonegara-Puloampel, mereka berharap agar sistem drainase dan PJU (Penerangan Jalan Umum) dapat dibangun disepanjang jalan Bojonegara -Puloampel  oleh pemerintah sekitar dan dapat menyelesaikan masalah genangan air yang kerap dihadapi oleh pengguna jalan dan lalu Lalang warga dapat berjalan normal.

Kini siapa yang harus disalahkan? Ini menjadi PR besama bagi kita semua, sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan dalam hal ini. Pemerintah sudah seharusnya meninjau kembali masalah perijinan kegiatan pertambangan dan industri yang selama ini dinilai masih terlalu longgar, dan tentu saja aspek-aspak AMDAL (Analisis Dampak Lingkungan) menjadi poin yang harus diperhatikan kembali, sebagaimana UU RI No 4 Th 2009 tentang “pertambangan mineral dan batu bara”. Hal ini juga perlu pengawasan dari pemerintah agar tidak timbul masalah-masalah sosial dan lingkungan.

Seharusnya pemerintah gerak cepat dalam penanganan persoalan tersebut karena melihat Visi dan Misi Bupati Kabupaten Serang yaitu “meningkatkan kualitas Pendidikan dan kesehatan kesejahteraan sosial, meningkatkan sarana dan prasarana diwilayah”. 

Bagaimana ingin mensejahterakan masyarakat kalau persoalan kecil tersebut tidak bisa diselesaikan dengan baik, padahal hal yang kecil tersebut sangat berpotensi mengakibatkan masalah-masalah yang besar.

Sekarang bukan saatnya saling menyalahkan yang seharusnya dilakukan yaitu pemerintah diharapkan menjalankan agenda yang sudah terencana dalam PERDA No 3 Th 2017 tentang “Percepatan Pembangunan Infrastruktur Jalan Kabupaten Serang”. dan juga perlu dukungan dari warga masyarakat Bojonegara- Puloampel untuk melestarikan lingkungan, mengawal proses industri yang tidak taat pemerintah.