Islam yang dahulu dipandang sebagai sebuah kepercayaan, kini sudah berganti menjadi bagian dari tradisi. Islam tidak hanya dikenal sebagai suatu kepercayaan yang sakral saja, tetapi juga kebudayaan dalam kehidupan masyarakat.

Dahulu, tradisi-tradisi keislaman menjadi sesuatu yang dijunjung tinggi karena merupakan bagian dari aturan. Namun, sekarang Islam berhasil berkembang sebagai tatanan sosial-kemasyarakatan, tradisi-tradisi yang ada disesuaikan pada adat-istiadat yang dianut oleh masyarakat.

Sebagai contoh, dalam kehidupan masyarakat pasti kita mengenal istilah yasinan, tahlilan, aqiqah untuk perayaan tertentu. Hal itu juga unsur dari Islam, namun sudah tercampur dengan kebudayaan masyarakat.

Ini membuktikan bahwa Islam berhasil melebur dengan keadaan yang ada. Tidak hanya itu saja, Islam yang dahulu dianggap sangar oleh beberapa lapisan masyarakat, sekarang sudah dipandang sebagai kepercayaan yang menyenangkan.

Menurut pandangan umat Muslim, Islam adalah bagian terpenting dalam hidup mereka. Oleh karena itu Charles J. Adams memberi penjelasan bahwa Islam bagian dari sejarah, dan hal itu akan terus berubah, berkembang, bahkan bisa melebur bersama dengan tradisi kemasyarakatan.

Dalam menjelaskan Islam dan agama bekerja, Charles J. Adams memakai penjelasan Wilfred C. Smith untuk mempermudah. Wilfred mengatakan tradisi adat-istiadat yang diberikan turun-temurun. Maka agama adalah bentuk dari tradisi itu sendiri, agama digambarkan sebagai kepercayaan yang dianut oleh manusia.

Dalam pendekatan keislaman, Charles mengungkapkan ada tiga tahapan. Pertama, menggunakan misionaris, atau keagamaan. Pada tahapan pertama kali ini, ada banyak sekali masyarakat yang beragama Kristiani mencoba mengadakan pendekatan melalui sistem mengkaji bagaimana Islam sesungguhnya.

Pertama, menggunakan misionaris, atau keagamaan. Tahapan ini, ada banyak sekali masyarakat yang beragama Kristiani mencoba mengadakan pendekatan melalui sistem mengkaji bagaimana Islam sesungguhnya. Mereka menyelam, mempelajari, dan berusaha mengadakan perbandingan antara Islam dengan Kristiani.

Metode ini memang jadi salah satu awal yang baik untuk Islam, karena bisa membantu mengevaluasi apa yang kurang dari pemahaman orang-orang. Namun metode ini juga menjerumuskan Islam.

Metode ini dikenal dengan merayu masyarakat yang berada di luar Islam untuk ikut dan mengambil Kristen sebagai agamanya, mereka memang merayu dengan cara halus, tidak hanya itu saja, mereka juga mengadakan sebuah apresiasi besar-besaran kepada pihak Islam.

Umat Kristiani yang terlibat dalam pendekatan ini rela melakukan apapun agar mendapatkan banyak data dari Islam, tidak jarang dari mereka ikut belajar bahasa, tinggal bersama warga sekitar, bahkan pernikahan juga diselenggarakan.

Kedua adalah metode pendekatan apologetic, atau bisa dikenal pendekatan pembela. Mereka yang menyebarkan pendekatan ini lebih memilih untuk bertahan dengan agama Islam, pada pendekatan ini juga berusaha memberikan harapan bahwa Islam dapat membaur dengan kehidupan modern masyarakat yang ada.

Islam dapat menyatu, melebur bersama dengan adat-istiadat yang diterima oleh banyak sekali masyarakatnya. Dan dengan pendekatan ini, mereka berusaha memberikan kesempatan kepada Islam untuk membawa mereka ke arah yang lebih baik lagi.

Islam berusaha bangkit dari keterpurukan yang dideritanya. Membangkitkan semangat untuk terus membangun peradaban yang lebih baik lagi sehingga mereka tidak merasa ada banyak sekali kekurangan dalam Islam.

Ketiga, pendekatan secara damai. Pada tahap terakhir ini umat Islam dan Kristen sama-sama terbuka, Islam dengan tangan terbuka menerima kritik dari Kristen tentang kekurangannya, dan Kristen juga berusaha menghargai nilai-nilai keindahan dari Islam.

Di tahap ini, Islam sudah mulai terlihat bersinar. Meskipun begitu, Cragg, salah satu pengamat pendekatan Islam adanya pendekatan ini tetap mengatakan bahwa seseorang yang bukan dari Kristen, harusnya masuk agama Kristen.

Agar mereka bisa merasa lebih baik, karena dengan begitu ia akan merasa tenang, dan nyaman. Ini membuktikan bahwa ada unsur ia tetap mengajak untuk memeluk agama Kristen.

Tahapan ini membantu mereka terhindar dari sebuah pertengkaran, rasa curiga antar sesama, dan membawa dampak rasa aman, tenang dan sebagainya.

Karena pemikiran Charles J. Adam ini pada akhirnya membuahkan hasil positif bagi sejumlah pengamat studi Islam di masa sekarang, mereka bisa mengidentifikasikan bagaimana Islam disebar dan apa yang melatar belakangnya.

Hingga era modern, Islam merupakan agama yang tidak pernah memaksa siapapun. Bahkan ia bisa bersahabat dengan banyaknya adat-istiadat masyarakat. Tidak hanya itu, Islam juga memberi bukti kepada seluruh umatnya setelah ia mendapatkan kritik pedas, tidak langsung terpuruk begitu saja.

Charles J. Adams juga memberikan ruang bagi beberapa ilmuwan yang sedang meneliti studi Islam untuk terus mengembangkan keislaman, Adams menyampaikan bahwa kita dapat memahami Islam lebih jauh dari berbagai aspek.

Contohnya adalah dari sejarah, dengan begitu Islam tidak hanya dikenal sebagai kepercayaan saja. Dan hal itu berhasil, sekarang ada banyak perguruan tinggi, ilmuwan, dan beberapa studi lainnya yang mengenal Islam jauh lebih baik.

Di dunia modern seperti sekarang, di mana ilmu pengetahuan dan teknologi semakin terdepan. Islam mampu bersaing dan tidak tergerus dengan jaman atau apapun.