Dalam 21 Lessons, Yuval Noah Harari menggambarkan bagaimana pergeseran pasar kerja dalam beberapa dekade mendatang. Pada abad 21, pembelajaran mesin dan robot akan mengubah setiap lini pekerjaan. 

Industri-industri di masa mendatang akan didesain ulang, dibangun dan dikembangkan dengan berbasis pada konektivitas dan data. Bahkan dalam otomatisasi jangka panjang serta dukungan informasi yang melimpah, manusia akan terus menghasilkan pekerjaan baru dan kemakmuran yang lebih besar untuk semua orang.

Kita memasuki era yang disebut sebagai revolusi industri 4.0; sebuah tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Era ini ditandai dengan lahirnya kecerdasan artifisial dan mesin-mesin yang mengganti kerja-kerja mekanis yang biasa dilakukan oleh manusia. 

Oleh karena itu, ketika pekerjaan manual dilakukan secara otomatis, pekerjaan baru muncul di bidang jasa yang membutuhkan jenis keterampilan kognitif yang hanya dimiliki manusia: belajar, menganalisis, berkomunikasi, dan terutama memahami emosi manusia. 

Meski demikian, kita tidak memiliki gambaran jelas seperti apa pasar kerja dalam 10 atau 20 tahun mendatang. Satu hal yang jelas, kita memasuki era industri yang dibangun berbasis teknologi dan informasi.

Apakah ini menguntungkan dari sisi ekonomi? Ataukah, justru membawa peluang-peluang yang lebih baik di masa mendatang? Lantas bagaimana kita membangun bisnis, mendorong ekonomi dan menciptakan inovasi di era informasi dan teknologi? Apakah industri harus beradaptasi, atau harus punah?

Era digital ditandai dengan berkembangnya perangkat digital, konektivitas internet serta aliran informasi terbuka yang dapat diakses siapa saja dan kapan saja. Teknologi dan informasi tidak hanya mengubah cara kita memperoleh informasi, tapi lebih jauh, internet telah mengubah cara kita menjalani hidup dalam segala aspek; kesehatan, ekonomi, pendidikan bahkan relasi. 

Dalam aspek ekonomi dan bisnis, industri-industri di masa mendatang akan didominasi oleh sektor berbasis perangkat dan jasa digital. Sektor ini bahkan berkontribusi sebesar 10% dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Data Kementerian Perindustrian dan perdagangan mencatat, dalam enam tahun terakhir, industri digital di Indonesia tumbuh 9,98-10,7 persen per tahun, dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi nasional. Mulai tahun 2019, industri digital nasional diproyeksikan tumbuh di atas 11 persen per tahun karena seluruh wilayah nusantara akan terhubung oleh jaringan internet.

Hal ini juga didukung oleh jumlah pengguna internet dan media sosial yang cukup besar di Indonesia, dimana sebagian besar didominasi oleh generasi milenial. Hingga tahun 2018, tercatat sebanyak 96,1 juta pengguna media sosial di Indonesia, meningkat hampir 50% dibandingkan tahun 2014 yang hanya tercatat 52,4 pengguna aktif. 

Dari jumlah total pengguna media sosial ini, 38,93% adalah pengguna Facebook, 23,58% pengguna Twitter, 13,18% pengguna Instagram, 12,28% pengguna Pinterest, 10,74% pengguna aktif YouTube dan 0,74% aktif pada layanan Google+. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai pasar potensial dalam industri berbasis teknologi digital.

Selain itu, segmen perusahaan yang diprediksi akan menyumbang lowongan pekerjaan terbesar di sektor teknologi digital ini, antara lain e-commerce, teknologi keuangan (fintech), logistik, dan big data. Bahkan, Berdasarkan riset Michael Page tahun 2016, perkembangan industri digital yang marak belakangan ini di Indonesia menjadi pemacu tumbuhnya jumlah lowongan pekerjaan di sektor ini hingga 60 persen.

Beberapa riset bahkan merilis beberapa jenis pekerjaan yang paling banyak diminati pada abad 21, yang semuanya berbasis pada teknologi dan internet. Pekerjaan ini mencakup Software developer, computer system analyst, market research, marketing specialist, web programmer, serta industri berbasis data dan informasi, seperti media berita, jasa konsultan teknologi dan pengelola website. 

Pekerjaan-pekerjaan ini bahkan diprediksi akan tumbuh hingga tahun 2024. Untuk pekerjaan-pekerjaan ini, kemampuan teknologi dan kemampuan computational thinking sangat diperlukan.

Lalu apa yang kita tunggu?

Hari ini, kita memiliki banyak potensi dan aset dalam investasi industri masa depan. Pada era digital, setiap orang memiliki starting point yang sama, karena setiap individu atau komunitas memiliki akses yang sama pada arus informasi yang bertebaran di jagad maya. 

Selain itu, konektivitas yang memadai serta dukungan perangkat digital yang cukup terjangkau, memungkinkan kita membangun industri dan bersaing dalam hal inovasi dan kreativitas. 

Yang perlu kita lakukan adalah memikirkan cara-cara baru dalam  mengembangkan model bisnis kita hari ini. Karena era digital memungkinkan kita menjangkau dunia, individu, serta komunitas yang tak bisa kita jangkau dalam dunia nyata, maka kita perlu membangun jaringan yang mampu menghubungkan setiap kebutuhan individu, komunitas bahkan organisasi pemerintahan. 

Kita punya cukup sumber daya, dan yang diperlukan adalah sedikit inovasi dan kreativitas.

Konektivitas akan menguntungkan semua pihak. Orang yang tidak memiliki apa-apa, akan segera memiliki beberapa. Dan mereka yang sudah memiliki beberapa, akan mendulang lebih banyak lagi. 

Dengan bertumbuhnya teknologi, tesebarnya perangkat digital serta pesatnya aliran informasi dan data, setiap orang akan punya kekuatan dibanding masa sebelumnya. pada era digital, dalam pasar kerja, setiap orang akan dihargai sama besarnya dengan komunitas bisnis manapun.

Kita tidak lagi berbicara tentang modal adalah uang. Kita berbicara tentang informasi dan data sebagai aset dan investasi, baik dunia virtual maupun fisik. Optimisme tentang masa depan yang ditopang oleh internet, inovasi dan krativitas dalam menciptakan pekerjaan dan pengaruh, akan membawa perubahan tidak saja dalam ekonomi kita, tapi juga membantu kita melawan kekejaman, penderitaan dan kehancuran yang tak terprediksi. 

Pada akhirnya, teknologi dan informasi menyediakan peluang yang tak ada habisnya telah menyediakan juga kesempatan bagi kita untuk meningkatkan taraf hidup. Berikan setiap orang akses terhadap teknologi, dan biarkan mereka melakukan sisanya.