Berbicara mengenai Indonesia, semua orang tahu bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki pesona keindahan yang luar biasa. Tidak hanya di darat, keindahan lautnya pun menjadikan Indonesia sebagai negara maritim.

Sumber daya alam yang ada di Indonesia seperti minyak bumi yang berlimpah, air mineral dari pegunungan, banyaknya jenis tumbuhan dan  tanah yang subur membuktikan bahwa Indonesia termasuk negara yang sangat berpotensial.

Indonesia memiliki banyak penghasilan dari kekayaan alam, tak jarang Indonesia juga mengekspor hasil alam ke luar negeri. Dan yang terakhir mengapa kita pantas disebut negara yang kaya adalah karena kita memiliki penduduk yang banyak dan terbesar di dunia sehingga hal ini bisa dikatakan sebagai aset negara.

Bayangkan saja dengan penduduk sebanyak itu sudah pasti kita memiliki orang-orang jenius yang tentunya bisa memajukan bangsa dan negara. Salah satu contoh putra bangsa yang jenius adalah BJ. Habibie, beliau bisa menciptakan pesawat terbang dan kepintaraannya telah diakui oleh dunia.

Syahdan, dengan kekayaan alam yang melimpah seharusnya orang Indonesia hanya tinggal duduk manis menikmati hasil alam. Bangsa Indonesia hanya perlu mengelola kekayaan alam yang melimpah, bagaimana caranya agar kekayaan alam itu tetap lestari dan menjadi ladang penghasilan untuk dirinya dan keturunannya.

Tak perlu pergi ke negara lain untuk mencari nafkah, Indonesia sudah cukup menjadi ladang baginya. Sebut saja pulau Kalimantan, kelapa sawit, karet dan tambang emas sudah cukup untuk menghidupi orang-orang yang tinggal didalamnya bahkan lebih. Lantas, kenapa kebanyakan dari mereka masih diliputi kemiskinan, kesedihan, kelaparan, bahkan peristiwa menyedihkan dalinnya?

Itu terjadi karena mereka hanya menjadi kuli di negaranya sendiri, pabrik-pabrik besar yang berdiri tegak dengan penghasilan yang luar biasa bukan dikelola oleh orang Indonesia melainkan pendatang-pendatang dari negara asing yang menjalankan usahanya di Indonesia, seperti Freeport yang dikuasai oleh negara asing.

Lebih mirisnya lagi, tidak semua warga Indonesia menjadi kuli di tempatnya sendiri melainkan mereka hanya menjadi penonton dari sebuah konspirasi yang dijalankan.

Memang benar Indonesia sudah merdeka sejak dibacakannya teks proklamasi pada 17 Agustus 1945, akan tetapi sejatinya Indonesia masih dijajah. Indonesia bukan dijajah dalam tekanan fisik dengan senjata seperti dahulu, Indonesia dijajah dalam tekanan-tekanan ekonomi.

Banyak sektor pertanian, industri dan lainnya dikuasai oleh warga negara asing. Tidak jarang pabrik, toko, perusahaan dan bangunan megah lainnya di Indonesia yang dimiliki oleh warga negara asing seperti Cina dan lainnya. Hal ini menjadikan warga Indonesia seperti orang asing di negaranya sendiri, mereka memiliki segalanya namun mereka tidak bisa bertindak dan akhirnya mereka hanya bisa menunggu bagian dari kekayaannya sendiri.

Saat ini sudah banyak sumber daya alam terkuras oleh negara asing, serta diambil oleh korporat tau pengusaha negara asing. Indonesia akan terus menerus mengalami keterpurukan dalam perkembangan ekonomi.

Kenapa ini bisa terjadi? Salah satu faktor yang menjadikan negara Indonesia banyak dikuasai warga asing karena Sumber Daya Manusia yang rendah. Warga Indonesia tidak terlalu mementingkan pendidikan, mereka menganggap bahwa pendidikan hanya untuk orang-orang yang status ekonominya diatas rata-rata.

Berdasarkan data UNICEF sebanyak 2,5 juta anak Indonesia tidak dapat menikmati pendidikan lanjutan yakni sebanyak 600 ribu anak usia sekolah dasar (SD) dan 1,9 juta anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP). Padahal, semua warga Indonesia mampu mengenyam pendidikan meskipun tidak dibangku sekolah, banyak lembaga kemasyarakatan yang menggelar sekolah untuk warga yang tidak mampu.

Tingkat pendidikan yang rendah membuat warga Indonesia terbelakang dalam hal pengetahuan dan teknologi, di zaman yang serba canggih ini seseorang akan jauh dari kata maju jika tidak memiliki pengetahuan khususnya dalam bidang teknologi.

Faktor lainnya, warga Indonesia lebih memilih menunggu bagian daripada mengelola, mereka menganggap warga asing lebih tau segalanya dibanding dirinya oleh karena itu mereka menyerahkan ladangnya kepada warga asing. Sikap pesimis inilah yang membuat warga Indonesia tidak bisa berada didepan dan mengelola kekayaan negaranya.

Dalam kondisi seperti ini, Indonesia sulit mengejar ketertinggalannya untuk menyejajarkan diri dengan negara lain. Selain faktor pendidikan yang rendah masyarakat indonesia masih mendarah daging dengan sifat-sifat tertentu yang menyebabkan mereka sulit untuk maju dan mampu mengelola kekayaan negaranya sendiri. Masyarakat Indonesia memiliki mindset bahwa semua yang instan lebih menyenangkan.

Mereka menginginkan segala sesuatu didapatkan secara instan tanpa melewati proses yang lama. Dengan begitu, kesabaran dan keuletan dalam bekerja keras merupakan hal yang langka bagi Indonesia. Salah satu contoh instan dalam mendapatkan uang adalah dengan cara korupsi, meskipun sebagian besar orang menolak kata ini karena sudah menjadi kebiasaan sehingga sulit untuk menyadarinya.

Tidak hanya pejabat pemerintah, kalangan bawah pun sudah mengenal akrab istilah korupsi. Meskipun masyarakat sudah menyadari bahwa korupsi adalah hal yang tidak pantas untuk dilakukan, akan tetapi mereka rela uang mereka di korupsi dengan banyak alasan yang dilontarkan seperti untuk melancarkan sebuah tujuan ataupun alasan lainnya.

Ketika Indonesia sudah merdeka maka mental bangsa Indonesia pun harus merdeka. Mental bangsa Indonesia tidak boleh terjajah dengan pemikiran-pemikiran yang didominasi oleh pemikiran luar. Indonesia harus memiliki maindset bahwa yang mampu menjadikan negara Indonesia maju adalah bangsanya sendiri.

Dengan kekayaan alam serta kekayaan penduduk bangsa Indonesia mampu menjadi negara maju dan bersaing dengan negara-negara lainnya. Bukan malah menjadi orang asing di rumah sendiri dan menerima segala yang instan dari tamunya sendiri.

#LombaEsaiKemanusiaan