Mckinsey Global Institute memperkirakan Indonesia akan menjadi negara dengan urutan ke-7 untuk pertumbuhan ekonominya yang paling stabil di dunia. Hal ini merupakan presentasi dari Chairman Mckinsey Global Institute pada acara “penyatuan visi menuju Indonesia maju 2030” yang diselenggarakan pada November 2018. 

Mckinsey menyebutkan bahwa ada 5 indikasi yang dapat mewujudkan Indonesia sebagai negara ke-7 dengan ekonomi yang paling stabil. Contohnya seperti pertumbuhan ekonomi yang merata dan kegiatan ekspor yang terus meningkat.

Tapi, untuk menjadi suatu negara maju, bukan hanya dari aspek ekonomi saja yang harus diperhatikan. Hukum, politik, dan budaya juga merupakan aspek lainnya yang dapat membuat Indonesia menjadi negara maju. Contoh dari aspek hukum yang harus dipenuhi, yaitu pemberantasan tindak korupsi, yang juga berkaitan dengan segi politik. 

Juga dari aspek perkembangan teknologi yang merupakan aspek dinamika dan suatu kewajiban bagi suatu negara maju untuk mengikutinya agar tidak tertinggal oleh modernisasi dunia.

Sebagian syarat sudah diupayakan oleh pemerintah maupun rakyat Indonesia agar cita-cita untuk menjadi negara maju dapat tercapai. Salah satunya di bidang ekonomi, dalam hal ini inflasi negara. Untuk syarat lainnya, Indonesia masih berupaya untuk memenuhinya.

Hal tersebut seperti memberantas korupsi, peningkatan terhadap kualitas pendidikan, meningkatkan penguasaan IPTEK, meningkatkan pendapatan per kapita, dan masih banyak yang lainnya. Dengan adanya upaya yang sekarang tengah dilakukan, peluang Indonesia untuk menjadi negara maju akan lebih mudah dan cepat tercapai di tahun 2030 - 2045.

Masih Banyak Kekurangan

Indonesia terkenal dengan tingkat inflasinya yang buruk. Bahkan pada tahun 2008, negara kita pernah menyentuh angka inflasi sebesar 12% per tahun dan bertahan di 6% selama beberapa tahun. Bahkan, Indonesia pernah menyentuh inflasi tertingginya sebesar 635 persen pada tahun 1966. 

Secara tidak langsung, hal itu sudah membuktikan bahwa Indonesia pernah menjadi negara yang mengalami hiperinflasi, tingkat tertinggi dalam penggolongan jenis-jenis inflasi. Kita juga tak bisa melupakan saat di mana Indonesia mengalami krisis moneter pada penghujung pemerintahan Orde Baru. 

Pada tahun 1988, inflasi pernah menyentuh angka yang tinggi lagi, sebesar 77,63%. Salah satu faktor yang memengaruhi hal ini adalah krisis baht yang dialami Thailand berdampak pada perekonomian Asia Tenggara. Sedangkan, klasifikasi persentase inflasi agar suatu negara dapat digolongkan menjadi negara maju, yaitu harus di bawah 3%.

Aspek lainnya, pendapatan per kapita Indonesia yang berkisar 50 jutaan saat ini juga masih digolongkan jauh untuk menjadi negara maju yang berada di kisaran 130 juta. Pendapatan per kapita yang kecil ini disebabkan karena jumlah penduduk Indonesia yang bertambah setiap tahunnya.   

Dalam bidang pendidikannya, Indonesia juga belum bisa dikatakan baik. Bank Dunia (World Bank) menyebut bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah, meski perluasan akses pendidikan untuk masyarakat dianggap sudah meningkat cukup signifikan. 

Hal ini dibuktikan dari persentase tingginya buta huruf pada anak usia 15 tahun, yaitu 55%, yang normalnya sudah memasuki sekolah tingkat menengah, dibandingkan dengan presentase negara Vietnam yang berada di bawah 10%.

Lalu, pada bidang lainnya, korupsi. Menurut Agus Rahardjo, Ketua KPK, bahwa kondisi tingkat korupsi di Indonesia masih dalam tahap yang parah. Tercatat pada tahun 2018, KPK telah menangani kasus korupsi sebanyak 178 kasus dan 91 di antaranya melibatkan anggota DPRD atau DPR. 

Di Singapura, salah satu negara yang sudah maju dari benua Asia, seorang supplier (pemasok) ikan yang menyogok tukang masak restoran dan hotel dapat ditangkap oleh Biro Investigasi Praktik Korupsi (CPIB) Singapura.

Secercah Harapan

Terlepas dari hal-hal tersebut, pemerintah layak menuai prestasi melalui upaya upayanya untuk memperbaiki Indonesia dan tak putus asa untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Hal tersebut dapat dibuktikan dari penurunan inflasi tahun 2018 yang hanya sebesar 3%. 

Jikapun pada tahun tersebut perekonomian menyentuh angka inflasi yang tinggi, hal itu hanya akan terjadi pada Mei, di mana bulan tersebut merupakan bulan Ramadan yang memang sudah menjadi kebiasaan umum bahwa harga pangan pokok akan naik.

Naiknya harga pangan tersebut hanya akan berefek pada pada inflasi Mei dan Juni. Bank Indonesia menyatakan bahwa inflasi pada Mei 2018 akan terkendali dengan baik karena harga pangan akan dijaga stabil oleh pemerintah. Bahkan, Bank Indonesia memprediksi laju inflasi untuk Januari 2019 hanya sebesar  2.98% untuk tahun 2019. 

Indonesia membuktikan kesiapannya untuk menjadi negara maju dengan ekonominya yang berkembang dengan baik. Salah satu bukti dari membaiknya sistem perekonomian adalah rendahnya angka inflasi di Indonesia berdasarkan data tahun 2018 kemarin.

Pemerintah juga berupaya untuk menaikkan pendapatan per kapita negara dengan dikembangkannya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), penyediaan usaha kecil dan koperasi, juga pembangunan infrastruktur di daerah perdesaan menghasilkan peningkatan PDB per kapita Indonesia. 

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), produk domestik bruto per kapita Indonesia mengalami kenaikan dari tahun tahun sebelumnya, yaitu sebesar USD 3.297 atau sekitar 56 juta per kapita per tahun. Kepala BPS, Suhariyanto, menjelaskan bahwa PDB ini merangkum pendapatan dari berbagai sektor.

PDB ini juga merupakan faktor untuk mengetahui angka pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan dari data BPS untuk PDB tahun sebelumnya, tahun 2015 merupakan tahun dengan persentase PDB rendah yang mencapai angka 4,88%, sedangkan tahun 2014 pertumbuhan telah mencapai 5,01%. 

Kemudian pada tahun 2017, persentase PDB naik kembali sebesar 5,07% dan pada 2018, persentase melonjak naik menjadi 5,17%. Walaupun jumlah pendapatan tersebut belum bisa membuat Indonesia digolongkan menjadi negara maju, tapi dari peningkatan tersebut, menunjukkan adanya upaya Indonesia untuk menjadi negara maju.

Pemerintah Indonesia juga berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Berdasarkan pidato yang disampaikan Presiden Jokowi pada Agustus 2018, peningkatan kualitas pendidikan Indonesia telah diupayakan melalui adanya pembagian KIP dan dana BOS yang sudah menjangkau 20-40 juta siswa di Indonesia. 

Program ini adalah bantuan dari pemerintah agar anak-anak negeri dapat bersekolah tanpa kendala biaya. Hasil yang dicapai, yaitu sebanyak 72,3% anak usia dini telah mengikuti proses pendidikan.

Upaya lain untuk pemberantasan penyakit Indonesia yang paling sulit ditangani, korupsi juga tengah dilakukan. Budaya korupsi sudah lama berkembang di Indonesia. Maka dari itu, untuk memberantasnya pun bukanlah suatu hal yang dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. 

Memberi tindakan tegas pada pelaku korupsi menjadi obat tersendiri untuk memberantas penyakit ini. KPK tidak pandang bulu dalam menangkap juga memberikan hukuman yang tegas agar para pejabat merasa takut untuk melakukan korupsi. Terbukti pada tahun 2018, data KPK mengungkapkan bahwa angka penindakan korupsi turun sebanyak 41,2 persen.

Tak hanya berhenti sampai di sana, Indonesia juga berupaya untuk meningkatkan IPTEK-nya. Meskipun menurut data Global Competitiveness Index peringkat Indonesia dalam aspek teknologi dan inovasi masih rendah, tapi kita dapat melihat sekarang bahwa hal itu tak melunturkan semangat Indonesia untuk menjadi negara maju. 

Perkembangan tersebut dapat dilihat sekarang seperti meningkatnya inovasi Indonesia di bidang ekonomi yang menggunakan teknologi. Bukalapak, Gojek, Tokopedia adalah salah satu dari startup buatan anak negeri yang menggunakan teknologi dalam proses transaksi dan penggunaannya.

Tak Boleh Puas

Masih banyak syarat untuk menjadi negara maju yang belum dapat dipenuhi oleh Indonesia. Bank Dunia menyatakan, untuk menjadi negara maju, negara harus mempunyai pendapatan per kapita di atas $10,726 per tahun, memiliki tingkat pertumbuhan hidup di bawah 1%, dan rendahnya angka buta huruf di negara tersebut. 

Adapun hal yang harus kita lakukan sebagai rakyat Indonesia, yaitu turut membantu perekonomian negara dengan membeli produk lokal. Karena sesungguhnya produk buatan negeri yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia karena penggunaan produk lokal dapat perlahan lahan mendongkrak nilai mata uang rupiah. 

Hal lain yang dapat dilakukan, yaitu memajukan teknologi Indonesia dengan berinovasi dan berkarya. Salah satu contohnya, yaitu berkembangnya startup di Indonesia membuktikan bahwa kita dapat beradaptasi dengan perkembangan yang sedang terjadi di dunia dan dapat mengikuti globalisasi tanpa menghilangkan ciri khas negara sendiri.

Banyak faktor lainnya yang telah berkembang dengan baik di Indonesia yang memerlukan penjelasan lebih dalam lagi, seperti maraknya startup di Indonesia yang dapat memengaruhi pendapatan negara, infrastruktur Indonesia yang makin lengkap, dan juga internet Indonesia yang akan dinaikkan menjadi 5G. 

Faktor-faktor yang telah dijelaskan di atas hanyalah beberapa faktor yang memengaruhi Indonesia untuk dapat bergabung menjadi negara maju di dunia. Untuk menjadi negara maju sendiri pun bukanlah hal instan yang dapat dicapai dengan cepat, tapi selagi kita yakin bahwa Indonesia bisa, pasti kita dapat mencapai tujuan tersebut. 

Dengan segala aspek yang telah berkembang lebih baik, Indonesia siap menjadi negara maju untuk 17 tahun ke depan.