Setahun penuh, kau tak pernah berlalu pergi.
Hari ini tepat di mana kau pertama kali menjatuhi.
Jatuhi tiap batuan, tanah, pun juga hati.
Hingga waktu itu aku pasrah mati.

Hujan, ada apa dengan dirimu?
Dirimu bencana, ataukah hadiah?
Hadirmu, mengapa kau bawa kenangan?
Apa sebenarnya inginmu?

Kau tak pernah menjawab satu pun pertanyaan.
Tapi hadirmu terkadang menggembirakan.
Tetesanmu, mendinginkan.
Hawamu itu, susah dihilangkan.

Apakah kau ingat waktu itu?
Waktu kau datang bersama badai kejam.
Hentakkan jiwa dan badan dari detik malam.
Buat tiap pohon bertahan, tumbang, bahkan hilang.

Masih ingatkah dengan hari itu?
Cukup sajak buruk ini untuk nostalgia tahun lalu.
Semua tulisan ini hanya untuk dirimu.
Agar daku lebih dekat denganmu.
Supaya tetesmu jadi syukurku.

Di tiap detik, tiap waktu.
Hujan, itu kamu.