Tak seharusnya kau menangis dalam diam

Mengorek kenangan dan kerinduan

 Semakin dalam tiap hembusan

Lalu..

Menyisakan rasa yang kian terpendam


Lihatlah.. jendelamu penuh embun

Matamu yang sayu seakan berperang melawan air mata

Entahlah..Mungkin  kau harus merasakannya

Ohh rindu..


Rintikan bening menyaksi hatimu

Sementara kau asyik menangkap bayang-bayang yang telah usai

Menghabiskan waktu bersama tarian hujan

Dan ia tak lama reda


Aku tahu, butiran air mata yang menembus hujan itu,

Seakan mengungkap tuk ingin selalu bersama

Membayang mimpi

 Menguras keringat hingga tergilas tawa senyuman

Setelah hujan reda

Kau pasti akan berhenti

Karena hatimu tak ada teman berbagi

Air mata yang membasah hujan

Dan cerita kerinduan


Ponorogo, 02 Maret 2018