Mengapa manusia memerlukan agama? Apakah agama itu penting dalam kehidupan manusia? Bagaimana jika seorang manusia tidak memeluk suatu agama pun? Pertanyaan - pertanyaan tersebut merupakan beberapa dari sekian banyaknya pertanyaan yang dilontarkan mengenai agama. 

Manusia yang diketahui sebagai salah satu makhluk ciptaan Tuhan tentunya memeluk salah satu agama yang ada. Karena sejak lahir seorang manusia pasti dilahirkan dari keluarga yang sudah memeluk suatu agama.

Menurut saya, agama merupakan salah satu aspek penting yang harus dimiliki oleh manusia. Agama bisa dijadikan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Tanpa agama kita sebagai manusia tentu akan buta arah. Kita akan mengalami kesusahan dalam membedakan dan mengetahui hal baik maupun buruk.

Setiap agama pasti mengajarkan umatnya untuk berada di jalan yang baik dan benar. Jika seorang manusia tidak mengetahui ajaran agama, ia bisa saja selalu berprilaku buruk. 

Memang tidak dipungkiri seorang manusia yang memeluk suatu agama tidak akan berbuat buruk, namun jika ia sudah pernah mempelajari suatu ajaran agama dan memahaminya dengan baik, maka perbuatan buruk tersebut masih bisa dicegah.

Tidak ada satupun agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi orang jahat. Jikalau ada yang mengatakan ada agama yang seperti itu, maka itu bukan salah dari ajaran agama tersebut melainkan kesalahan dari seseorang yang menyalahgunakan ajaran agama. 

Saat ini banyak sekali kasus maupun kejadian yang kurang baik dan mengatasnamakan suatu agama. Tentu itu bukan perbuatan yang bijak. Agama pada zaman sekarang memiliki banyak sekali tantangan yang harus dihadapi.

Kasus terorisme merupakan salah satu kasus yang dikaitkan dengan salah satu agama. Padahal itu merupakan perbuatan dari orang - orang yang memiliki sifat egois yang ingin menjadi penguasa. Manusia - manusia yang mudah dimonopoli oleh orang tersebut adalah yang kurang pemahaman mengenai agamanya. 

Selain kasus terorisme, tantangan paling besar umat beragama saat ini adalah sifat intoleransi. Banyak sekali kasus mengenai penistaan agama yang sering diberitakan. Padahal yang terjadi sebenarnya bukan seperti itu. Hanya karena kesalahpahaman bisa menyebabkan seseorang dianggap melakukan penistaan terhadap suatu agama.

Bahkan kasus mengenai agama tidak hanya terjadi antar umat beragama namun bisa terjadi intern umat beragama. Hal yang dimaksud adalah perselisihan yang terjadi di dalam sebuah agama. 

Ada satu contoh kasus yang saya baca di salah satu media sosial mengenai penganiayaan terhadap seorang santri yang dilakukan oleh 17 santri lainnya hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Namun yang terjadi pihak sekolah malah meminta untuk tidak melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.

Saat membaca berita tersebut, saya berpikir betapa mirisnya rasa simpati dan empati yang dimiliki oleh orang - orang pada zaman sekarang. Hingga kasus yang tidak bisa dianggap remeh begitu ingin selesai melalui jalur damai. Mereka berkata mempelajari agama namun tidak bisa menerapkannya dengan benar.

Dari dulu hingga sekarang rasa toleransi umat beragama semakin berkurang. Banyak kasus - kasus mengenai intoleransi yang saya baca di internet. Mulai dari kasus kecil hingga besar dan sampai menyangkut hukum. Padahal agama selalu mengajarkan untuk menjaga kerukunan dan selalu berbuat kebaikan. 

Setiap orang yang membuat suatu kesalahan akan membela diri dengan berkata sedang membela agama. Namun tidak sadar diri bahwa ialah yang sedang melecehkan agamanya sendiri.

Tantangan terbesar suatu agama bukan lagi makhluk - makhluk jahat seperti iblis dan kawan - kawannya. Namun penganut agama itu sendiri yang membuat agamanya terlihat kurang baik. 

Seperti kata Ir. Soekarno, "Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah. Tapi perjuangan kalian akan lebih berat, karena melawan saudara sendiri.” Menurut saya, ungkapan beliau sangat tepat untuk dikaitkan dengan situasi agama - agama saat ini.

Seharusnya kita semua sebagai umat beragama saling bahu membahu untuk menegakkan keadilan dan kebenaran. Bukannya saling menjatuhkan dan berkompetisi untuk menunjukkan agama siapa yang paling benar. Karena dari awal kita semua sudah mengetahui bahwa semua agama mengajarkan kebenaran.

Agama merupakan suatu kebutuhan yang dijadikan pedoman oleh manusia untuk selalu berbuat kebaikan. Maka keberadaan agama menjadi suatu hal yang sangat penting. Kita tidak boleh berbuat kejahatan dengan mengkambinghitamkan suatu agama atau kita berkata atas dasar membela agama. 

Agama sendiri tidak perlu dibela, agama sudah mengajarkan hal yang benar dan bagaimana umatnya mengimplementasikan ajarannya yang harus diubah. Karena kita harus learning by doing tidak hanya learning by knowing. Jika kita mengetahui tanpa mempraktikkannya dengan benar maka semua hal tersebut akan menjadi sia - sia.