Pendidikan Kepramukaan merupakan sebuah proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup dan akhlak mulia pramuka melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan. Ketiga hal tersebut dapat dilakukan melalui penyelenggaraan aktivitas kepramukaan. Penyelenggaraan pendidikan kepramukaan tersebut dilaksanakan di Gugusdepan. Gugusdepan merupakan satuan pendidikan dan satuan organisasi terdepan penyelenggara pendidikan kepramukaan.

Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan Pendidikan Kepramukaan berada di jalur pendidikan nonformal. Hal tersebut juga dikuatkan dengan Undang-undang nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka pasal 11 menyebutkan bahwa Pendidikan Kepramukaan dalam Sistem Pendidikan Nasional termasuk dalam jalur Pendidikan Nonformal yang diperkaya dengan nilai-nilai Gerakan Pramuka dalam pembentukan kepribadian yang berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecakapan hidup. Akhlak mulia dari seorang pramuka tersebut bisa diwujudkan dengan mengamalkan satya dan darma pramuka. Satya merupakan janji dari seorang pramuka sementara darma merupakan kode moral seorang pramuka.

Satya dan darma pramuka sering disebut juga dengan kode kehormatan Gerakan Pramuka. Kode kehormatan tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain. bunyi dari satya Pramuka adalah sebagai berikut "Demi Kehormatanku, aku berjanji akan bersugguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila, menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat, menepati darma pramuka. 

Darma pramuka merupakan karakter-karakter yang menjadi pedoman seorang pramuka dengan jumlah 10 darma. bunyi dari darma tersebut yaitu (1) Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, (3) Patriot yang sopan dan ksatria, (4) Patuh dan suka bermusyawarah, (5) Rela menolong dan tabah, (6) Rajin terampil dan gembira, (7) Hemat cermat dan bersahaja, (8) Disiplin berani dan setia, (9) Bertanggungjawab dan dapat dipercaya, (10) Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Kode kehormatan yang terdiri dari satya dan darma tersebut dijadikan sebagai pedoman dalam melaksanakan Pendidikan Kepramukaan seperti halnya di Gugusdepan.

Gugusdepan penyelenggara Pendidikan Kepramukaan terdiri dari Gugusdepan yang berpangkalan di sekolah formal maupun di satuan komunitas. Gugusdepan yang berpangkalan di sekolah formal terdiri dari pangkalan sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Salah satu gugusdepan yang berpangkalan di Perguruan Tinggi yaitu Gugusdepan Surabaya 413-414 yang berpangkalan di Kampus Universitas Negeri Surabaya menyelenggarakan Pendidikan Kepramukaan golongan Pandega. Gugusdepan yang menyelanggarakan Pendidikan Kepramukaan akan menjalankan dua funsgi. Fungsi yang pertama yaitu fungsi sebagai satuan pendidikan dan fungsi yang kedua yaitu sebagai satuan organisasi. 

Fungsi sebagai satuan pendidikan, Gugusdepan Surabaya 413-414 Pangkalan Universitas Negeri Surabaya menyelenggarakan Pendidikan Kepramukaan dengan berpedoman Syarat Kecakapan Umum Pramuka Pandega. Syarat Kecakapan Umum atau disingkat menjadi SKU ini menjadi kurikulum dalam pelaksanakaan Pendidikan Kepramukaan. Peserta didik akan melaksanakan proses penempuhan Syarat Kecakapan Umum Pandega untuk mendapatkan sebuah Tanda Kecakapan Umum Pramuka Pandega.

Syarat Kecakapan Umum Pramuka Pandega bukan hanya menjadi saty-satunya hal yang menunjukan pelaksanaan fungsi satuan pendidikan Gugusdepan, namun ada juga Syarat Kecakapan Khusus Pramuka dan juga Syarat Pramuka Garuda. kedua hal tersebut juga memiliki hasil berupa sebuah tanda penghargaan untuk peserta didik. Penempuhan Syarat Kecakapan Khusus bertujuan untuk mendapatkan Tanda Kecakapan Khusus sementara Penempuhan Syarat Pramuka Garuda ditujukan untuk mendapatkan tanda penghargaan Pramuka Garuda. Pramuka Garuda merupakan tingkatan tertinggi di setiap golongan. 

Fungsi sebagai satuan organisasi , Gugusdepan Surabaya 413-414 Pangkalan Universitas Negeri Surabaya memiliki dinamika berorganisasi yang terlaksana dengan baik, Fungsi sebagai satuan organisasi tersebut ditujukan dengan pembinaan di kegiatan terprogram dengan adanya Reka Kerja (panitia kegiatan). Selain itu, di golongan Pandega juga ada yang namanya Dewan Racana. Dewan Racana merupakan kumpulan dari Pandega-pandega terpilih yang memiliki tugas untuk merancang, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan Racana. 

Dewan Racana memiliki kewajiban untuk menyediakan fasilitas bagi warga Racana selama satu periode dalam hal membina diri di Racana. Racana di Gugusdepan Surabaya 413-414 Pangkalan Universitas Negeri Surabaya memiliki nama Ki Hajar Dewantara dan Raden Ajeng Kartini. Periode kepengurusan Dewan Racana selama satu periode dan di setiap akhir periode akan dilakanakan Musyawarah Racana Pandega untuk mengevaluasi satu periode sebelumnya serta merencanakan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga selama satu periode ke depan. Salah satu aktivitas di Musyawarah Pandega ini juga adanya pemilihan Ketua Dewan Racana Ki Hajar Dewantara dan Ketua Dewan Racana Raden Ajeng Kartini.

13 Januari 2019 menjadi suatu hal yang istimewa bagi Gugusdepan Surabaya 413-414 Pangkalan Universitas Negeri Surabaya khususnya bagi Dewan Racana Ki Hajar Dewantara dan Raden Ajeng Kartini. Pada tanggal tersebut telah dilaksanakan pelantikan Dewan Racana Ki Hajar Dewantara dan Raden Ajeng Kartini Gugusdepan Surabaya 413-414 Pangkalan Universitas Negeri Surabaya periode 2019 di Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya. 

Dewan Racana tersebut dilantik oleh masing-masing Pembina Gugusdepan. Prof. Dr. Suyatno, M.Pd selaku Pembina Gugusdepan Surabaya 413-414 Pangkalan Universitas Negeri Surabaya melantik Dewan Racana Ki Hajar Dewantara serta Dr. Maspiyah, M.Kes selalu Pembina Gugusdepan Surabaya 414 melantik Dewan Racana Raden Ajeng Kartini. Pasca pelantika tersebut dilanjutkan dengan kegiatan Pendadaran Dewan Racana. Pendadaran Dewan Racana ini sebagai wadah bagi Dewan Racana untuk merumuskan hasil Musyawarah Pandega 2018 ke dalam sebuah mekanisme lebih rinci untuk mengelola organisasi selama satu periode kedepan.