Saat matahari hendak pulang menuju peraduannya, tangan Pak Bayu tangkas memoles lukisannya yang hampir selesai. Sapuan kuasnya mengikuti alur alis pada raut wajah seseorang yang tertuang pada kertas berukuran 30x40cm itu. Terlihat ia hanya mengaluskan serta menambahkan sedikit arsiran hitam pada lukisan itu. Pak Bayu ingin menyelesaikannya agar ia memiliki banyak waktu senggang pada keesokan harinya.

Dengan mata terpicing serta dahi yang mengernyit pada lukisannya, ia lantas berujar pada diri sendiri, “Ini sudah pas atau belum ya, ada yang kurang sepertinya.”

Lukisan yang ia perhatikan detilnya akan diberikan esok hari pada pelanggan. Lukisan  bergambar kepala orang  yang lebih besar ketimbang badannya itu, sedang mengendarai mobil Ferrari merah seraya jari telunjuknya mengarah pada sebuah gedung. Tampaknya mobil itu sedang melaju dengan kecepatan tinggi, terlihat dasi orang itu terhempas oleh hembusan angin jalanan, maklum kap pada mobil ferari itu terbuka lebar alias sunroof car

Tentunya, yang empunya mobil pasti orang gedongan. Usut punya usut, benar dugaan saya, ternyata beliau pemilik sebuah perusahaan di Jakarta. Ceritanya, Karyawan di perusahaan itu ingin memberikan sebuah kejutan untuk atasannya dengan meminta pak Bayu melukis karikatur sosok bosnya. Melalui gambar pas foto bosnya yang diberikan, pak Bayu dengan luwes mengayunkan kuasnya. “Ini gambar bos sebuah perusahaan, saya buatin karikaturnya karena bentar lagi dia mau ulang tahun,” ujarnya.

Pak Bayu merupakan salah satu dari para pelukis yang biasa memajangkan karyanya di jalan pintu selatan Glodog, Jakarta Barat ini. Mereka bergabung dalam sebuah komunitas bernama Perspective (Persatuan Seni Rupa Kreatif). Komunitas ini terdiri kurang lebih dari 50 an pelukis yang sudah lama melukis karikatur di sepanjang jalan Pintu Selatan Glodog.

Deretan lukisan yang terpampang di sepanjang lorong tua itu tidak hanya dipenuhi lukisan portrait tokoh terkenal yang sedang populer saat ini sebut saja gambar portrait Dian Sastrowardoyo yang namanya kian melejit di belantika perfilman, atau si aduhai Jessica Mila yang berperan di salah satu film yang kian digandrungi remaja tanah air namun juga lukisan karikatur-karikatur jenaka yang mengundang gelak tawa. 

Misalnya, kita bisa melihat Pak Jokowi bersepeda menuju Istana saat dirinya menang pilpres 2014, Kepala Tukul Arwana yang terlihat lebih besar memakai seragam SMA sedang menaiki sepeda dengan pacarnya yang sexy dan Aktor kawakan Jackie Chan sedang berpose bersama Vespa kuningnya di salah satu ikon kota paris, Menara Eiffel.

Gambar karikatur sudah ada sejak berabad-abad lalu. Menelisik mengenai gambar karikatur yang telah tumbuh pada akhir abad 16, sejumlah pelukis-pelukis eropa pun sudah membuat karya karikatur. Dalam dunia Jurnalistik, seorang karikaturis bisa menghasilkan karya yang mengandung unsur kritik bak sebilah pedang tajam. Gambar karikatur telah menjelma menjadi sebuah gambar satir dengan melebih-lebihkan fisik dari objeknya. Entah hidung yang lebih besar, kepala yang tidak sesuai porsi tubuh, kuping atau mulut yang dilebih-lebihkan.

Hingga abad ke 20 bermunculan karikaturis-karikaturis terkemuka. Salah satu karikaturis terkenal dengan goresannya ialah David Low. Ia adalah seorang wartawan merangkup karikaturis kelahiran New Zealand yang kerap mengangkat isu sosial politik kala perang dunia kedua. Gambarnya tentu mengumbar kejenakaan. 

Pada masa itu, karyanya tak lepas berkutat dengan kondisi politik sosial. Deretan tokoh pemimpin besar seperti, Adolf Hitler, Joseph Stalin, Benito Mussolini menjadi bahan candaan melalui goresan tangannya yang usil. Konon, Hitler pun sampai tak bisa tidur melihat karikatur karya Low. Namun, Siapa sangka Bung Karno juga handal dalam membuat karikatur pada masa perjuangan, Bung Karno yang mengganti namanya menjadi Soemini kerap mempublikasikan karyanya di surat kabar Pikiran Rakjat.

Di setiap edisi surat kabar yang ia prakarsai sendiri itu, selalu disertai gambar karikatur Soemini. Rentetan karya karikaturis Indonesia juga tak kalah hebat, karya-karya GM Sudharta, yang terkenal dengan karya Om Pasikom di harian Kompas ini bahkan sampai mengundang para panser datang dan menuai ancaman terror dari berbagai pihak kala itu. 

Belakangan ini, di dunia maya karikatur juga bisa menjadi bahan olok-olokan para netizen, seorang mahasiswa melukis karikatur lantaran ia merasa jenuh melihat dosennya mengajar dengan sangat membosankan. Alhasil, tiap kali kelas berlangsung ia menggambar dosennya dengan berbagai macam dan bentuk. Karyanya lantas diunggah ke jejaring internet kemudian menjadi bahan tertawaan para netizen. Lambat laun, Karya Karikatur merupakan seni yang bisa dilakukan oleh siapa saja untuk mengekspresikan dirinya akan suatu hal.

Seiring dengan berjalannya waktu, karikatur dikenal bukan hanya sebagai karya satire dan gambar yang mengandung distorsi untuk ditujukan pada tokoh-tokoh besar politik. Karikatur bisa menjadi sebuah penghargaan bagi orang terkenal atau siapa saja, sebut saja artis yang telah disebut diatas. Para pelukis jalanan membuat karikatur mereka berdasarkan tren yang tengah hits sekarang ini. Para pembeli yang ingin membeli pun bisa memesan sesuai dengan gambar apa yang diinginkan.

Melalui kisah Pak Bayu tampaknya kita bisa mendapatkan sebuah ide memberikan kejutan untuk atasan kita di Kantor. Bos yang acapkali marah-marah lantaran  karyawannya kurang produktif dalam bekerja ada baiknya disuguhkan sebuah kejutan saat berulang tahun. Dengan harapan, si Bos kembali merasa senang. Paling tidak merubah pandangan buruknya pada diri kita selama ini. 

Jika kamu ingin mendapatkan sebuah pujian atau harapan mendaki promosi jabatan lebih tinggi dengan mudah langkah ini menjadi salah satu jalan alternatif menggaet hati si Bos. Selain itu, cara ini bisa menjadi senjata ampuh jika memang ingin mengakhiri karir di kantor dengan perasaan tersiksa yang sudah lama terpendam namun terhalang oleh kepentingan kantor. Gambar Karikatur si Bos dengan melebih-lebihkan fisiknya dan sifatnya yang suka seenaknya memerintah bisa menjadi pilihan untuk membuat atasan kita tersinggung. Lantas, surat resign dengan mudah kita raih.

Nah, kalau hendak ke jalan Pintu Selatan Glodog bawalah sebuah pas foto atau kirim file foto dengan kapasitas kecil via WhatsApp pada pelukis jalanan. Foto itu dapat dirubah menjadi sebuah gambar karikatur yang menawan oleh mereka dengan segudang imajinasi. Jadi, semoga bijak  memesan karikatur.