Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kelahiran yang tinggi. Sehingga populasi di Indonesia kebanyakan adalah generasi muda dimana mereka adalah harapan bangsa Indonesia untuk mengembangkan serta meningkatkan kualitas negara ini.

Namun negara Indonesia masih sangat tertinggal oleh negara-negara tetangga terutama dengan negara-negara maju. Di tingkat pendidikan pun, Indonesia tergolong rendah diantara negara tetangga lainnya.

Untuk meningkatkan kualitas negara Indonesia ini, salah satu caranya adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia.

Pendidikan itu sendiri memiliki arti yaitu pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian.

Pendidikan juga merupakan hal yang wajib untuk di dapatkan di setiap daerah, di setiap negara manapun karena dengan pendidikan yang baik maka akan menghasilkan generasi muda yang cerdas dan berkualitas di bidangnya masing-masing, sesuai yang di cita-citakan dan yang diinginkan.

Dari pendidikan yang di dapatkan di sekolah pun, seseorang akan belajar menjadi sosok yang berkarakter dan memiliki ilmu pendidikan sosial yang tinggi.

Namun, saat ini apakah sekolah-sekolah yang ada di Indonesia sudah mengajarkan para generasi muda mengenai pengetahuan dan keterampilan yang bermutu dan berkualitas? Sudahkan Indonesia meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia ini?

Kita sudah merdeka, namun negara kita masih diinjak-injak oleh negara lain dan masih tertinggal jauh oleh negara tetangga. Inikah yang disebut Indonesia merdeka?

Bayangkan saja, menurut data PISA 2015, dari kualitas pendidikan di 72 negara Indonesia menduduki peringkat ke-62. Dua tahun sebelumnya (2013), Indonesia menduduki peringkat 71 dari 72 negara.

Kita bisa lihat, dimana di Indonesia masih banyak sekolah-sekolah yang belum memadai fasilitasnya. Banyak sekolah-sekolah di daerah pelosok yang bangunannya tidak memadai untuk digunakan sebagai tempat belajar dan mengajar.

Banyak sekolah-sekolah yang kekurangan buku untuk belajar, seragam sekolah, bahkan fasilitas seperti meja dan kursi yang sangat dibutuhkan oleh para pelajar tidak memenuhi syarat bahkan tidak ada.

Selain itu, pendidikan di Indonesia belum mampu untuk mengajak para pelajar yang ada di Indonesia berpikir kritis dan berpikir dengan menggunakan logika yang mereka miliki.

Dari data yang ada, kualitas pendidikan Indonesia pun semakin menurun. Saat ini Indonesia berada di posisi 108 di dunia dengan skor 0,603. Posisi ini berada di bawah Palestina, Samoa, dan Mongolia.

Sekitar 44% dari penduduk Indonesia yang menuntaskan pendidikan menengah. Sementara itu 11% murid gagal menuntaskan pendidikannya.

Saat ini Indonesia sedang berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia. Sebanyak 20% dana pembangunan Indonesia di alokasikan untuk pendidikan. Pemerintah sadar bahwa pendidikan Indonesia sangat terbelakang.

Dituntut dengan adanya era globalisasi, era dimana perubahan-perubahan teknologi terjadi dan berkembang secara pesat, mau tidak mau Indonesia juga harus mengikuti perkembangan yang ada.

Oleh karena itu, pemerintah juga harus merubah pendidikan Indonesia menjadi lebih baik dan berkualitas bagi para generasi muda dan masa depan bangsa Indonesia.

Tidak mungkin pemerintah membiarkan indonesia terus menjadi yang terbelakang dan selalu diinjak oleh negara lain padahal Indonesia sudah merdeka sejak 1945.

Dengan bantuan perubahan teknologi yang pesat, Indonesia mampu meningkatkan sedikit demi sedikit kualitas pendidikan.

Peningkatan tersebut dibuktikan dengan adanya perubahan kurikulum pendidikan KTSP (2006) menjadi kurikulum 2013 yang lebih memperbanyak para murid untuk melakukan praktek daripada teori.

Para murid diajak untuk lebih banyak terjun ke lapangan dan diajak untuk berpikir secara kristis dan analitis sehingga para siswa tidak hanya bergantung pada teori buku yang ada. Sehingga nantinya pada saat mereka berada di tahap bekerja, mereka mampu membuka lapangan usaha sendiri sehingga dapat mengurangi juga angka pengangguran di Indonesia.

Selain itu, ujian nasional (UN) yang selalu di adakan setiap tahun mulai berganti menggunakan teknologi komputer dan internet yang sebelumnya menggunakan kertas ujian berbasis komputer dan pensil 2B.

Lalu pemerintah juga membantu sekolah-sekolah yang tertinggal, membantu sekolah-sekolah yang kurang dengan fasilitasnya menjadi sekolah yang memiliki bangunan yang lebih layak dan juga fasilitas yang seharusnya dimiliki oleh sekolah-sekolah standar.

Namun, meskipun begitu Indonesia masih harus meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Pendidikan Indonesia masih sangat jauh dari kata layak.

Banyak faktor yang juga menghambat untuk melakukan peningkatan kualitas Indonesia. Contohnya seperti faktor sosial. Masyarakat masih banyak yang mengesampingkan pendidikan padahal pendidikan itu merupakan hal yang wajib dan penting.

Oleh karena itu banyak masyarakat yang kurang tergerak hatinya untuk membangun sekolah sosial, sekolah bagi para anak-anak yang kurang mampu untuk membayar pendidikan.

Selain itu faktor lingkungan yang masih terjadi kekerasan sosial di sekolah. Contohnya seperti aksi bullying.

Kesimpulannya, saat ini pendidikan Indonesia masih belum stabil dan masih sangat krisis dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk memajukan bangsa Indonesia dalam bidang pendidikan.