73 tahun yang lalu tepatnya tanggal 17 agustus 1945 adalah hari kemerdekaan Indonesia, kemerdekaan yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan dengan bercucuran keringat dan darah. Apa yang akan terjadi jika kesatuan yang menyatukan Indonesia tersebut justru dirusak dan bahkan dihancurkan?

Mari kita melihat satu musibah yang terjadi pada tanggal 5 agustus, gempa yang menguncang Lombok dengan kekuatan 7.0 SR sampai melululantahkan Lombok Utara. Musibah tersebut seharusnya membangkitkan rasa kemanusiaan dan membuat seluruh masyarakat Indonesia saling bahu-membahu untuk membantu dan memulihkan kerusakan yang terjadi, bukan?

Kenyataan berkata sebaliknya, kejadian tersebut membuat Indonesia terpecah menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama yang membantu dan menolong kami, kelompok kedua melakukan hal sebaliknya. Padahal kami adalah warga Indonesia, yang seharusnya dibantu bukan dihina dan direndahkan

Apakah hal ini bisa dikatakan sebuah kesatuan? 

Tentu saja tidak. Kesatuan Indonesia memiliki arti sendiri, yakni bersatunya macam-macam corak yang beraneka ragam menjadi satu keutuhan yang serasi di seluruh wilayah Indonesia. Indonesia dapat merdeka karena mengesampingkan semua perbedaan dan saling bahu membahu satu sama lain demi keutuhan bangsa.

Mungkin kalian tahu atau bahkan pernah baca di buku sejarah, bahwa saat kemerdekaan Indonesia, seluruh lapisan masyarakat bersatu demi kemerdekaan yang sekarang kita bisa nikmati dan demi kemerdekaan itu mereka mengesampingkan seluruh perbedaan yang ada. 

Saya tidak membicarakan Indonesia 73 tahun yang lalu, tetapi saya membicarakan indonesia saat ini.

Sekarang Indonesia terpecah menjadi forum-forum agama, mereka mengedepankan agama tanpa tahu bahwa Indonesia dulu diperjuangkan tanpa mementingkan agama, ras, dan darimana kita berasal. Tentu saja hal tersebut berakibat fatal untuk Indonesia, mengapa hal seperti ini dapat terjadi? Dan apa yang menyebabkannya sampai orang orang mengedepankan dirinya sendiri

Hal ini terjadi karena para penduduk mulai mengekslusifkan diri, kaum mayoritas menindas kaum minoritas, dan ego manusia yang mulai muncul seiring berjalannya waktu. Hal ini seharusnya tidak terjadi, mengingat Indonesia merdeka karena seluruh penduduknya memperjuangkan kemerdekaan tanpa mengesampingkan seluruh perbedaan untuk mengusir penjajah yang menduduki tanah Indonesia.

Kesatuan Indonesia harus dijaga sedemikian rupa agar Indonesia tetap bertahan

Gempa Lombok adalah Bencana nasional

Kalau kalian mengetahui pulau ini terkenal dengan julukan “Pulau seribu masjid”, dan kebanyakan kami memilih pemimpin dengan keyakinan yang sama, seperti yang diajarkan kepada kami, tetapi kami dibiarkan oleh mereka, tidak ditolong, dan bahkan mereka seakan tutup mata dengan apa yang terjadi terhadap kami.

Di kala kami membutuhkan bantuan mereka, mereka menutup mata seakan tidak terjadi apa-apa. Hal ini menimbulkan dilema yang sangat dalam kepada kami, kami tertekan, kami sedih, kami tidak bisa tersenyum seperti sebelumnya, bahkan kami tidak bisa masuk ke dalam rumah kami lagi dikarenakan sudah runtuh.

Kesedihan kami bertambah saat kami mengetahui bahwa kebanyakan relawan yang membantu adalah orang orang yang kami benci dahulu, yang kami hancurkan tempat ibadahnya, dan yang menjadi kaum minoritas di pulau ini. Ke mana kalian di saat kami membutuhkan kalian, di saat seperti ini malah orang yang kami benci dan sudah kami perlakukan buruk yang membantu kami.bMereka tidak takut untuk datang ke lokasi langsung. 

Di manakah kesatuan yang sudah diperjuangkan oleh para pendahulu bangsa ini? Jujur saja, saat perayaan kemerdekaan Indonesia, kami tidak bisa merayakannya seperti warga di daerah lain karena rasa takut yang masih menghantui pikiran kami, dan kekhawatiran akan gempa yang terus menerus terjadi.

Kami sangat membutuhkan bantuan, terutama bantuan dalam bentuk dukungan moral. Kami tidak ingin dicaci, kami ingin diberikan dukungan. Kehidupan kami telah berubah, kehidupan di mana kami bisa melakukan kegiatan dengan santai sekarang telah berubah menjadi ketakutan yang sangat mendalam dan membatasi kegiatan yang bisa kami lakukan setiap harinya. Persediaan pangan dan susahnya air bersih menjadi salah satu kesulitan yang kami alami

Kejadian ini tidak akan pernah kami lupakan karena kejadian ini telah mengubah kehidupan kami.”

Mari kita jaga Keutuhan Indonesia dengan saling peduli satu sama lain tanpa memandang agama. Dalam Semboyan bangsa Indonesia, “Bhinneka Tunggal Ika.” Saya mengerti bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari berbagai suku, bahasa, agama dan adat kebiasaan yang majemuk. Hal ini mewajibkan kita bersatu sebagai satu negara, satu bahasa dan satu bangsa yakni bangsa Indonesia

Indonesia dalam arti luas adalah seluruh rakyat yang merasa senasib dan sepenanggungan, yang bermukim di dalam wilayah Indonesia. Senasib karena telah berhasil menjadi bangsa yang merdeka dan membentuk negara kesatuan yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Semboyan Bhinneka ini tersemat di kaki burung Garuda Pancasila sebagai falsafah Negara Indonesia.

“Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.”

Terima kasih kami latunkan sedalam-dalamnya kepada seluruh bantuan yang ada. Mungkin kami saat ini tidak bisa membalas kebaikan yang telah kalian berikan tapi ingat, Allah akan membalas setiap kebaikan yang kalian lakukan, entah itu kecil atau besar. Dia mengingat semuanya, tak pernah dilupakan.