"Imanuel Kant, Sains adalah sebuah ruang dan waktu seperti pohon tetapi tak akan mampu bisa melewati tapal batas dari metafisika yaitu akar pohon."

Sebuah sejarah yang mengambarkan perjalanan Homo sapiens dari 7000 tahun lalu dengan revolusi kognitif. Revolusi agrikultur mempercepatnya 12.000 tahun lalu, dan revolusi saintifik yang mulai berjalan sekitar 500 tahun lalu. kemungkinan akan mengakhiri sejarah dan akan memulai sesuatu yang berbeda.

Saintifik revolution

Homo sapiens memiliki otak 1200 sampai 1400 sentimeter kubik. Dengan kecerdasan itulah yang membuat mereka berasumsi hal selebral pada kekuatan mereka, yang pasti lebih baik menjadikan penguasa di muka bumi. 

Spesies kita tergolong rakus. Mereka berinisiatif untuk menjajah planet bumi keseluruhan. 100 tahun lalu pertemuan antara  Homo Neandherthal dan Homo Sapiens terjadi perang antara saudara yang dimenangkan oleh Homo Neandhertal. Pada masa 70.000 ribu tahun mereka mengusir jenis-jenis Homo lainnya seperti; Homo ergaster, neandhertal, austrapholitichus, erectus.

self control

Ukuran otak yang besar itu yang mampu mengalahkan berbagai spesies dan genus memberanikan untuk terjun pada sulitnya hutan rimba. Beberapa kasus yang pernah dibuat oleh spesies kita:

-Dalam pasar abad pertengahan di Samarkand, sebuah kota yang dibangun di fase Asia Tengah, para pedagang suriah menjajakan sutra-sutra halus China; orang-orang suku dari kawasan padang rumput Siberia memajang rombongan baru budak-budak berambut jerami dari barat.

-Pembentukan koalisi dalam memanfaatkan strategi untuk melawan mamalia besar seperti babon, chetah dan simpanse. pembentukan hierarki semacam itu guna membentengi hidup mereka.

-Kemampuan untuk menciptakan realitas yang dibayangkan dengan kata-kata memungkinkan banyak asing bisa bekerja sama.

Memintas Genom

Secara kontras, sejak adanya revolusi kognitif, sapiens mampu mengubah perilaku mereka dengan cepat. Meneruskan perilaku-perilaku baru ke generasi berikutnya. Dengan kata lain, pola-pola perilaku manusia kuno bersifat tetap dan sapiens bisa mentransformasi dalam jumlah yang sangat besar, membangun struktur-struktur sosial, sifat hubungan interpersonal dalam jangka waktu satu atau dua dekade.

Inilah kunci dari sukses sapiens dalam perkelahian satu lawan satu. Seorang Neandhertal mungkin akan mengalahkan Sapiens. Namun, dalam konflik ratusan orang, Neandhertal tidak akan mampu bertahan. Neandhertal bisa berbagi informasi tentang keberadaaan singa, tetapi mereka mungkin tidak akan bisa menceritakan dan merevisi cerita tentang arwah suku.

Agriculture Revolution

Semua ini berubah sekitar 10.000 tahun lalu, ketika Sapiens mulai menghabiskan seluruh waktu dan usaha mereka untuk memanipulasi kehidupan beberapa spesies binatang dan tumbuhan. Dari fajar sampai terbenamnya matahari, manusia menabur benih, menyirami tanaman, menyiangi rumput dari tanaman, dan mengiringi domba-domba ke padang rumput terbaik.

Transisi ke pertanian dimulai sekitar 9500-8500 SM di negeri perbukitan Turki bagian tenggara, Iran barat, dan Levant. Transisi itu dimulai pelan-pelan dan di area geografis terbatas. Gandum dan kambing didomestikasi kira-kira 9000 SM; kacang polong dan kacang-kacangan sekitar 8000 SM; pohon zaitun pada 5000 SM.

Korban-Korban Revolusi

Ketika Sapiens menyebar ke seluruh dunia, begitu pula binatang-binatang domestikasi mereka. Sepuluh ribu tahun lalu, tidak lebih dari beberapa juta domba, sapi, kambing, babi hutan, dan ayam hidup di Afro-Asia yang terbatas.

Kini dunia berisi 1 miliar domba, sapi, kambing adalah domestikasi kognitif yang dituangkan dalam praktikal agrikultur. Proses  sukses evolusi ini mungkin pelajaran penting yang bisa di tarik oleh sapiens dalam peraban selanjutnya.

Saintific revolution

Ekonomi modern tumbuh berkat kepercayaan kita pada depan dan kesediaan kaum kapitalis  menginvestasikan kembali keuntungan mereka pada produksi. Survei pada akhir abad ke 20 dimana melihat situasi perkembangan peradaban sekarang, tampak bahwa pada pertempuran ideologis besar dan melakukan persaingan untuk menaklukan dunia.

Namun sepanjang abad 20, para elit global di New York, London, Berlin dan Moskow telah merumuskan tiga kisah besar yang diklaim menjelaskan segala hal tentang masa lalu dan memprediksi masa depan seluruh dunia. Yakni, Perjanjian Modern, Revolusi Humanis dan Penanda Manusia.

Modernitas

Sejak pandangan pertama, modernitas tampak seperti sebuah perjanjian yang luar biasa rumit sehingga sedikit yang berusaha memahami untuk apa perjanjian yang sudah mereka tanda tangani. Hingga masa modern, sebagian besar budaya memercayai bahwa manusia ikut ambil bagiandalam rencana besar kosmis. 

Kita semua menandatangani perjanjian ini sejak hari kita dilahirkan dan perjanjian ini mengatur hidup kita sampai mati. Sangat sedikit dari kita yang dapat membatalkan atau membatasi perjanjian ini. Ia membentuk makanan, pekerjaan dan impian kita. ia memutuskan dimana kita berdiam, siapa yang kita cintai, dan bagaimana kitamati.

Rencana itu dirancang oleh Tuhan-tuhan yang maha kuasa atau oleh hukum alam pusat, dan manusia tidak bisa mengubahnya. Rencana kosmis itu memberi makna bagi kehidupan manusia. Sebagai imbalan atas penyerahan kekuasaan, manusia-manusia pra-modern meyakini bahwa hidup mereka mendapatkan makna. 

Tetapi kita bisa memastikan bahwa segalanya terjadi untuk satu tujuan. Bahkan perang, wabah, dan kekeringan akan berjalan untuk hal-hal yang terbaik. Jika kita menginvestasikan uang dalam riset, maka terobosan saintifik akan mengakselerasi kemajuan teknologi. 

Teknologi baru akan menggerakan pertumbuhan ekonomi, dan sebuah ekonomi yang tumbuh akan memberikan banyak uang untuk riset. Dengan setiap dekade yang berlalu, kita akan menikmati lebih banyak makanan, kendaraan lebih cepat, dan pengobatan yang lebih baik. 

Suatu hari pengetahuan kita akan begitu besar dan teknologi akan begitu maju sehingga kita akan meramu jamu muda abadi, jamu kebahagiaan sejati, dan obat-obatan apapun yang mungkin kita inginkan. Perjanjian modern menawarkan kepada kita kekuasaan.

Revolusi Humanis

Perjanjian modern menawarkan kepada kita kekuasaan, dengan syarat kita melepas keyakinan pada rencana kosmis raya yang memberi kita makna kehidupan. Namun, ketika menelusuri perjanjian itu dengan cermat. Akan ada dimana pasal pengecualian yang licik.

Jika manusia berhasil menemukan makna tanpa menisbatkan pada suatu rencana kosmis raya, maka itu dianggap sebagai pelanggaran kontrak. Pasal pengecualian ini menjadi penyelamat masyarakat modern karena memang mustahil mempertahankan keteraturan tanpa makna.

Masyarakat modern percaya pada suatu perjanjian yang dihasilkan oleh perasaan mereka sendiri. Seperti, seniman modern berusaha menyentuh diri dan perasaan mereka sendiri, bukan Tuhan.

Obat penangkal untuk eksistensi tanpa makna dan tanpa hukum disediakan oleh humanisme, sebuah kredo baru revolusioner yang menaklukan dunia dalam beberapa abad terakhir. Agama humanis menyembah kemanusiaan dan mengharapkan kemanusiaan mengantikan peran yang dimainkan Tuhan.  

Penanda Manusia

Temuan-temuan mutakhir sains kita bertentangan secara tegas dengan mitos monoteis tersebut. Eksperimen-eksperimen laboratorium membenarkan akurasi salah satu dari bagian mitos: sebagaimana dikatakan agama monoteis: binatang tidak punya jiwa.

Menurut sebuah survei Gallup pada 2012, hanya 15 persen orang Amerika yang berpikir bahwa Homo Sapiens berevolusi melalui seleksi alam saja. Bebas dari campur tangan ilahiah.

Masyarakat modernitas dengan fanatiknya menekankan dengan teori relativitas dan mekanika kuantum berpendapat bahwa sesuatu bisa muncul dari ketiadaan. Itulah sebabnya teori ini tidak bisa menerima ide tentang jiwa, paling tidak jika yang dimaksud "jiwa" itu adalah sesuatu yang tak terlihat.

Tujuh puluh ribu tahun lalu, Homo sapiens adalah binatang yang tidak signifikan, yang mengurusi urusannya sendiri di satu sudut Afrika. Dalam milenium-milenium berikutnya, ia bertransformasi menjadi penguasa segenap planet dan meneror ekosistem.

Kini ia berdiri di ambang menjadi Tuhan, tergerak untuk meraih tidak hanya kemudaan abadi, tetapi juga kemampuan ketuhanan untuk menciptakan dan menghancurkan. Lebih dari itu, terlepas dari hal-hal yang mencenangkan yang mampu dilakukan oleh manusia.

Sayang sekali, rezim Sapiens di Bumi sejauh ini menghasilkan sedikit yang kita banggakan. Kita telah menguasai alam sekitar, meningkatkan produksi makanan, membangun kota-kota, mendirikan imperium-imperium. Namun, apakah kita menurunkan jumlah penderitaan di dunia?

Lebih parah lagi, manusia tampaknya menjadi semakin tidak bertanggung jawab dari sebelum-sebelumnya. Tuhan-tuhan buatan sendiri dengan hanya hukum fisika yang menemani, kita tidak bertanggung jawab atas satu pun.