Hal paling dasar berbicara sebuah etika, yakni suatu sifat paling dasar yang dibawah oleh seorang manusia dari lahir. Etika seorang manusia sifatnya egaliter, yang di sana bekerja simpati dan empati. Lain daripada itu etika sering kita maknakan sebagai suatu hal yang menyangkut moral yang baik dan buruk.

Begitu juga bila berbicara terkait politik. Aristoteles, seorang filsuf dan ilmuwan Yunani kuno mengatakan, “selain sebagai makhluk sosial, manusia juga merupakan mahkluk politik.” Tentu hal itu sudah bisa menjadi dasar bagi kita, betapa pentingnya untuk kita sebagai masyarakat yang tinggal dalam sebuah wilayah untuk menjalankan suatu aktivitas sosial agar tidak menjauh dari etika serta politik yang baik.

Topik di atas menjadi butir-butir alasan untuk saya membawakan topik bahasan dengan topik di atas, agar kiranya dapat memberikan pemahaman-pemahaman bagi kita, serta pencerahan-pencerahan terhadap kita dan terkhusus anak muda untuk tidak bersikap apatis terhadap politik.

Dalam membahas topik di atas saya akan coba memulainya dengan pertanyaan-pertanyaan, yakni apa itu etika? Mengapa kita harus memahami etika politik? Hal seperti apa yang dapat kita lakukan hingga terciptanya etika politik orang muda yang baik?

Etika

Di atas sudah sedikit saya jabarkan apa itu etika, etika menjadi persoalan dasar kita untuk bersosial. Secara umum, etika merupakan suatu norma atau aturan yang digunakan sebagai pegangan dalam berperilaku dalam lingkungan masyarakat. Dari penyampaian di atas memberikan pemahaman bagi kita, sudah sepatutnyalah kita agar memulai segala aktivitas dengan tidak menjauhkan sebuah nilai-nilai etika di dalamnya.

Etika politik

Setiap individu manusia memiliki kekurangan serta kelemahan masing-masing, ditengarai adanya kekurangan serta kelebihan tersebut maka dengan ini kita memerlukan politik dalam suatu hal. Namun zaman ini banyak orang alergi terhadap politik, banyak orang yang membatasi dirinya terhadap dunia politik, apalagi bila hal tersebut kita suguhkan terhadap orang muda.

Sungguh! anak muda akan menjawab bahwa politik itu “tidak baik”, politik itu adalah hal yang “buruk” dan masih banyak lagi alasan yang akan menjadi justifikasi anak terhadap mengartikan politik. Akan tetapi kita tidak pernah sadar, bahwa segala aspek kehidupan kita (sosial, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi) akan senantiasa berakar dari politik.

Etika politik kaum muda

Memperbincangkan tentang orang muda amatlah penting bagi kita. Bahkan bila kita berbicara sejarah, sejarah tidak akan pernah ada tanpa pergerakan-pergerakan yang dilakukan kaum muda. Dari mulai sejarah revolusi Prancis, revolusi Inggris, Revolusi Amerika, dan masih banyak lagi, dapat kita simpulkan bahwa anak muda selalu menjadi motor penggerak bagi pergerakan itu.

Di Indonesia hal itu dapat kita titik balikkan dari sejarah kemerdekaan Republik Indonesia. Yang dimana dapat kita lihat dari gerakan-gerakan yang dibangun anak muda Indonesia, dimulai sejak 28 Oktober 1928, momentum tersebut menjadi hari bersejarah bagi nusantara. Yang di mana lahir Sumpah Pemuda.

Hal tersebut menjadi salah satu bukti kuat bahwa kaum muda Indonesia telah menciptakan sejarah serta menghadirkan politik yang baik. Dan hal tersebut menjadikan sebuah api pembakar semangat para pejuang kita dalam meraih kemerdekaan.

Lalu untuk saat ini, hal-hal seperti apa yang dapat dilakukan sebagai anak muda dalam membangun etika politik kaum muda yang baik?

Dalam menjawab pertanyaan di atas, kiranya mari kita mulai untuk memahami berpolitik dengan masuk dunia politik.

Masa kini sering kita perdebatkan, bila kita yang masuk kategori kaum muda, selalu dibenturkan untuk tidak terlibat dalam dunia politik. Hal demikian yang buat kita merasa kaku dengan politik. Dan menurut hemat saya, hal-hal demikian agar kita jauhkan dari pola pikir kita .

Justru di masa mudalah kita harus sudah memulai diri kita untuk terjun dalam dunia politik, dengan syarat kita harus memulai dengan orientasi-orientasi dan batasan-batasan etika politik, serta tidak mengesampingkan etika politik itu.

Justru dengan terlibatnya persfektif  kaum muda, akan menghadirkan produk kebijakan yang memang betul-betul memperhatikan nasib masa depan bangsa kita, ditengarai kaum mudalah yang nantinya meneruskan arah bangsa kita.

Pada hakekatnya tak ada seorang pun yang dapat membatasi diri kita untuk berpolitik, hal ini dibenarkan oleh filsuf Aristoles, beliau berpendapat, “selain mahkluk sosial, kita juga merupakan mahkluk politik”. Artinya semua individu mempunyai kebebasan dalam mengapresiasikan dirinya terhadap politik. Terlepas media penyampain kita itu melalui apa.

Jadi, etika politik kaum muda saat ini, coba kita harus konsentrasikan terhadap politik di dunia. Kalau soal etika dan moral sudah panjang lebar kita debatkan serta sudah cukup luaskan kita artikan. Pemuda harus membangun diskusi yang konseptual dan silahkan buka keran yang seluas-luasnya terhadap kaum muda terhadap politik.

Jangan menjadikan politik sebagai sebuah momentum tertentu, akan tetapi jadikan politik itu sebagai suatu hal yang patut kita perbicangkan setiap waktu, pun setiap saat.