“Kehidupan dunia kita sebagai ummat manusia paralel dengan kehidupan makhluk lain yang disebut supermanusia dan tentu diciptakan oleh manusia-manusia lain yang lebih berkuasa di masa depan atas kehidupan kita ummat manusia di sini, saat ini,” kata Skelyam memulai percakapan.

“Tapi mungkinkah umat manusia berdialog dengan supermanusia dan atau melawan kekuasaan manusia-manusia lain yang berkuasa di masa depan itu,” tanya Skatemx.

“Tentu saja bisa dilakukan,” jawab Skelyam.

“Kehidupan ummat manusia hanya mungkin bertemu di titik ketika ummat manusia hadir di puncak kemanusiaan dan peradabannya. Dengan media itulah, dunia ummat manusia menyatu dengan dunia makhluk-makhluk lain. Dan hanya dengan cara itulah ummat manusia dengan makhluk-makhluk lain dapat mengintervensi kekuasaan manusia-manusia berkuasa di masa depan. Bahkan mengambilalih kedigdayaannya,” kata Skelyam lagi.

“Tapi tentu melewati jutaan tahun evolusi kemanusiaan ummat manusia di atas bumi ini, bukan?” tanya Drayemah.

Skelyam terdiam. Lalu ia tersenyum berkata:

“Tiap detik kita umat manusia berdialog di alam bawah sadar dengan makhluk-makhluk lain di sana dan manusia-manusia yang berkuasa di masa depan. Itu dilakukan dan diwakili oleh orang-orang terpilih dari ummat manusia. Padanya kita mengikatkan optimisme zaman kita. Jika bukan mereka, dunia kita ummat manusia menjadi kelabu dan rusak. Mereka adalah orang-orang yang kekal nalar dan jiwanya. Mereka bersama kita tetapi tak bersama kita.”

Drayemah terdiam dan Skatemx tertegun. Ucapan Skelyam sangat terang.

Tetapi Skatemx mulai gelisah, “Bukankah kita ummat manusia makhluk yang rendah, yang semakin jauh dari kekekalan dan kemuliaan,” kritiknya.

Skelyam berkata, “Itu tak menutup peluang lahirnya manusia-manusia berbeda dan terpilih lalu hidupnya penuh optimisme.”

“Dengan demikian, manusia-manusia yang berkuasa di masa depan bisa digugat dan digantikan,” kata Drayemah penuh pencerahan

“Jangan lupa, dunia umat manusia ini adalah mimpi buruk. Hanya manusia-manusia berbeda terpilih yang bermimpi indah, penuh pencerahan dan harapan di dunia ummat manusia,” kata Skelyam.

“Tapi aku ragu apakah manusia-manusia terpilih ini membawa hanya satu mimpi,” kata Skelyam dalam hening mereka.

Drayemah menjawab, “Sama sekali tidak. Mereka membawa mimpi-mimpi yang mencerahkan tak terbatas. Itulah tugas umat manusia berpikir dalam nalar dan jiwa mereka. Namun setiap mereka pun hanya membawa kepingan-kepingan mimpi yang tak bisa menjawab semua tanya kita, atau menemukan jalan bertemu dengan makhluk-makhluk lain, dan juga bahkan melampaui mereka manusia-manusia yang berkuasa.

Tetapi yakinlah satu mimpi dari mereka akan membawa pada pengertian atas mimpi-mimpi mereka yang lain. Mimpi mereka sesungguhnya adalah mimpi kita ummat manusia yang tertunda dan terkubur oleh ketidaktahuan, kebiadaban, egoisme, yang telah dibuat menggunung dan memenuhi bumi kita. Ummat manusia secara individu dan kolektif harus mencerahkan diri”

Drayemah, Skelyam dan Skatemx lalu terbang ke langit meninggalkan masjid di usai percakapan mereka.