Kulihat, terik mengikis dedaunan

Udara kering menyesakkan

Pandangan perih ke semua penjuru

Ternyata desaku kini berbeda


Kususur sawah yang mulai kecoklatan

Sungai kering mematikan

Ke mana desaku yang dirindukan

Kini sudah tertelan zaman


Bumi Pertiwi ramai dengan asap kendaraan

Sejuk udara tak dapat dirasakan

Ke mana desaku yang damai

Kini hilang dalam pandangan


Desaku yang kucintai

Menghilangkan para petani

Menangis kepedihan sepi

Desaku, hilang dan mulai sepi


Ke mana budaya desaku

Kini sudah seperti ibu kota

Penduduk ramai meninggikan gubuknya

Desaku, tak lagi menyapa