Bahasa Arab merupakan bahasa yang sangat masyhur bagi banyak kalangan. Khususnya bagi orang muslim yang terus-menerus mengucapkannya pada saat salat maupun saat mengaji Alquran. Bagi para pencari ilmu yang pernah menempuh pendidikan di MI, MTs, MA, atau pondok pesantren pun pasti sangat tidak asing dengan bahasa ini.

Namun di sisi lain, bahasa Arab bagi sebagian orang merupakan materi yang gampang-gampang susah untuk dipelajari. Sebab bahasa ini termasuk bahasa yang kategori grammar-nya cukup rumit dibandingkan dengan bahasa-bahasa lain sebab ada pembedaan antara laki-laki dan perempuan, transformasi kata yang menunjuk pada jumlah yang sedikit dan banyak, serta pembentukan kata-kata dengan menggunakan kata kerja.

Untuk mengatasi berbagai kesulitan yang muncul dalam memahami bahasa Arab ini, telah hadir salah satu channel di YouTube, yang bernama Dars Arabi, untuk memandu siapa saja yang ingin belajar bahasa Arab dengan cara yang mudah. Khususnya bagi mereka yang pemula, pemalu, dan pemalas. Eh.

Sebelum belajar lebih jauh di Dars Arabi, tentunya muncul rasa penasaran dalam benak pembaca, siapa sih yang memandu channel ini? Tak perlu khawatir, pemandu channel ini adalah salah seorang dosen nyentrik dan penuh talenta dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Yes, please welcome, Muhammad Faruq.

Kapasitas keilmuan Cak Faruq selaku tutor utama di Dars Arabi ini tidak perlu diragukan lagi, mengingat ia merupakan salah seorang alumni dengan nilai terbaik saat menempuh pendidikan S1 (2010) dan S2 (2013) di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Selain itu, beliau juga pernah belajar di King Saud University, berpengalaman menjadi tenaga pengajar di Al-Azhar University, dan sekarang aktif sebagai tenaga pengajar bahasa Arab di kampus almamaternya tersebut, untuk mengampu para mahasiswa domestik maupun mahasiswa dari luar negeri.

Bagaimana, sudah mantap kan dengan kredibilitas pengajarnya? Jadi makin penasaran apa saja yang dipelajari di Dars Arabi ini. Hayya binaa!

Kata ganti (isim dhamir)

Telah kita ketahui bersama, bahwa dalam bahasa Arab terdapat perbedaan gender atau pembedaan antara laki-laki dan perempuan dalam penggunaan bahasanya. Kita yang sehari-hari biasa menggunakan kata ‘kamu’ saat berbahasa Indonesia, atau ‘you’ dalam bahasa Inggris, maka dalam penggunaan bahasa Arab harus dipertegas lagi, kata yang dimaksud kamu itu laki-laki atau perempuan.

Jika laki-laki, maka harus menggunakan anta, dan kalau perempuan menggunakan kata ganti anti. Tidak bisa sembarangan menggunakan kata ‘ente’ seperti yang biasa kita saksikan di televisi itu. Kecuali lingkungan kita adalah pengguna bahasa Arab gaul yang tidak baku.

Selain itu, dalam tata bahasa Arab juga terdapat klasifikasi penggunaan kata ganti untuk menunjuk keterangan kamu dan dia (yang jumlahnya seorang, dua orang, atau lebih dari dua orang), baik laki-laki maupun perempuan.

Kata petunjuk

Hampir sama dengan kati ganti, dalam bahasa Arab juga ada kata tertentu untuk menunjuk orang atau barang yang kuantitasnya tunggal, ganda, atau jamak. Kata petunjuk ini biasa disebut dengan isim isyaarah. Dan yang pasti, penggunaan kata penunjuk untuk kategori laki-laki maupun perempuan ini haruslah dibedakan.

Sebagai contohnya untuk menunjuk suatu barang yang posisinya dekat yang berjumlah tunggal bisa menggunakan kata haadza. Jika jumlahnya ada dua, menggunakan haadzaani. Dan jika plural (lebih dari dua) biasanya menggunakan haadzihi—kata petunjuk yang biasa digunakan untuk perempuan. Sebab dalam bahasa Arab terdapat kaidah, kullu jam’in mu`annatsun (setiap perkara yang jama’, suka main keroyokan adalah wanita).

So, bagi cowok jangan suka main keroyokan biar nggak disangka …

Bilangan

Supaya kamu tidak repot nanti saat bertransaksi dengan orang Arab sewaktu umrah atau haji, maka amat disarankan kamu wajib tahu dengan bilangan angka-angka dalam bahasa ini.

Ya, sebenarnya bisa saja sih kamu menggunakan kalkulator atau google translator untuk media transaksi. Akan tetapi jika kamu sebelumnya sudah tahu tentang bilangan bahasa Arab ini, alangkah lebih efisien dan praktisnya hidupmu. Kecuali kamu sudah haqqulyaqin, kalau orang-orang di sana juga mahir berbahasa Indonesia.

Jam

Dengan mengenal jam, setidaknya kamu bisa berbasa-basi saat PDKT dengan orang-orang Arab. Kam ‘as-saa’ah al-aan? (jam berapa sekarang). Dari obrolan jam, kamu bisa bicara ngalor-ngidul tentang topik-topik lainnya. Misalnya topik tentang kehidupan di kampus, situasi di negara mereka, hobi masing-masing, dan seterusnya.

Hari-hari dalam Bahasa Arab

Hari-hari dalam bahasa Arab termasuk materi pelajaran termudah untuk kita pahami. Lantaran nama-nama hari dalam bahasa Arab ini merupakan bahasa yang diserap untuk pembentukan nama-nama hari dalam bahasa kita.

Sebutlah Al-itsnain, Ats-tsulaatsaa`, al-arbi’aa`, as-khamiis, al-jumu’ah, as-sabt, dan al-ahad. Begitu miripnya kata-kata itu dengan nama-nama hari dalam bahasa kita, senin, selasa, rabu, kamis, dan seterusnya.

Cara Bertanya dengan Menggunakan Bahasa Arab

Untuk mempermudah komunikasi dan pergaulan kita dengan para pengguna bahasa Arab, maka amat disarankan bagi kita untuk mampu menggunakan kata-kata tanya dalam bahasa ini. Kata-kata tanya yang terkenal, masyhur (sering terbalik mahsyur) digunakan adalah kata apa (ma atau madzaa), berapa (kam), bagaimana (kayfa), kenapa (limaadzaa), kapan (mataa), dan di mana (ayna). 

Dengan mahir menggunakan kata-kata tanya ini ditambah dengan kosakata dasar lainnya, dijamin kamu akan mengalir saat berbicara dengan natiq-nya, hingga habis seperminuman kopi.

Arah

Supaya kamu tidak tersesat sewaktu jalan-jalan di negeri orang Arab atau saat kamu mendapati orang Arab yang tersesat di negeri kamu, kamu bisa bertanya atau menunjukkan pada mereka dengan menggunakan arah kanan (yamiin), kiri (yasaar), utara (syamaal), selatan (januub), timur (syarq), dan barat (gharb).

Latihan-latihan Tes Bahasa Arab

Pada akhir tayangan video-video di Dars Arabi ini, Cak Faruq biasa menambahkan latihan-latihan soal untuk mengevaluasi seberapa paham kamu dalam mengikuti pelajaran yang relatif singkat untuk setiap pertemuannya ini. Begitu singkatnya, bahkan durasinya tidak lebih dari satu SKS.

Dan bagi kamu yang merasa sudah cukup mahir dalam bahasa Arab dan ingin tahu seberapa pandai dalam berbahasa Arab ini, baik secara aktif maupun pasif, maka kamu dapat belajar mengikuti ujian Test of Arabic as Foreign Language (TOAFL), semacam test TOEFL tapi untuk bahasa Arab, yang juga diulas pada channel Dars Arabi ini. Dan bagi kamu yang telah mendapatkan nilai tinggi untuk tes TOAFL ini, maka peluang kamu untuk meraih beasiswa ke negeri unta minyak ini pun makin besar.

Itulah tadi ulasan singkat tentang panduan mudah dalam belajar bahasa Arab, yang pembahasan lebih lengkapnya dapat ditelusuri di channel Dars Arabi. Bagaimana? Tertarik untuk belajar bahasa Arab sambil nyantai, sambil rebahan, sambil masak, sambil ngemil, atau sambil apa saja? Silakan kunjungi channel Dars Arabi ini!

Ma’an najaah!