Kedatangan Raja Salman ke Indonesia dinilai tidak terlalu berpengaruh terhadap pasar keuangan. Analis pasar modal, Satrio Utomo, mengatakan, saham-saham juga tidak terlihat pergerakannya.

Menurut Misbakhun, banyak sektor ekonomi yang bisa menjadi lahan investasi Arab Saudi, yaitu sektor hulu-hilir minyak dan gas bumi, pariwisata, infrastruktur, sektor keuangan dan properti.

Sektor ekonomi tersebut sejalan dengan visi dan nawacita Presiden Jokowi yang ingin memprioritaskan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Oleh karena itu, kebutuhan investasi asing dalam jumlah besar dari Arab Saudi sangat diperlukan karena keterbatasan dana dalam negeri.

Kalau sektor-sektor yang saya sebutkan tadi dimasuki oleh investasi dengan jumlah besar dari Arab Saudi, pasti akan mempunyai dampak yang signifikan dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional kita," kata Misbakhun

Pengaruhnya sangat kecil. Kalau dilihat, aliran dana asing juga tidak terlihat. Saham spesifik juga tidak bergerak.

Ia menambahkan, pasar juga tidak banyak berekspektasi dari kunjungan Raja Salman ke Indonesia. Sebelumnya, raja Arab tersebut diharapkan berinvestasi di saham infrastruktur Indonesia tapi ternyata tidak.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun menurun 0,10 persen atau 5,19 poin ke level 5.381,50 pada awal perdagangan hari ini. Padahal saat dibuka sempat naik tipis 0,05 persen atau 2,48 poin ke level 5.389,17.

Pelemahan hari ini lebih karena lporan keuangan emiten cenderung negatif. Ia menambahkan, kondisi pasar saat ini lebih lambat.