Pandemi Covid 19  yang sedang terjadi secara global ini tidak dapat dipungkiri telah berdampak pada banyak sektor kehidupan. Dari sektor kesehatan, pendidikan, pariwisata, dan yang paling bisa dirasakan dampaknya adalah sektor ekonomi. 

Dari mulai negara maju sampai negara berkembang dan terbelakang semua merasakan dampak pada sektor ekonominya. Dari mulai bisnis bertaraf internasional sampai umkm semua terkena dampak. 

Di Indonesia sendiri secara garis besar terdapat tiga dampak dari adanya pandemi yang mempengaruhi perekonomian nasional, yaitu tingkat daya beli dan konsumsi rumah tangga yang anjlok, ketidakpastian yang berkepanjangan yang membuat lemahnya investasi dan yang terakhir adalah dengan melemahnya kondisi keuangan seluruh negara maka akan berimbas pula pada ekspor indonesia.  

Berbicara tentang dampak ekonomi tentunya tidak dapat melewatkan tentang membahas angkatan kerja baru dan pasar kerja. Memang pembahasan dampak pandemi ini pada angkatan kerja baru ini kurang tersohor daripada dampak pandemi pada pendapatan nasional negara, tetapi jika ditelaah maka dampak pandemi pada angkatan kerja baru ini dapat memunculkan masalah yang berat juga. 

Sudah menjadi rahasia umum bahwa lapangan pekerjaan di Indonesia selalu lebih sempit daripada jumlah angkatan kerja yang produktif. Oleh karenanya pengangguran tetap menjadi masalah yang selalu dikaji bagaimana menyelesaikannya. 

Situasi pandemi yang membuat lulusan baru ini tidak dapat merayakan kelulusannya secara langsung dikarenakan adanya peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar ini membuat para lulusan baru harus dengan ikhlas merayakan kelulusannya secara virtual. 

Selain kecewa karena itu, para lulusan baru ini juga masih harus dibuat ketar-ketir tentang persoalan yang ada di lapangan pekerjaan. Lapangan pekerjaan yang sudah sempit ini menjadi semakin sempit dikarenakan banyaknya perusahaan yang tidak dapat bertahan karena adanya pandemi ini. 

Selain itu, banyaknya perusahaan yang mencoba bertahan dengan kebijakan merumahkan dan Pemutusan Hubungan Kerja pada pegawainya juga membuat para lulusan baru ini lebih terdesak lagi. Dengan adanya kebijakan dari perusahaan dengan merumahkan pegawainya dan sampai ada yang memutuskan hubungan kerja dengan pegawainya ini membuat lebih banyak angkatan kerja yang produktif yang membutuhkan lapangan pekerjaan. 

Tentunya para karyawan yang diputuskan hubungan kerjanya ini telah memiliki kompetensi, keahlian dan siap bekerja tanpa melewati adanya pelatihan lagi. Berbeda dengan lulusan baru yang kebanyakan belum paham tentang dunia kerja dan memerlukan training ini dan itu yang membuat perusahaan membutuhkan anggaran tersendiri jika ingin merekrut lulusan baru yang belum berpengalaman. 

Dengan adanya situasi yang tidak bersahabat ini maka para lulusan baru dituntut untuk dapat melihat secara jeli dan memanfaatkan situasi yang ada. Dengan adanya waktu kosong ini, para lulusan baru ini dapat mempelajari secara lebih rinci tentang apa yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh lulusan baru selagi menunggu situasi aman dan lapangan kerja yang telah tersedia adalah sebagai berikut:

1. Cari pengalaman sukarelawan.

Pengalaman sukarelawan ini akan membantu para lulusan baru dalam hal softskill berupa komunikasi, manajemen acara dan lainnya. Selain itu biasanya dalam acara sukarelawan akan diberikan sertifikat yang dapat digunakan untuk mengisi CV lulusan baru. 

2. Perluas koneksi dan wawasan tentang platform pencarian kerja online. 

Dewasa ini telah banyak bermunculan platform pencarian kerja online yang dapat mempermudah para lulusan baru dalam mencari kerja. Platform ini mempertemukan para perusahaan yang membutuhkan sumber daya manusia dan para pencari kerja. 

Tapi dengan adanya kemudahan dari platform ini pasti ada juga resiko yang mengikutinya. Seperti banyak berita yang tersebar bahwa maraknya penipuan di platform pencarian kerja, oleh karenanya lulusan baru ini harus cermat dalam mencari platform yang terpercaya. 

3. Berlatih interview secara online. 

Ditengah kondisi pandemi seperti ini, banyak perusahaan yang melakukan kebijakan perekrutan karyawan secara online. Tahap yang dianggap paling penting dalam melamar kerja adalah wawancara atau interview. Interview secara tatap muka dan secara online tentunya sangat berbeda. Oleh karenanya diperlukan latihan bagi para lulusan baru ini dalam menghadapi proses interview online.  

4. Mengikuti pelatihan softskill. 

Kemampuan softskill sangat diperlukan di dunia kerja, kemampuan kepemimpinan, problem solving, komunikasi, dan lainnya bukan merupakan kemampuan yang diajarkan di bangku perkuliahan. Kemampuan itu didapatkan dari pengalaman organisasi maupun dengan kursus tertentu. Oleh karenanya penting bagi lulusan baru dalam mempelajari kemampuan softskill. 

Selain itu meningkatkan kemampuan pada bidang teknologi juga sama pentingnya. Walaupun bukan keahlian anda, tetapi perkembangan teknologi begitu cepat dan dengan itu maka dunia kerja pun memerlukan sumber daya manusia yang paham akan teknologi agar perusahaan berjalan dengan efisien. 

5. Membuka usaha sendiri. 

Berwirausaha merupakan trend tersendiri dikalangan muda saat ini.  Banyaknya anak muds yang membuka bisnis online merupakan kemajuan pola pikir dan adaptasi dengan sedikitnya lapangan pekerjaan. Pada saat pandemi jumlah bisnis online semakin banyak di Indonesia. 

Dan hal ini menunjukan bahwa kaum muda di Indonesia dapat melihat situasi dan kondisis serta memanfaatkanya. Berwirausaha dapat mengisi waktu kosong selagi menunggu lapangan pekerjaan impian kembali dibuka.