Beberapa menit lalu ketika membeli rokok Senior di warung sebelah rumah, sambil menunggu uang kembalian, saya menyaksikan tayangan iklan yang menohok. Iklan yang menampilkan Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu tersebut menyampaikan bahwa produk pasta gigi bersiwak. 

“Alhamdulillah sekarang sudah ada pilihan yang pas,” ucap Teuku Wisnu membuka, “Sasha, pasta gigi halal bersiwak,” lanjut Shireen Sungkar. Di akhir iklan Teuku Wisnu menguatkan ucapan Shireen, “Pasta gigi bersiwak,” yang disambung dengan, “waktunya hijrah,” oleh Shireen.[1]

Iklan tersebut sangat menohok karena telah menyebarkan berita palsu kepada masyarakat. Meskipun tidak secara gamblang disampaikan, tampak terdapat kesan bahwa pasta gigi selain produk tersebut tidak mengandung siwak. Padahal dalam kajian fiqih, urusan siwak sudah dibahas begitu rinci yang secara keseluruhan terletak kepada sikat gigi, bukan pasta gigi. 

Andai produk yang diiklankan oleh Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu tersebut bukan soal menyebut ‘pasta gigi bersiwak’, tapi ‘sikat gigi bersiwak’, saya tak begitu keberatan membuka ruang toleransi. Pasalnya secara pribadi saya tipikal orang yang intoleran, apalagi kepada perilaku membodohi ummat (bukan kepada ‘kebodohan’ tapi ‘membodohi’).

Kalau saya sempat mengulas iklan tersebut dari perspektif fiqih, caranya mudah. Pertama, mengurai pembahasan tentang siwak melalui kajian pustaka fiqih, seperti dari buku tingkat matan yakni Taqrib dan Qurrotu ‘Ain, beserta syarah dan chasyiyah-nya. Luaran dari langkah pertama ini sudah dapat menjadi bahan untuk menyusun spektrum pendapat ulama’ tentang siwak.

Kedua, mengaitkan uraian tersebut dengan iklan yang ditayangkan. Rumusan masalah untuk mengaitkan seperti, “Apakah hanya produk pasta gigi tersebut yang dapat dikatakan bersiwak?” Atau malah yang buat saya lebih penting, “Apakah ungkapan pasta gigi bersiwak tepat dari sisi fiqih?” Atau bisa juga, “Bagaimana tindakan yang harus dilakukan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) terhadap iklan yang membodohi masyarakat tersebut?”

Walau sudah memiliki gambaran kasar tentang cara mengulas iklan tersebut dari perspektif fiqih, saya tak melakukannya karena beberapa alasan. 

Pertama, malas. Saya adalah orang yang paling malas. Tingkat kemalasan saya sangat tinggi. Kalau tidak malas, tentu saya sudah dapat membuat katalog perbandingan intensitas cahaya sebuah lampu dengan volume ruang, sehingga tak salah membeli lampu membuat mata saya blereng (Jawa: silau). Gebleg banget emang. >___<

Kedua, teman-teman saya yang lebih cakap tentang urusan fiqih sangat banyak. Kalau saya membahas iklan tersebut cuma berdasarkan kajian pustaka yang notabene mengumpulkan pendapat terkait siwak, teman-teman saya dapat dipastikan sanggup mengevaluasi setiap pendapat tersebut. 

Taruhlah nama-nama seperti Khoirul Umam, Ferhadz Ammar Muhammad, Ulil Abshar-Abdalla, atau Nong Darol Mahmada. Malah Nong Darol Mahmada dapat lebih memperkaya pembahasan dengan memberi saran kepada YLKI untuk menyikapi tayangan iklan tersebut.

Ketiga, jika saya sibuk nyeleding tekel perilaku sekelompok ummat Islam yang gemar melakukan pembodohan kepada masyarakat dengan bekal pemahaman seadanya dari kitab kuning, kajian keislaman hanya berputar-putar sampek pegel di situ-situ saja tanpa menghadirkan inovasi gagasan laiknya dikeluhkan oleh Novriantoni Kahar.[2] 

Padahal masih banyak kajian keislaman yang harus dilakukan dari sisi teoretis atau praktis. Dari sisi teoretis seperti, “Mengapa ulama’ tashowuf kurang apresiatif terhadap mustholah hadits?” 

Sementara dari sisi praktis misalnya, “Bagaimana langkah pembelajaran yang dapat dilakukan untuk membekali literasi fiqih kepada murid (siswa/santri/pelajar/apalah namanya)?” (Istilah ‘literasi fiqhiyyah’ ini buatan sekilas saja, maksudnya kemampuan orang untuk menerapkan pemahaman fiqih (meliputi konten, prosedur, dan epistemik) dalam mengambil keputusan).

Keempat, untuk masa sekarang saya sedang merapikan gagasan untuk menggunakan mabādī ‘asyroh dalam pembelajaran setiap cabang keilmuan (mata pelajaran), menunjukkan penerapan gagasan erotic capital dari Catherine Hakim, serta menyusun pembelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) berorientasi scientific literacy yang kali pertama digagas ngegas oleh Paul deHart Hurd. 

Gagasan untuk menggunakan mabadi’ ‘asyroh mewujud dalam penerbitan artikel Debut Mengajar Biologi dan Mabādī ‘Asyroh Fisika serta terlibat di kolokium Universitas Negeri Surabaya dengan paper berjudul Penggunaan Naḍom Mabādī ‘Asyroh dalam Pembelajaran Biologi untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar.[3][4][5] Kalau erotic capital dan scientific literacy, tak perlu dimasukkan list, nanti pamernya nambah.

Kelima, saya punya pertanyaan pribadi terkait fisika berupa massa benda yang dapat mengalami efek kuantum dan menghasilkan force gravitasi serta biologi yakni cara kerja ribosom dalam mengubah RNA-m menjadi protein. Kedua pertanyaan tersebut hanya dapat dijawab melalui experiment yang kemungkinan besar tidak akan dapat saya lakukan. Karena itu, lebih baik saya mengumpulkan data experiment yang sudah ada laiknya dulu dilakukan oleh Johannes Kepler terhadap data milik Tycho Brahe.[6]

Saya yakin kegelisahan terhadap keadaan ummat Islam saat ini seperti yang dituturkan muncul dalam benak setiap orang. Ari Hardi Karim, pada 3 Januari 2019 selepas saya gelisah dengan kondisi Chelsea menelepon saya. Ari mengajak saya menjadi kontributor di situs fiqihku.id, yang memuat konten terkait (atau dikaitkan) dengan fiqih. 

Ajakan tersebut saya tanggapi dengan mengirim artikel Peran Biologi dalam Mendukung Pelaksanaan Jihād, yang sayangnya tak pernah dimuat di situs tersebut. Ternyata ketika saya periksa pada 25 April 2019, situs tersebut tampak tak jadi tayang karena baru memuat 1 buah artikel.[7] Ukuran buruk untuk situs daring yang ingin masuk ke arena artikel populer. Artikel yang saya kirim itu sendiri diterbitkan melalui blog Alobatnic dan Qureta.com.[8][9]

Wilson Sitorus, pada 24 April 2019 dinihari, menanggapi cuitan tentang artikel di Magdalena.co.[10] Tak kurang 9 buah cuitan ditembakkan oleh Tuan Wahai. Beruntung MU kalah, saya jadi merasa aman di peringkat keempat. Besok 28 April 2019 MU tanding melawan Chelsea soalnya. Saya rasa Tuan Wahai tepat menanggapi secara ofensif artikel Jejak 'Queer' dalam Alquran dan Hadis yang ditulis oleh Aan Anshori dan diterbitkan magdalena.co pada 20 Februari 2019.[11] 

(Namun, cuitan yang ditanggapi oleh fans MU yang gembira klubnya kalah ini di-post pada 24 April 2019)[12]. Pasalnya artikel tersebut dibuat secara prematur, isinya tidak dapat saya cerna, alur penuturan tidak runtur, dan sistematika penulisan kurang ajar. Hamosok ada ulama Pakistan bernama Sayyid Abul al-Maududi, A’la-nya dikemanakan? Dikasih Liverpool biar tinggi? Pelanggaran tata tulis Isim ‘Alam lahhhh.

Ketika membahas tentang Islam, saya kerap mendapat anggapan dan dugaan kurang apresiatif terhadap Islam maupun muslimin-muslimat. Kalau dugaan saya dapat diterima, faktor utama yang menyebabkan anggapan dan dugaan tersebut ialah kegagagalan saya dalam berkomunikasi. Pasalnya sebaran orang yang kerap menganggap dan menduga, nyaris berasal dari himpunan kelompok yang sama. 

Karena itu, saya kerap malas ketika mengajak orang lain membahas masalah terkait ummat Islam secara rapi dan rinci. Belum sempat membahas sudah dituduh macam-macam, entah dituduh meruntuhkan keyakinan atau bahkan menguatkan pemikiran para penuduh. Bukankah lebih baik saya menikmati BLΛƆKPIИK saja?

BLΛƆKPIИK sekarang menjadi identitas utama saya, terutama sejak Oza Kioza menyepakati permintaan meng-cover lagu Ddu-Ddu Ddu-Ddu walau pelafalannya amburadul (diulangi pula di lagu Solo dari Kim Jennie, mbakkkkkkkkk >___<).[13][14] BLΛƆKPIИK sendiri baru 2 kali saya tulis, ketika merunut alur remuknya 2NE1 sampai mulai berjayanya grup yang diisi oleh Roseanne Park dkk tersebut serta aspek kecantikan yang ditampilkan dalam video musik As If It’s Your Last.[15][16][17]

Sisi terkait BLΛƆKPIИK yang gemar saya gunakan, terkait kajian keislaman cabang fiqih, ialah hukum mendengarkan suara perempuan berdasarkan kitab kuning atau hukum melihat perempuan tayangan video BLΛƆKPIИK. Kelompok usia santri (di pondok yang saya kelola) dari kelahiran 2002-2005 terbilang paling semangat menanggapi. Tak jadi soal bagaimana tanggapan mereka, yang jelas mereka dapat diajak untuk belajar bersama cara menggunakan pemahaman fiqih dalam menghadapi masalah keseharian.

Dengan keadaan pribadi tersebut, saya sering berharap kepada teman-teman yang bergabung dalam grup Santri Scholar Society (SSS). SSS adalah nama buatan saya untuk menanggapi impian Surotul Ilmiyah agar Badan Semi Otonom (BSO) Santri dapat dikembangkan ke arah penerbitan artikel akademik. Impian tersebut disampaikan ketika BSO Santri tampak mapan menerbitkan artikel populer melalui Majalah SANTRI dan terasa siap memasuki arena daring dengan merilis situs mediasantri.id.[18][19]

Saya memang tak dapat berkomunikasi dengan bagus, sampai akhirnya impian tersebut menjadi Mimpi yang Terbunuh.[20] Walau Majalah SANTRI ternyata tidak punah dan mediasantri.id masih berjalan, sering muncu rasa bersalah bahwa saya pernah menghancurkan BSO Santri pada 2015-6. 

Rasa bersalah tersebut yang membuat saya menulis 3 artikel untuk edisi 10 April 2018 lalu; Eny Rochmawati Octaviani, Busana, dan Rosa Amalia Iqonyi sekaligus membuat catatan pribadi tentang penerbitan tersebut.[21][22][23][24] Sebelum dan setelahnya, saya juga membuat sejenis tampilan data alur perjalanan BSO Santri dari awal dibentuk sampai era kepemimpinan Surotul Ilmiyah.[25][26]

Padahal secara teknis, impian Ilmy tersebut memungkinkan untuk mewujud. Ada beberapa teman, dari BSO Santri sendiri, yang memiliki performa bagus dalam penulisan artikel akademik dan populer.

Fadhli Lukman, pemimpin umum BSO Santri sebelum Ilmy, terbilang pantauan saya yang performa-nya paling bagus. Fadhli sudah menerbitkan 18 artikel akademik serta mengikuti kolokium sebanyak 14 kali.[27] Fadhli juga aktif menjadi kontributor di SurauParabek.or.id dan sempat beberapa kali menulis di GeoTimes.co.id.[28][29] Berdasarkan perhitungan Google Scholar, h-index dari 11 artikel Fadhli ialah 1, dengan catatan Epistemologi Intuitif dalam Resepsi Estetis HB Jassin terhadap Al-Qur’an dikutip sebanyak 4 kali.[30]

Ilmy sendiri sejak 2018 menunjukkan tanda-tanda mulai dapat mengikuti derap ketekunan Fadhli. Sebanyak 2 artikel akademik diterbitkan Ilmy, yang berasal dari keterlibatan di kolokium.[31][32] Walau 1 artikel hanya alihbahasa dari skripsinya, tak jadi soal.[33] Saya juga memecah Skripsi menjadi beberapa artikel akademik serta menjadi bahan ikutserta di kolokium kok.[34][35][36][37] Woles saja. 

Walau sudah mulai menerbitkan artikel ‘ilmiyyah sejak umur 15 tahun 142 hari, buat saya sendiri Ilmy lebih kuat sisi entrepreneurship.[38] Sisi entrepreneurship seperti ditunjukkan dengan kemampuannya membawa BSO Santri menjadi sejenis lembaga yang turut bermain di pasar serta pengajuannya yang disetujui untuk memperoleh bantuan pemerintah wirausaha pemula, jasa percetakan dan penerbitan buku di Kabupaten Pasuruan.[25][26][39]

Belum lagi untuk artikel populer, ada Ghina Rahmatika yang pindah dari medium, ke wordpress, lalu ke situs pribadi.[40][41][42] Gitu kok setia, hihhhh. Ghina Rahmatika mungkin pantauan saya yang performa-nya paling cemerlang. Kebetulan saya suka gaya tuturnya yang tiru-able. Arini Falahiyah juga semangat lho, selama dirinya tidak banyak diatur secara teknis. Arini dibiarkan saja main sesukanya, nanti kalau pegel juga diem sendiri kok, kayak saya, tapi enggak jodoh kayaknya.

Itu baru itungan kasar internal, belum menghitung eksternal di luar BSO Santri, yang masih masuk himpunan anak PBSB. Belum lagi hitungan eksternal di luar PBSB yakni santri di pesantren. Apalagi nama-nama yang saya sebutkan bukan tipikal penulis pasca bayar, atau orang yang menulis untuk dibayar. Sumber daya manusia yang menjanjikan, sakjannya.

Kepada beberapa teman di BSO Santri (yang sering bilang junior padahal saya lebih imut), harapan sejenis demikian kerap disampaikan. Harapan agar mau menanggapi secara tertulis terhadap masalah terkait islam dan ummat muslim. 

Sebenarnya saya tak fanatik hanya terhadap karya tulis saja. Namun, saya punya kelemahan visual yang membuat saya tak dapat bermain di arena gambar. Makanya saya selalu meminta bantuan kepada Vivid Rohmaniyah ketika menghadapi kendala visual. Vivid dan saya juga sedang berupaya untuk membuat format terbitan PDF yang agak update, biar beda antara PDF dan print-printan.

Secara umum, saya berharap agar teman-teman di BSO Santri (yang sering bilang junior padahal saya lebih imut) supaya, “Tekun mengulik detil dan paham pengetahuan secara objektif agar bisa menampilkan hasil yang layak dan berkualitas.” 

Seperti disampaikan oleh Clara Ng pada 5 Januari 2018 silam. Siapakah Clara Ng? Kalau ingin tahu, silakan periksa artikel saya Clara Ng, Bercerita Cerita Clara atau versi Inggris Clara Ng: A Brief Journey of A Remarkable Female for Our Time dan Prancis Clara Ng: Un Bref Voyage d'Une Femme Remarquable pour Notre Temps.[43][44][45][46]

Sampai di sini sudah arogan belum? Kalau belum, nanti ditambah lagi.

Λlobatniɔ, penggemar berat Surotul Ilmiyah.

K.Jm.Lg.200840.250419.23:48

Referensi

[1] Setiawan, Adib Rifqi. (2019, 25 April). Iklan Sasha Pasta Gigi Siwak - Waktunya Berhijrah. YouTube.com/AdibRS.

[2] Kahar, Novriantoni. (2011, 19 Oktober). Al-Jabiri dan Ilmu-Ilmu Rasional. IslamLib.com.

[3] Setiawan, Adib Rifqi. (2018, 4 Agustus). Debut Mengajar Biologi. Alobatnic.blogspot.com.

[4] Setiawan, Adib Rifqi. (2018, 31 Desember). Debut Mengajar Biologi. Alobatnic.blogspot.com. DOI: https://doi.org/10.31227/osf.io/jey4k

[5] Setiawan, Adib Rifqi. (2018, 23 Maret). Penggunaan Naḍom Mabādī ‘Asyroh dalam Pembelajaran Biologi untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar. Disampaikan dalam kolokium Seminar Nasional Biologi “Inovasi Penelitian dan Pendidikan Biologi III (IP2B III) 2019” di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

[6] Caspar, Max. (2012, 10 Oktober). Kepler, hlm. 86-9. Courier Corporation.

[7] Tampilan Fikihku.id pada 26 April 2019 pukul 00:24 GMT+7

[8] Setiawan, Adib Rifqi. (2018, 04 Oktober). Peran Biologi dalam Mendukung Pelaksanaan Jihād. Qureta.com.

[9] Setiawan, Adib Rifqi. (2018, 25 September). Peran Biologi dalam Mendukung Pelaksanaan Jihād. Alobatnic.blogspot.com.

[10] Sitorus, Wilson. (2019, 25 April). Twitter’s Status. twitter.com/wilsonsitorus.

[11] Anshori, Aan. (2018, 20 Februari).  Jejak 'Queer' dalam Alquran dan Hadis. Magdalene.co.

[12] Magdalene. (2019, 24 April). Twitter’s Status. twitter.com/the_magdalene.

[13] Fitria, Roza Lailatul. (2018, 19 November). BLACKPINK - ‘뚜두뚜두 (DDU-DU DDU-DU - OZA KIOZA (REGGAEDUT VERSION). YouTube.com/OchaFitria.

[14] Fitria, Roza Lailatul. (2019, 7 Januari). OZA KIOZA - SOLO/JENNIE ( Dangdut Version ). YouTube.com/OchaFitria.

[15] Setiawan, Adib Rifqi. (2019, 5 Januari). We Broke Up, We Rising Up. Alobatnic.blogspot.com.

[16] Zein, Laila Fariha, dan Setiawan, Adib Rifqi. (2019, 9 April). Kecantikan Perempuan dalam As If It’s Your Last karya BLACKPINK. INA-Rxiv. DOI: https://doi.org/10.31227/osf.io/pfrz6

[17] Zein, Laila Fariha, dan Setiawan, Adib Rifqi. (2019, 9 April). Women's Beauty in As If It's Your Last by BLACKPINK. Frenxiv. DOI: https://doi.org/10.31226/osf.io/57n8t

[18] Profil Majalah SANTRI di Issuu.com

[19] Tampilan MediaSantri.id pada 26 April 2019 pukul 00:24 GMT+7

[20] Andra And The Backbone. (2008, 1 Januari). Mimpi Yang Terbunuh. Dalam album studio Season 2. GP Records.

[21] Setiawan, Adib Rifqi. (2019, 10 April). Eny Rochmawati Octaviani. Majalah SANTRI, hlm. 15-8. DOI: https://doi.org/10.31227/osf.io/t296z

[22] Setiawan, Adib Rifqi. (2019, 10 April). Busana. Majalah SANTRI, hlm. 26-7. DOI: https://doi.org/10.31227/osf.io/mzca9

[23] Setiawan, Adib Rifqi. (2019, 10 April). Rosa Amalia Iqony. Majalah SANTRI, hlm. 46. DOI: https://doi.org/10.31227/osf.io/rymxt

[24] Setiawan, Adib Rifqi. (2019, 1 April). Ternyata Majalah SANTRI Masih Terbit!. Alobatnic.blogspot.com.

[25] Setiawan, Adib Rifqi. (2017, 10 Desember). Godly Nationalism: Tribute to Santri Scholar Press. AdibRS.blogspot.com.

[26] Setiawan, Adib Rifqi. (2019, 11 April). Godly Nationalism: Tribute to Santri Scholar Press. Open Science Framework. DOI: https://doi.org/10.31219/osf.io/dfxga

[27] Curriculum Vitae Fadhli Lukman di uni-freiburg.academia.edu/FadhliLukman

[28] Daftar Penulis SurauParabek.or.id: Fadhli Lukman

[29] Beranda Penulis: Fadhli Lukman di GeoTimes.co.id

[30] Fadhli Lukman - Pengutipan Google Scholar

[31] Ilmiyah, Surotul, dkk. (2018). Social Marketing Strategy of Voluntary Counselling and Testing (VCT) HIV-AIDS in Indonesia. KnE Life Sciences, 4(4), hlm. 268-280.

[32] Ilmiyah, Surotul, dkk. (2019). Village Funding Allocation for Improving the Use of Long-Acting and Permanent Methods of Contraception (LAPM) in West Nusa Tenggara Province. KnE Life Sciences, 4(10), 402-410.

[33] Ilmiyah, Surotul. (2015, 28 Januari). Gambaran Perencanaan Pemasaran Sosial Program Voluntary Counselling And Testing (VCT) HIV-AIDS di Puskesmas Ciputat Tahun 2014. Skripsi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

[34] etiawan, Adib Rifqi. (2016, 17 Desember). Mengonstruksi Rancangan Soal Domain Kompetensi Literasi Saintifik Siswa SMP Kelas VIII pada Topik Gerak Lurus. Disampaikan dalam Seminar Nasional Fisika (SiNaFi) II 2016 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). DOI: https://doi.org/10.31227/osf.io/g8ex2

[35] Setiawan, Adib Rifqi (2017, 24 Februari) Penerapan Pendekatan Saintifik untuk Melatihkan Literasi Saintifik dalam Domain Kompetensi pada Topik Gerak Lurus di Sekolah Menengah Pertama. Skripsi Universitas Pendidikan Indonesia.

[36] Setiawan, Adib Rifqi. (2017, 25 September). Mengonstruksi Rancangan Soal Domain Kompetensi Literasi Saintifik Siswa SMP Kelas VIII pada Topik Gerak Lurus. Wahana Pendidikan Fisika, hlm. 44-8.

[37] Setiawan, Adib Rifqi (2018, 24 November) Penerapan Pendekatan Saintifik untuk Melatih Literasi Saintifik pada Topik Gerak. Disampaikan dalam Seminar Nasional Fisika (SiNaFi) IV 2018 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). DOI: https://doi.org/10.31227/osf.io/7htuj

[38] Ilmiyah, Surotul. (2008, 19 November). Optimalisasi Penanggulangan Permasalahan Sampah di Kabupaten Pasuruan Melalui Sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle). SMA Al Yasini.

[39] Data Pendaftar Bantuan Pemerintah Wirausaha Pemula, Jasa Percetakan dan Penerbitan Buku, KAB PASURUAN nomor urut 16892

[40] Ghina Rahmatika | Neena – Medium

[41] Ghina (neenaghina) di WordPress.com

[42] Situs Ghina’s Journal

[43] Setiawan, Adib Rifqi. (2018, 15 Januari). Clara Ng: an author for our time. Alobatnic.blogspot.com.

[44] Setiawan, Adib Rifqi. (2019, 24 April). Bercerita Cerita Clara. Open Science Framework. DOI: https://doi.org/10.31219/osf.io/4jhkt

[45] Setiawan, Adib Rifqi. (2019, 24 April). Clara Ng: A Brief Journey of A Remarkable Female for Our Time. LIS Scholarship Archive. DOI: https://doi.org/10.31229/osf.io/ktrhm

[46] Setiawan, Adib Rifqi. (2019, 24 April). Clara Ng: Un Bref Voyage d'Une Femme Remarquable pour Notre Temps. Open Science Framework. DOI: https://doi.org/10.31219/osf.io/tn93q