Pada zaman yang serba teknologi ini atau lebih dikenal dengan sebutan modern, kita kurang mengerti akan pentingnya merawat alam dan bagaimana cara merawat alam. Berbicara tentang alam tentunya lebih dominan dan terfokus kearah hutan dan pegunungan.

Sebenarnya kata alam itu memiliki makna yang luas, di dalamnya menyangkut tentang semua hal, baik yang bergerak maupun tidak bergerak seperti hewan, pepohonan dan juga hal-hal lainnya yang ada di dunia ini.

Sebagian dari kita mungkin mengetahui bahwa hidup kita tergantung kepada alam dan setiap kebutuhan dalam kehidupan kita semua berasal dari alam seperti bahan pokok pembuatan rumah serta perabotan yang ada di rumah kita terbuat dari kayu yang berasal dari pepohonan yang ada di hutan dan pegunungan.

Pada umumnya, kita menganggap bahwa kayu yang berasal dari hutan dan pegunungan itu hanya sebatas bahan pokok untuk pembuatan rumah, perabotan dan kebutuhan lainnya. Sebenarnya ada barang-barang yang memiliki bentuk lain yang terbuat dari kayu yang sering  kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Tentunya sebagian dari kita bertanya-tanya “apakah barang-barang itu? bagaimana bentuknya? Apa fungsinya?”. Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, pastinya setiap orang memiliki jawaban yang berbeda-beda. Menurut pendapat saya, barang-barang yang memiliki bentuk lain yang terbuat dari bahan pokok kayu yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah kertas.

Kertas merupakan bahan tipis yang dihasilkan dari proses pengepresan serat kayu dan memiliki fungsi pokok sebagai alat atau media tempat menulis atau menggambar. Seiring dengan perkembangan zaman kertas berubah bentuk berdasarkkan fungsi dokumentasi seperti buku bacaan, majalah, buku tulis dan lainnya.

Meskipun kertas berbahan pokok serat kayu, tidak semua kayu dapat digunakan sebagai bahan untuk pembuatan kertas. Hanya kayu dengan jenis dan tekstur tertentu saja yang menjadi bahan dalam pembuatan kertas. Apa saja jenis dan tekstur kayu yang bisa digunakan untuk bahan pembuatan kertas?, pertanyaan ini pasti terlintas di benak kita semua.

Berdasarkan dari beberapa sumber yang saya baca bahwa ada jenis dan tekstur kayu tertentu untuk bahan pembuatan kertas, disini  tertulis jelas bahwa ada pembagian jenis kayu yang digunakan, pada umumnya terbagi menjadi dua yaitu kayu lunak dan kayu keras. Kayu lunak adalah kayu dari jenis tumbuhan konifer, contohnya seperti pohon pinus.

Sedangkan kayu keras adalah kayu dari tumbuhan yang daunnya selalu gugur setiap tahunnya, contohnya pohon jati. Dalam hal ini, mungkin kita masih belum mengerti apa fungsi dari pembagian jenis kayu untuk pembuatan kertas. Dari sumber yang sama dijelaskan lebih lanjut tentang fungsi dan kandungan dalam jenis kayu untuk pembuatan kertas. Kayu lunak memiliki kekerasan dan panjang lebih besar untuk bahan pembuatan kertas.

Sedangkan kayu keras lebih kompak dan halus sehingga menghasilkan permukaan kertas yang halus juga. Selain itu, kayu keras juga lebih mudah diputihkan karena memiliki kandungan lignin lebih sedikit dibandingkan dengan kayu lunak, sehingga warna kertas yang dihasilkan lebih terang. Kertas biasanya tersusun dari campuran kayu lunak dan kayu keras agar menjadi bahan pembuat kertas yang baik.

Jenis kayu pembuat kertas yang biasa digunaka mengandung berberapa komponen seperti selulosa (komponennya kuat dan panjang), hemiselulosa (komponen mudah larut dalam air), lignin ( komponen perekat serat selulosa menjadi kaku) dan ekstraktif (hormone tumbuhan, resin, asam lemak dan unsure lainnya).

Jika kita lihat dari sejarahnya, kertas pertama kali dikembangkan oleh bangsa Cina. Tsai Lun menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seantero Cina pada tahun 1012 Masehi. Penggunaan kertas meluas diseluruh Cina, dalam beberapa abad Cina sudah sanggup mengekspor kertas ke negara-negara Asia.

Ditahun 751, beberapa tenaga ahli pembuat kertas tertawan oleh orang-orang Arab sehingga dalam tempo singkat kertas juga sudah di produksi di Baghdad dan Samarkand. Teknik pembuatan kertas ini mulai menyebar ke seluruh Arab dan baru Abad ke-12 orang-orang eropa mempelajari teknik ini. Sesudah itulah pemakaia kertas mulai berkembang luas dan setelah Gutenberg menemukan mesin cetak kertas modern,kertas mulai menggantikan kulit kambing sebagai sarana tulis menulis di Barat. Dan penemuan Gutenberg merupakan salah satu faktor penting dalam memicu revolusioner di masa modern ini.

Dengan adanya penemuan kertas ini, telah merubah kebiasaan orang-orang dalam mendokumentasikan tulisannya yang telah terbiasa menulis lewat media kain, batu, tulang, kulit binatang serta daun. Di Indonesia sendiri dahulunya biasa mendokumentasikan tulisannya lewat daun lontar. Kertas tidak hanya dijadikan media tulis saja, kertas juga bisa dijadikan dalam bentuk dan fungsi lain seperti kertas tisu yang memiliki fungsi untuk membersihkan dan ada juga kertas yang digunakan sebagai objek seni seperti origami.

Setelah kita mengetahui pengertian, bahan pembuatan kertas, fungsi kertas dan sejarahnya, timbullah pertanyaan dari uraian diatas, “apa hubungan melindungi alam dengan kertas?”. Sebenarnya kedua hal tersebut memiliki hubungan yang erat. Sebagaimana yang kita tau bahwa kertas merupakan bahan tipis yang dihasilkan dari proses pengepresan serat kayu dan kayu yang digunakan tersebut berasal dari pohon di hutan.

Jadi, dapat kita buat kesimpulan adalah ketika kita menggunakan kertas dengan sebaik-baiknya maka akan mengurangi penebangan pohon yang ada dihutan, karena kita juga membutuhkan pohon untuk mendapatkan oksigen, menahan polusi dan menjaga bumi dari global warming. Kata sebaik-baiknya disini menurut pandangan saya yaitu menggunakan kertas sesuai dengan kebutuhan, menggunakan kertas yang masih bisa di pakai dan mengolah kembali limbah kertas untuk menjadi bentuk lain atau menjadi kertas lagi, meskipun hasilnya tidak sesempurna kertas yang dibuat pabrik. Langkah ini merupakan hal yang paling optimal dalam hal merawat hutan menggunakan kertas.

Adapun langkah-langkah pengolahan limbah kertas, yang pertama kita lakukan adalah kumpulkan semua kertas bekas yang kita miliki, kemudian sobek kertas bekas yang telah dikumpulkan menjadi beberapa bagian kecil, lalu siapkan wadah untuk perendaman kertas yang telah di sobek, setelah kertas yang direndam tersebut lunak, haluskan dengan blender hingga menjadi bubur kertas.

Langkah kedua siapkan kasa (kawat halus yang dianyam) untuk alat penyaring bubur kertas yang telah di blender, siapkan wadah untuk tempat penyarigan dan sebagai tempat cetakan. Selanjutnya saring bubur kertas tersebut, setelah itu letakkan kasa di atas handuk atau sprai untuk mengeringkan. Langkah terakhir pengepresan yang berguna untuk menghilangkan kelebihan kadar air, lalu angkat kasa agar terlepas dari kertas, dan biarkan kertas diatas handuk atau sprai.

Setelah semua langkah telah dilakukan sampai pada tahan yang terakhir yaitu tahap pengujian kualitas kertas dengan menuliskan sesuatu menggunakan pensil atau bolpoin.

Dari beberapa uraian di atas, marilah kita bersama-sama menyadari sejak dini bagaimana menggunakan sumber daya alam yang ada dengan sebaik-baiknya, sehingga terjaga kelestarian dan keberlangsungan ekosistem hingga anak cucu kita nantinya. Pepatah orang zaman dahulu mengatakan bahwa setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya.