1. Agus Harimurti Yodhoyono (AHY)

Agus Harimurti Yudhoyono atau biasa disapa AHY merupakan anak sulung dari Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono sekaligus pendiri Partai Demokrat. Agus lahir di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 10 Agustus 1978.

Agus menempuh pendidikan dasar di Bandung tahun 1984, di Timor Timur selama 2,5, dan Jakarta, serta melanjutkan di Amerika Serikat pada tahun 1990 sewaktu mengikuti penugasan ayahnya sebagai siswa Seko AD di Fort Leavenworth. Di Amerika Serikat, Agus pernah mendapatkan penghargaan dari sekolahnya dalam bidang akademik. 

Selepas lulus dari SMP Negeri 20 Jakarta, Agus masuk SMA Taruna Nusantara Magelang pada tahun 1994 dan lulus dengan predikat terbaik pada tahun 1997 dan meraih medali Garuda Trisakti Tarunatama Emas. Ia masuk Akademi Militer Magelang.

Ia meraih penghargaan Tri Sakti Wiratama—pada tingkat I dan II membuat Agus terpilih menjadi Komandan Resimen Korps Taruna Akademi Militerpada tahun 1999. Agus lulus AKMIL dengan predikat terbaik dan meraih penghargaan pedang Tri Sakti Wiratama dan Adhi Makayasa pada Desember 2000. 

Setelah itu, dia mengikuti Sekolah Dasar Kecabangan Infanteri dan lulus terbaik Kursus Combat Intel pada tahun 2001. Agus bergabung dengan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Pada tahun 2002, dia menjadi Komandan Peleton di Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/Tengkorak, jajaran Brigif Linud 17 Kostrad yang berpartisipasi dalam Operasi Pemulihan Keamanan di Aceh. (Wikipedia)

Nama Agus mulai dikenal oleh masyarakat saat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017. Ia memustukan untuk mengundurkan dari TNI Angkatan Darat dan bergabung bersama Partai Demokrat milik ayahnya. 

Setelah resmi mendaftarkan diri menjadi calon Gubernur DKI Jakarta, Agus langsung turun ke masyarakat untuk sekadar menyapa warga Jakarta. Kehadiran Agus di tengah-tengah warga Jakarta disambut baik oleh mereka. 

Pada Pilpres 2019, Demokrat memutuskan untuk berkoalisi dengan kubu Prabowo-Sandi. Awalnya Demokrat sempat ada keinginan bergabung dengan koalisi Jokowi, namun karena satu dan lain hal yang membuat enggan untuk bergabung. 

Komunikasi antara SBY dan Jokowi sangatlah baik, namun tampaknya hubungan masa lalu Megawati dengan SBY belum cair. Itulah mengapa Demokrat sangat berat untuk masuk ke dalam lingkaran koalisi Jokowi di mana ada PDIP sebagai partai pengusung utama.

Setelah Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif selesai pada tanggal 17 April 2019, Jokowi-Ma'ruf unggul atas lawannya Prabowo-Sandi berdasarkan hasil hitung cepat lembaga survei. Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan resmi mengumumkan hasil Pemilihan Presiden pada tanggal 21 Mei 2019 dan menyatakan bahwa Jokowi-Ma'ruf sebagai Presiden-Wakil Presiden terpilih.

Sinyal merapatnya Demokrat ke pemerintahan terlihat dari sejumlah pernyataan kadernya di berbagai media. Demokrat disebut-sebut akan bergabung dengan pemerintahan Jokowi mendatang. 

AHY dianggap cocok sebagai salah satu menteri Jokowi dalam menjalankan roda pemerintahan lima tahun mendatang. Selain masih muda, AHY bisa mewakili generasi milenial bersama dengan kaum milenial yang lainnya. Semua keputusan ada di tangan Jokowi karena dalam menentukan dan menyusun kabinet adalah hak sepenuhnya presiden. 

2. Grace Natalie

Grace Natalie Louisa merupakan wanita kelahiran Jakarta pada 4 Juli 1982. Ia mulai merintis kariernya setelah selesai kuliah dan bergabung menjadi jurnalis televisi. 

Tahun pertamanya menjadi jurnalis, banyak peristiwa yang ia liput di masyarakat, seperti peristiwa politik, kriminal ekonomi, dan lain-lain. Ia pertama kali bergabung dengan SCTV lalu berpindah ke ANTV, dan terakhir bergabung dengan TVone. 

Pada Juni 2012, Grace resmi meninggalkan dunia jurnalistik dan memutuskan untuk bergabung dengan lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) sekaligus menjadi CEO. Dua tahun setelah itu, ia banting setir dan masuk ke dunia politik. 

Grace kemudian dipilih menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia dan didampingi oleh Raja Juli Antoni sebagai Sekretaris Jenderal. Partai yang diketuai Grace tersebut hampir seluruhnya beranggotakan anak muda dari seluruh penjuru tanah air. 

PSI sukses masuk menjadi salah satu peserta pemilu 2019 lewat kerja keras dari semua kader. PSI juga tergabung dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf dan selalu menjadi terdepan dalam mengampanyekan Jokowi, khsususnya pada kalangan milenial.

Nama Grace Natalie makin ramai diperbincangkan di kalangan publik melalui media cetak maupun elektronik. Ia digadang-gadang sebagai calon menteri Jokowi pada lima tahun mendatang. 

Selain masih muda, Grace memiliki sosok yang sangat cerdas dan kritis. Ia bisa menjadi wakil dari Generasi millenial dan juga mewakili perempuan muda sekaligus dari partai yang ia pimpin. 

Namun, kembali lagi kepada Jokowi, apakah akan melibatkannya dalam kabinet ataukah sebagai juru bicara Istana. Segala keputusan ada pada presiden. 

3. Angela Herliani Tanoesoedibjo

Nama Angela Tanoesoedibjo juga muncul di berbagai media sebagai salah satu tokoh muda yang akan menjadi menteri Jokowi. 

Wanita berusia 32 tahun tersebut merupakan putri sulung dari Ketua Umum Partai Perindo yang juga merupakan CEO dari MNC Group. Ia juga menjabat sebagai wakil Sekjen DPP Perindo. Selain di dunai politik, Angela menjabat sebagai Komisaris di MNC Group milik ayahnya. 

Angela sempat bertandang ke istana bertemu dengan Presiden Jokowi. Menurut penuturan Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq, pertemuan tersebut merupakan sinyal yang kuat untuk meminang Angela sebagai salah menteri di kabinet. 

Angela diyakini sebagai wakil dari Partai Perindo untuk membantu Jokowi dalam lima tahun pemerintahan yang akan datang. 

4. Nadiem Makarim

Nadiem Anwar Makarim lahir di Singapura, 4 Juli 1984. Ia merupakan seorang pengusaha muda Indonesia. Ia adalah pendiri sekaligus CEO dari Go-Jek yang bergerak di bidang transportasi.  

Pada tahun 2006, Nadiem memulai kariernya sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company. Setelah memperoleh gelar MBA, ia terjun sebagai pengusaha dengan mendirikan Zalora Indonesia. 

Di perusahaan tersebut, ia juga menjabat sebagai Managing Editor. Setelah keluar dari Zalora, ia kemudian menjabat sebagai Chief Innovation Officer (CIO) Kartuku, sebelum akhirnya fokus mengembangkan Go-Jek yang telah ia rintis sejak tahun 2011. 

Saat ini, Go-Jek merupakan perusahaan rintisan terbesar di Indonesia. Pada Agustus 2016, perusahaan ini memperoleh pendanaan sebesar USD550 juta atau sekitar Rp7,2 triliun dari konsorsium yang terdiri dari KKR, Sequoia Capital, Capital Group, Rakuten Ventures, NSI Ventures, Northstar Group, DST Global, Farallon Capital Management, Warburg Pincus, dan Formation Group. (Wikipedia)

Namanya sering muncul di berbagai kalangan yang diprediksi akan menjadi salah satu menteri Jokowi. Kesuksesan Nadiem pada usia yang masih muda di dunia usaha dinilai sangat cocok untuk membantu Jokowi dalam mengembangkan dan memajukan bangsa Indonesia.

5. Tsamara Amany Alatas

Selain Grace Natalie, sosok Tsamara juga masuk dalam bursa calon menteri Jokowi yang ramai diperbincangkan di media sosial. Ia merupakan Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia. 

Wanita kelahiran Jakarta 24 Juni 1996 tersebut dianggap sebagai salah satu pengurus partai yang paling muda di Indonesia. Tsamara adalah lulusan S-1 Ilmu Komunikasi di Universitas Paramadina.

Pernah menjadi saksi dalam uji materi syarat calon independen dan turut mengajukan revisi UU Pilkada berkaitan dengan calon independen. Pada Januari-April 2016 menjadi staf magang Gubernur DKI, ditugaskan dalam tim untuk membantu Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), simplifikasi perizinan memulai usaha, dan meningkatkan peringkat izin memulai usaha dari 167 (2015) menjadi 151 (2016) dalam survei Bank Dunia. 

Bersama dua temannya, Gaby dan Nita, Tsamara mendirikan organisasi Perempuan Politik.

Sejumlah media memberitakan sosok politikus muda yang beringas ini. Ia sering diundang di berbagai televisi untuk mengisi acara yang berkaitan dengan situasi politik Indonesia. 

Sering kali lawan politiknya dibuat kepanasan atas setiap gagasan dan argumentasi yang dikeluarkan saat berdebat di depan layar televisi. Namanya sering muncul di media sebagai calon menteri termuda Jokowi yang berumur 23 tahun tersebut. 

Presiden Jokowi sempat menyinggung di media bahwa akan ada menteri dari kalangan anak muda yang berusia 20 sampai 35 tahun untuk mengisi jabatan di kabinet lima tahun ke depan. Sejumlah media memprediksi bahwa anak muda yang berusia 20-an merupakan sosok Tsamara, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia. Ia dianggap akan menjadi menteri termuda jika Jokowi memilih dia masuk ke dalam kabinet. 

Siapa pun yang dipilih menjadi menteri pada lima tahun ke depan, setidaknya ada generasi milenial yang dapat mewakili seluruh milenial di Tanah Air. Generasi milenial akan menjadi sumber alternatif dalam membantu memajukan bangsa dan negara. Milenial tidak bisa dianggap sebelah mata, tetapi harus dilibatkan dalam pembangunan bangsa dari berbagai aspek. 

Negara akan sedikit maju dan bangkit jikalau golongan muda dilibatkan. Karena sejatinya, golongan muda merupakan ujung tombak peradaban dan kemajuan bangsa.