Musim 2015/2016 dapat dikatakan menjadi musim tersulit bagi tim London Biru. Bagaimana tidak, anak asuh Guus Hiddink ditekuk 2:0 oleh Everton di ajang piala FA minggu dini hari lalu, setelah tiga hari sebelumnya juga menelan kekalahan dari tim League One Paris Saint Germain di babak 16 besar Liga Champions.

Tentu saja hal ini membuat peluang anak asuh Guus Hiddink untuk merengkuh gelar di musim ini sudah tertutup rapat, dan praktis tanpa gelar. Di ajang Premier League, Chelsea hanya berharap dan menunggu keajaiban untuk mampu finish di peringkat empat besar musim ini, agar bisa bermain di Liga Champions musim depan.

Bila melihat performa The Blues di awal musim ini, memang sepertinya kita dapat menebak bahwa Chelsea sangat sulit untuk mempertahankan tropi Premier League. Hal ini terlihat pada pekan-pekan awal pertandingan Premier League, bagaimana anak asuh Guus Hiddink tidak begitu akrab dengan kemenangan.

Tidak konsistennya para pemain The Blues disinyalir sebagai salah satu penyebab The Blues gagal total dalam meraih teropi gelar musim ini. Selain itu, didepaknya Jose Mourinho dari kursi manager pada pertengahan musim juga semakin membuat The Blues sulit dan tidak mampu berbuat banyak.

Dalam sepuluh musim terakhir, tahun 2015/2016 dapat dikatakan menjadi musim terburuk The Blues dalam mengikuti semua ajang dan kompetisi yang ada. Kekalahan demi kekalahan seakan sangat bersahabat dengan tim yang bermarkas di Stamford Bridge ini.

Di awal musim, Chelsea sempat medatangkan beberapa pemain hebat seperti Pedro dari Barcelona, Radamel Falcao dari AS Monaco dan Asmir Begovic dari Stoke City. Namun ketiga pemain tersebut tidak mampu membantu Chelsea dalam mempertahankan gelar Premier League musim ini.

Gianfranko Zola, mantan pemain depan The Blues tahun 1996-2003, mengatakan bahwa terpuruknya The Blues di musim ini karena penampilan yang mengecewakan dari Eden Hazard dan Diego Costa. Kedua pemain depan The Blues tersebut tidak mampu mempertahankan permainan terbaiknya seperti musim lalu, sehingga Chelsea sangat kesulitan dalam bermain di musim ini.

Selain itu Zola juga mengatakan bahwa permainan lini belakang The Blues juga jauh menurun dibanding musim lalu sehingga membuat para pemain kehilangan kepercayaan diri sebagai Tim dan ini ikut menjadi faktor buruknya hasil yang dipetik anak Asuh Guus Hiddink musim ini.

Kini anak asuh Guus Hiddink hanya mampu berharap dapat bermain lebih baik lagi hingga akhir musim ini, demi mengejar target bermain di Liga Champions atau liga malam Jumat di musim depan. Hingga pekan ke-29, Chlesea masih tertinggal 20 poin dari pemuncak klasemen sementara Leicester City.

Sebagai Fans Chelsea sejak tahun 2000, saya sangat kecewa dengan permainan Chelsea di musim ini. Di semua ajang, Chelsea bermain seperti tanpa ruh dan pola yang jelas. Selain itu, beban sebagai juara bertahan Premier League sepertinya menjadikan anak asuh Guus Hiddink tertekan.

Belum lagi dipecatnya kepala tim kesehatan The Blues, si cantik Eva Carneiro, akibat bersitegang dengan Jose Mourinho yang semakin mempersulit dan memperkeruh kondisi tim.

Bila tidak ada perubahan yang lebih baik di musim depan, maka bisa saja Tim London biru ini akan semakin sulit dan jauh dari juara Liga Inggris musim depan, mengingat bahwa saat ini tim-tim di Liga Inggris hampir memiliki kekuatan yang sama dan merata.

Musim depan kabarnya The Blues akan mengontrak Antonio Conte sebagai manager baru menggantikan Guus Hiddink. Conte sendiri saat ini masih menangani Tim Azzuri Italia dan baru akan berakhir kontraknya setelah Piala Eropa 2016 di Prancis.

Para pencinta The Blues di seluruh dunia tinggal menunggu kiprah pelatih Tim Italia tersebut, yang juga sempat membawa Juventus juara Serie A, untuk berkiprah di Premier League musim depan bersama Chelsea. Mudah-mudahan Conte mampu membawa The Blues kembali ke jalur juara seperti yang diinginkan para fans The Blues di manapun.