"...maka di alam barzah, setiap ruh manusia masih diberi kesempatan untuk mendapat ampunan, melalui doa permohonan dari orang-orang yang memuliakan mereka. Antara lain, doa anak-anak yang saleh."

Inspirasi Berilmu Pengetahuan

Al Quran banyak berkisah tentang orang-orang terdahulu, yang berorientasi pada masa depan, mencapai alam akhirat. Bertutur tentang para Nabi dengan setiap kisah-kisah yang bermakna sebagai teladan.

Kisah Nabi Adam dan Hawa yang terusir dari surga menuju ke bumi, karena mengikuti hasutan iblis, mengingkari larangan menyentuh buah kuldi.

Kisah Nabi Ibrahim yang selalu mengingatkan sang Ayahanda, agar tak menyembah berhala.

Kisah Nabi Nuh yang menyelamatkan kaum beriman dari banjir bandang.

Kisah Nabi Saleh yang mengingatkan kaum Tsamud agar tak menyembelih seekor unta betina. Namun pesan sang Nabi telah diingkari, sehingga kaum Tsamud binasa oleh suara guntur pada hari keempat.

Kisah Nabi Syuaib yang mengingatkan kaum Madyan.

Kisah Nabi Lut yang selamat dari kebinasaan kaum Sodom yang memiliki perilaku menyimpang. 

Kisah Nabi Hud yang mengingatkan kaum Ad. Tak mengacuhkan peringatan sang Nabi, lalu kaum ini binasa karena gelegar guntur dan gempa bumi.

Kisah Nabi Yusuf mendapat perlakuan zalim dari saudara-saudara kandungnya, pernah digoda oleh seorang wanita yang istri petinggi Mesir dan berakhir bertemu dengan sang ayah, yakni Nabi Yakub.

Kisah Nabi Sulaiman yang periang, bisa berbicara dengan aneka fauna.

Kisah Nabi Musa, sosok Nabi yang paling sering dikisahkan dalam Al Quran, tentang perjalanannya menyelamatkan kaum bani Israil dari kezaliman Firaun dan pengkhianatan Samiri melalui hasil prakaryanya, sebuah patung anak sapi.

Kisah Nabi Muhammad yang melakukan Hijrah dari Mekkah menuju ke Madinah untuk berdakwah dan menjalankan syiar, bersikap tak tergesa-gesa melafalkan Kalam-Nya, sebelum malaikat Jibril selesai menyampaikan setiap Kalam Ilahiah yang menjadi Wahyu-Nya.

Tak hanya berkisah tentang orang-orang terdahulu yang berperilaku mulia menebar keteladanan, Al Quran juga memberi gambaran tentang kebahagiaan penghuni surga dan kesengsaraan penghuni neraka. Termasuk, memberi gambaran kondisi surga yang menenteramkan, sementara neraka jahanam yang mengerikan.

Juga, dalam Al Quran memberi peringatan tentang janji iblis yang hingga akhir jaman bakal selalu menggoda akal dan perilaku manusia untuk bersekutu melawan Kalam Ilahiah. Kecuali manusia yang selalu bertakwa, serta mengikuti teladan para Nabi dan Rasul.

Banyak hal yang menjadi pertanyaan, semua tertera sebagai jawaban dalam Al Quran, yang hanya mampu dimaknai oleh manusia yang berakal, berilmu dan beriman.

Semua yang tercipta dalam alam semesta yang luas, hanyalah sebagian dari ilmu-Nya. Merinci ilmu yang dimiliki-Nya, tak bakal pernah cukup. Bahkan jika ditulis menggunakan tinta seluas samudera.

Dalam Al Quran terdapat keseimbangan. Mengajak setiap pembacanya untuk menumbuhkan sikap berilmu, sekaligus beriman.

Mulai dari pengenalan sebagai kumpulan Kalam-Kalam Ilahiah, perumpamaan-perumpamaan yang menuntun akal lebih menggali makna agar berpengetahuan, peringatan-peringatan keras terhadap perilaku merusak bumi yang bakal berbuah ganjaran berupa azab dunia maupun akhirat, serta pemastian akan keberadaan Dzat Yang Maha Pengasih, Penyantun, Bijak dan Penyayang.

Al Quran mengejawantahkan Asmaul Husna, sebutan-sebutan mulia dari satu Dzat Yang Maha Tinggi. Selalu membaca Al Quran, baik mengaji maupun mengkaji, maka ilmu bakal semakin bertambah, akal menjadi terang dan keimanan menjadi nyata.


Perhitungan-Nya Sangat Cepat

Terdapat Kalam Ilahiah tersurat dalam Quran Surah ke 70; Al-Ma'arij ayat 4;

"Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun" 

Perenungan atas ayat tersebut, bahwasanya malaikat yang tercipta dari cahaya, memiliki kecepatan tak kurang dari 18 juta kali kecepatan cahaya.

Kecepatan cahaya, yang bersumber dari sebuah bintang, adalah sebesar 299.792.458 meter/detik.

Begitu sangat cepat melesat cara terbang para malaikat yang memiliki sayap-sayap. Bahkan mata manusia yang tak sempat berkedip, dalam tempo sedetik mereka menempuh sekian quadrillion meter. 

Berkat anugerah berupa kemampuan melesat belasan juta kali kecepatan cahaya tersebut, maka black hole angkasa berdaya gravitasi terkuat sekalipun, tak bakal pernah mampu menghisap laju kinetik para malaikat.

Black hole melongo, malaikat berlalu.

Atas karunia yang diberikan kepada para malaikat dan Jibril sehingga mampu menempuh jarak berkadar 50 ribu tahun selama sehari, maka jarak yang ditempuh berkisar tak kurang dari 459 quintillion meter atau setidaknya berkisar 3 milyar kali jarak matahari dengan bumi.

Potret Satu Sisi Alam Semesta di Luar Angkasa

Alam semesta yang sangat luas beserta isinya, memang tercipta dengan sebaik-baiknya tujuan.

Oleh karenanya, atas peran sistem malaikat yang begitu cepat menyajikan segala catatan amal perbuatan manusia kepada-Nya, maka berperilaku mulia sesuai perintah-Nya tak usah ditunda-tunda. Dia Maha Teliti. Perhitungan-Nya sangatlah cepat.

Ilmu pengetahuan yang dipelajari dan dikembangkan oleh manusia, tak lain adalah bagian dari upaya manusia itu sendiri, guna melangkah di jalan lurus, agar tetap mengimani keberadaan-Nya.


Menuju Kemuliaan

Perlu untuk memaknai perbedaan antara Ritual dan Ibadah.

Ritual, yaitu aktivitas bertakwa dalam wujud menjalani tatanan niatan dan gerakan-gerakan fisik, beserta melengkapi aneka sarana pendukung.

Ibadah, yaitu aktivitas bertakwa dengan cara menebar kebaikan, memberi teladan dan manfaat, serta mengajarkan meniti jalan menuju kemuliaan.

Ibarat sebuah biduk adalah Ritual, maka kayuh adalah Ibadah.

Manusia yang sedang berada di dalam biduk di atas air beriak gelombang, lalu mengayuh biduk itu menuju ke tujuan akhir, dengan selamat dan meraih kebahagiaan.

Biduk dan Kayuh, kudu dalam kondisi prima, berimbang. Menjalankan Ritual dan Ibadah juga kudu dalam niatan tulus Ikhlas, agar tak keliru arah.

Jika kalau pun dalam perjalanan biduk tersebut kadang melenceng karena riak dan gelombang, maka tetaplah berupaya agar biduk tetap terkayuh lurus ke tujuan akhir yang diharapkan, menuju ke sisi seberang.

Mendapat karunia berupa tiupan ruh berisi catatan amalan yang mampu membuat biduk tetap terkayuh menuju kemuliaan di akhir tujuan, adalah idaman.


Ashabul Maimanah

Sebelum hari akhir kelak terjadi, maka semua ruh manusia yang telah berpulang, saat ini tengah menjalani 'karantina' di alam barzah, suatu alam yang berada di antara dunia fana dengan alam akhirat.

Sementara menunggu hingga kelak tiupan sangkala kedua pertanda hari kebangkitan tiba, maka di alam barzah, setiap ruh manusia masih diberi kesempatan untuk mendapat ampunan, melalui doa permohonan dari orang-orang yang memuliakan mereka. Antara lain, doa anak-anak yang saleh.

Mendoakan setiap orang-orang tercinta dan pernah memiliki arti, yang saat ini tengah menanti di alam barzah agar mendapat ampunan dan kemuliaan kelak di alam akhirat, adalah bagian dari beramal saleh.

Semoga kelak ketika hari kebangkitan telah tiba, saat pintu memohon ampunan dan tobat telah ditutup, maka kita diizinkan untuk bersua dengan orang-orang tercinta dan orang-orang terdahulu, yang menjadi teladan dalam berperilaku.

Bersama-sama ternilai memiliki hasil timbangan akhirat sebagai orang-orang golongan kanan, Ashabul Maimanah. Mendapat kemuliaan disisi-Nya, kekal abadi dalam Raudlatul Jannah-Nya.