Setiap orang memiliki pemahaman dan pemikiran berbeda-beda, setiap orang unik dan spesial sejak mereka dilahirkan. Semenjak kita keluar dari rahim ibu kita sejak itulah kita terkotak-kotakkan, oleh lingkungan, status sosial dan lain sebagainya. Pemikiran dan pemahaman terbentuk oleh banyak pengaruh berikut juga yang membuat diri mereka terkotakkan adalah salah satu pengaruh yang mempengaruhi.

Oleh karena itu pemikiran setiap orang berbeda karena pengalaman mereka berbeda. Sekarang pemahaman saya mengenai politik ini mungkin berbeda dengan anda-anda yang membaca tulisan saya, saya hanya ingin memaparkan tulisan saya dan saya masih muda dan ingin mencoba mencipta dan ingin menantang semua.

Bagi saya, dulu pernah saya rasai saya tidak ingin menggunakan politik, kenapa politik digunakan?, karena politik adalah alat, alat untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Dulu saya berpikiran politik adalah jahat, kotor, dan busuk. Meskipun dengan berjalannya waktu saya tidak mengubah pemikiran saya tersebut hanya ditambahkan, meskipun dengan keadaanya yang seperti itu, politik dibutuhkan.

Politiklah yang membuat kita terkotak-kotak juga, penempatan manusia-manusia dengan kasta-kasta tertentu adalah politik, sebagai contoh ketika kita berada di masyarakat pastilah ada tokoh-tokoh masyarakat sudah mendapatkan cap-cap dari orang sekitarnya, sebagai jagoan, sebagai tokoh terpandang.

Mereka yang telah mendapatkan cap ini adalah salah satu jenis politik karena dengan begitu, begitu mereka berbicara, maka lingkungan sekeliling mereka terpengaruh. Seorang individu pastinya ingin mendapatkan tempat di masyarakat entah sebagai apa, patut diketahui usahanya ini adalah juga politik.

Cara orang-orang mencari teman mungkin didasari oleh politik nya atau tujuannya, mereka bakalan memilih teman yang dirasai menguntungkan seperti ketika memilih teman yang sudah mempunyai pengaruh di masyarakat sehingga mereka mendekatinya dan menunggu cipratan-cipratan  pengaruh teman mereka kepada dirinya.

Hal-hal itulah yang membuat saya merasa tidak suka terhadap politik. Tetapi sekali lagi hal itu perlu. Karena dulu mungkin saya bisa disebut polos jadi saya lebih suka terhadap perasaan murni untuk berkumpul dan berteman.

Tetapi terkadang manusia gagal dalam memahami dirinya, dan hal itu patut untuk dimaklumi, kadang dunia memang membingungkan untuk dipikirkan, tetapi tetap saja kita tidak berhenti mencoba memahami. Contoh-contoh yang saya berikan tersebut nampak berskala kecil karena saya baru hidup di lingkup yang sebegitu.

Sementara untuk skala lebih luas dimana nasib orang banyak yang dipengaruhi dan dipertaruhkan belum pernah saya coba sampai situ. Tetapi tidak memungkiri putaran-putaran dunia ini dapat terlihat di dalam lingkaran-lingkaran kecil disekitar kita.

Meskipun seberapa pun seseorang menolak hal-hal yang terjadi dan yang tersistem didalam sebuah lingkup masyarakat, menolak hal-hal disekitarnya, menolak pengkastaan dirinya dan juga menolak politik. Dia secara paksa tetap masuk dalam lingkup tersebut dan berkasta seorang pemberontak. Jadi meskipun seseorang menolak politikpun dia tidak bisa lari darinya.

Sungguh sangat kuat suatu politik, dia telah berakar semenjak manusia tinggal di goa-goa dalam kegelapan, terdapat individu yang memimpin mereka, individu yang dihormati, individu yang memasak dan individu yang berburu. Bahkan saat akal pikir kita masih sangat sederhana kita sudah saling mengkotak-kotakkan diri ini, dan itu juga politik.

Bahkan hewan yang kita rasai dan lihat sendiri tidak mempunyai pikiran dan kesadaran hanyalah insting semata, mempunyai individu yang ditakuti sesama dan dihormati oleh sesama. Individu yang ditakuti sesama hewan tersebut bisa dikatakan telah berhasil menjalankan usahanya, itulah politik.

Sekarang jika anda menginginkan tempat di suatu lingkup masyarakat, terpandang sebagai apa yang diinginkan oleh anda, maka anda harus membuat lingkungan sekeliling anda berpikir anda seperti itu, dengan begitu anda bakal mendapat kuasa di lingkup tersebut.

Meskipun terkesan negatif, dan saya juga tidak menyenangi hal tersebut. Kita juga bisa lihat sisi positif dari hal tersebut, apa yang terjadi apabila tidak seperti itu dan manusia-manusia sama sekali tidak menggubris keberadaan satu sama lain, harus ada yang berada di depan atau malah lebih buruk lagi semua manusia ingin berada di depan semua, mengedepankan egonya masing-masing. Hal inilah yang membuat ketidak aturan.

Tetapi saya juga menganut keseimbangan, jangan sampai hanya satu pihak yang menguasai suatu lingkup tersebut. Itu berbahaya, karena sebagai seorang individu, walaupun saya berada di lingkup tersebut dan tidak berada di depan saya tidak mau hak untuk bergerak seluruh orang terkuasai oleh satu individu saja.

Dan yang berkuasa tersebut dengan seenaknya menggunakan pengaruhnya agar lingkup tersebut bergerak sesuai dengan keinginannya. Sehingga diperlukan individu-individu pemberontak agar yang berada di depan ini tahu diri dan tidak seenaknya sendiri. Diperlukan sebuah keseimbangan agar antara pihak satu dan yang lain tidak memakan satu sama lain.

Politik perlu keseimbangan, tetapi dalam kenyataannya di dataran tempat kita berada ini, bagaimanakah dan seperti apakah seimbang itu?. Karena setiap manusia mempunyai pendapat berbeda-beda, maka setiap golongan ataupun bangsa pun bisa memiliki landasan berbeda pula.

Seperti dalam peristiwa sejarah nasional kita sendiri ini, ketika terdapat golongan yang berkuasa dengan sangat terhadap nasib rakyatnya, sehingga pergerakan setiap individunya terbatas. Munculah kaum-kaum pemberontak yang biasanya terdiri dari kalangan intelek-intelek muda.

Mereka sesak karena lingkup mereka dipersempit oleh pemerintah. Akhirnya di puncak kebosanan dan kebencian terhadap kaum-kaum yang memanggil dirinya kaum-kaum atas, mereka turun ke jalanan menggiring orang-orang yang kebosanan dan berbondong-bondong menuju pelataran tempat para kaum-kaum di atas yang menyesakkan mereka, mengacaukan segala keputusan mereka yang telah membuat bosan.

Dan dipuncak tersebut, kekacauan dalam sistem yang telah di buat penguasa hancur lebur, dimana tidak ada lagi yang takut semua orang menjadi berani, dan hukum tanpa memiliki kesaktiannya. Jatuhlah dan reformasi terjadi, sehingga di Mei tahun 1998 itu sang presiden mangkat.

Anak muda memang sangat berbahaya, dengan otak mereka yang masih muda dan segar encer belum dimakan karat. Paham-paham baru dapat dengan mudah masuk ke kepala mereka, paham-paham yang sebenarnya adalah paham untuk kepentingan individu-individu yang kadang mempengaruhi mereka bukan untuk kepentingan orang banyak, tidak sesuai dengan ilusi yang individu-individu tersebut balutkan ke paham-paham yang mereka berikan kepada para mudawan.

Untuk itulah, saya menulis ini agar para teman-teman sejawat saya dapat mengambil hikmah dari tulisan saya ini, karena menurut saya sendiri hal ini perlu agar kita tidak masuk kedalam lingkaran-lingkaran yang di buat orang tertentu untuk tujuan orang itu.

Sekarang tergantung kita para mudawan sendiri, ingin menjadi apakah kita ini, ingin mencipta apakah kita ini. Dan tulisan saya ini bukan bermaksud untuk menceramahi karena saya juga masih belajar, tetapi apakah yang kita anggap orang-orang yang sudah bisa itu tidak pernah salah?, oleh karena itu saya memberanikan diri untuk menulis ini karena saya mencoba berani menantang.

Dan mungkin juga saya berusaha mempengaruhi kalian-kalian para pembaca yang telah dibalikkan arah pikirnya oleh pihak-pihak tertentu. Mari, kita cari kebenaran untuk keadilan. Seperti yang Nietzsche bilang, bahwa jika kau ingin mempunyai kuasa atas diri sendiri, kalian harus berusaha untuk melawan kehendak masyarakat, jika kau mencobanya kau mungkin akan merasa kesepian, dan ketakutan. Tetapi tidak ada harga yang terlalu mahal untuk memiliki kekuasaan atas diri sendiri.

#LombaEsaiPolitik